Pergerakan pasar saham sektor kecerdasan buatan atau AI mengalami guncangan hebat pada 28 April 2026. Aksi jual masif terjadi setelah muncul laporan mengenai pertumbuhan pendapatan OpenAI yang tidak memenuhi ekspektasi pasar, sehingga memicu keraguan terhadap keberlanjutan belanja modal atau capex di sektor teknologi.
Tiga raksasa yang paling merasakan dampaknya adalah Oracle (ORCL), Nvidia (NVDA), dan Broadcom (AVGO). Penurunan harga yang terjadi pada sesi pre-market tersebut justru menjadi sinyal bagi investor untuk kembali melirik peluang akumulasi di tengah valuasi yang kini jauh lebih masuk akal.
Mengapa Koreksi Pasar Justru Menjadi Peluang
Pemicu utama dari aksi jual ini adalah kekhawatiran mengenai efisiensi belanja modal para pemain besar seperti Amazon, Alphabet, Microsoft, Meta, dan Oracle. Total belanja modal AI untuk tahun 2026 diproyeksikan menembus angka US$600 miliar, atau melonjak 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, pendapatan dari layanan AI saat ini masih berada di kisaran US$25 miliar atau hanya sekitar 4 persen dari total investasi infrastruktur. Meskipun rasio ini sempat membuat pasar panik, angka tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa kapasitas infrastruktur AI yang dibangun masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas.
Selama perusahaan hyperscaler terus melakukan pemesanan, pemasok utama seperti NVDA, AVGO, dan ORCL akan tetap memiliki backlog pesanan yang kuat. Berikut adalah perbandingan ringkas mengenai posisi ketiga perusahaan tersebut pasca koreksi pasar:
| Saham | Peran Utama | Fokus Strategis |
|---|---|---|
| ORCL | Infrastruktur Cloud | Kapasitas multi cloud dan GPU cluster |
| NVDA | Compute Hardware | Dominasi general purpose GPU |
| AVGO | Custom Silicon | Akselerator AI dan networking |
Data di atas menunjukkan diversifikasi peran dalam ekosistem AI yang membuat ketiganya memiliki posisi tawar berbeda. Perlu diingat bahwa data pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada laporan keuangan kuartalan berikutnya.
ORCL: Kekuatan di Balik Kapasitas Multi Cloud
Oracle kini bukan lagi sekadar pemain database tradisional, melainkan telah bertransformasi menjadi penyedia kapasitas komputasi untuk beban kerja AI skala besar. Oracle Cloud Infrastructure (OCI) telah berhasil mengintegrasikan konfigurasi GPU berskala masif yang dibutuhkan oleh banyak perusahaan teknologi global.
Supercluster OCI kini mampu melakukan penskalaan hingga 131.072 unit GPU NVIDIA B200 dalam satu cluster tunggal. Selain itu, terdapat rencana penambahan 50.000 GPU AMD Instinct MI450 yang memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur netral bagi berbagai vendor GPU.
Langkah Strategis Oracle dalam Ekosistem AI
- Membangun supercluster dengan kapasitas GPU yang sangat masif untuk kebutuhan training model AI.
- Menerapkan strategi multi vendor untuk menghindari ketergantungan pada satu arsitektur perangkat keras saja.
- Mengamankan kontrak jangka panjang dengan perusahaan AI terkemuka untuk memastikan arus pendapatan yang stabil.
Meskipun kontrak besar dengan OpenAI sempat memicu kekhawatiran pasar, posisi Oracle tetap krusial bagi kebutuhan enterprise dan agen AI di masa depan. Koreksi harga yang terjadi memberikan titik masuk yang lebih menarik bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur pada infrastruktur cloud tingkat tinggi.
NVDA dan AVGO: Tulang Punggung Komputasi
Nvidia dan Broadcom merupakan dua entitas yang saling melengkapi dalam rantai pasokan AI global. Nvidia memimpin di sektor GPU tujuan umum, sementara Broadcom mendominasi pasar silikon kustom serta teknologi jaringan yang menghubungkan ribuan server di dalam pusat data.
Keduanya terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan seiring dengan tingginya permintaan infrastruktur data center. Berikut adalah rincian performa dan posisi pasar dari kedua raksasa teknologi tersebut:
Tahapan Analisis NVDA dan AVGO
- Memantau backlog pesanan GPU Nvidia yang masih sangat panjang hingga kuartal mendatang.
- Memperhatikan dominasi Broadcom yang menguasai sekitar 70 persen pasar akselerator AI kustom.
- Mengamati integrasi teknologi networking Broadcom sebagai interkoneksi utama dalam pusat data AI.
- Menilai pertumbuhan pendapatan tahunan yang konsisten sebagai indikator kesehatan fundamental perusahaan.
Broadcom sendiri diperkirakan akan menangkap sekitar 60 persen pangsa pasar AI server compute ASIC pada tahun 2027. Dengan posisi ganda di bisnis networking dan custom silicon, Broadcom memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap fluktuasi permintaan di satu lini produk spesifik.
Strategi Akumulasi Pasca Selloff
Memiliki daftar saham potensial hanyalah langkah awal dalam membangun portofolio yang sehat. Tanpa rencana eksekusi yang disiplin, investor sering kali terjebak dalam keputusan emosional seperti panic selling atau pembelian di harga puncak saat pasar sedang rebound.
Langkah Praktis Mengelola Watchlist
- Masukkan ORCL, NVDA, dan AVGO ke dalam daftar pantauan di aplikasi investasi.
- Identifikasi level support teknikal berdasarkan grafik harga harian untuk menentukan titik masuk.
- Pasang peringatan harga atau price alert pada tiga level berbeda untuk membagi porsi pembelian.
- Terapkan metode Dollar Cost Averaging (DCA) agar rata-rata harga perolehan tetap terjaga meski pasar bergerak fluktuatif.
Disiplin dalam membagi rencana pembelian menjadi beberapa tahap sangat disarankan untuk meminimalisir risiko. Manfaatkan fitur pembelian saham pecahan untuk membangun posisi secara konsisten tanpa harus menunggu modal dalam jumlah besar.
Pasar sering kali menguji keyakinan investor melalui koreksi harga yang tajam. Dengan persiapan watchlist yang matang dan strategi eksekusi yang terukur, setiap penurunan harga dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkuat posisi di saham-saham yang memiliki fundamental kuat di masa depan.
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan saran investasi atau ajakan untuk membeli saham tertentu. Data pasar dapat berubah sewaktu-waktu dan investasi saham memiliki risiko inheren. Pastikan untuk melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













