Kebijakan pemerintah dalam membatasi kenaikan harga tiket pesawat domestik maksimal 9% hingga 13% per April 2026 menjadi sorotan utama di sektor transportasi. Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga avtur yang mencapai 70%, meski pemerintah tetap berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11%.
Dinamika harga tiket pesawat ini tentu membawa efek domino ke berbagai sektor pendukung, termasuk industri asuransi perjalanan. PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk atau Oona Insurance Indonesia mulai mencermati bagaimana perubahan harga tiket ini memengaruhi perilaku konsumen dalam memilih perlindungan perjalanan.
Dampak Kenaikan Harga Tiket terhadap Asuransi Perjalanan
Kenaikan harga tiket pesawat sering kali membuat calon penumpang menjadi lebih sensitif terhadap pengeluaran tambahan. Dalam kondisi ekonomi yang menantang, fitur pelengkap seperti asuransi perjalanan berisiko menjadi opsi yang dihilangkan oleh pelanggan demi menekan total biaya perjalanan.
Meskipun terdapat kekhawatiran mengenai penurunan permintaan, Oona Insurance sejauh ini belum melihat dampak yang signifikan terhadap kinerja keseluruhan lini bisnis asuransi perjalanan. Fokus perusahaan saat ini lebih tertuju pada bagaimana menjaga relevansi produk agar tetap menjadi kebutuhan prioritas bagi para pelancong.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait kondisi pasar asuransi perjalanan saat ini:
- Tingkat penetrasi asuransi perjalanan yang masih rendah di Indonesia menjadi peluang sekaligus tantangan untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya proteksi.
- Sensitivitas harga membuat pelanggan cenderung lebih selektif dalam memilih jenis perlindungan yang dianggap paling bernilai.
- Strategi perusahaan kini bergeser dari sekadar mengandalkan pertumbuhan pasar menuju optimalisasi konversi permintaan yang sudah ada.
Strategi Oona Insurance dalam Menghadapi Tantangan Pasar
Menghadapi ketidakpastian ekonomi dan tekanan makro, Oona Insurance memilih untuk tidak meninggalkan segmen penerbangan. Sebaliknya, perusahaan memperkuat fondasi bisnis melalui pendekatan yang lebih taktis dan terintegrasi dengan ekosistem digital.
Langkah-langkah strategis yang diambil perusahaan untuk menjaga pertumbuhan di tengah fluktuasi harga tiket pesawat meliputi:
- Integrasi platform mitra yang lebih erat guna memudahkan akses pembelian asuransi bagi pelanggan.
- Penyederhanaan produk agar lebih mudah dipahami dan dibeli secara langsung oleh calon nasabah.
- Penetapan harga yang kompetitif dan disesuaikan dengan berbagai jenis kebutuhan perjalanan.
- Peningkatan edukasi berkelanjutan untuk membantu pelanggan memahami nilai manfaat dari perlindungan yang ditawarkan.
Upaya tersebut terbukti efektif dalam menjaga performa perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026, Oona Insurance mencatatkan pendapatan premi bruto sebesar Rp 390,30 miliar, yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbandingan Kinerja Premi Oona Insurance
Data di bawah ini merangkum pertumbuhan pendapatan premi bruto perusahaan dalam satu tahun terakhir sebagai gambaran performa bisnis di tengah dinamika pasar.
| Periode | Pendapatan Premi Bruto | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| Maret 2025 | Rp 200,96 Miliar | – |
| Maret 2026 | Rp 390,30 Miliar | 94,22% |
Catatan: Data di atas berdasarkan laporan keuangan resmi perusahaan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan serta kondisi pasar di masa depan.
Pertumbuhan yang mencapai 94,22% ini mencerminkan keberhasilan eksekusi strategi perusahaan, terutama dalam hal peningkatan konversi digital dan penguatan kemitraan. Ke depan, Oona Insurance meyakini bahwa keberhasilan di sektor asuransi perjalanan tidak hanya bergantung pada dorongan pasar, melainkan pada kemampuan perusahaan dalam menjaga relevansi produk di mata pelanggan.
Dalam situasi di mana biaya bahan bakar dan tekanan makro memengaruhi harga tiket pesawat, peran perusahaan asuransi adalah memastikan perlindungan tetap mudah dijangkau dan dipertahankan. Fokus pada efektivitas layanan dan kemudahan akses akan terus menjadi kunci utama agar permintaan asuransi perjalanan tetap stabil meski di tengah tantangan harga tiket yang terus bergejolak.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan tidak ditujukan sebagai saran investasi atau keputusan finansial. Data yang disajikan bersumber dari laporan keuangan dan pernyataan resmi perusahaan pada periode terkait. Kondisi pasar, kebijakan pemerintah, dan performa perusahaan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan ekonomi nasional.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













