Finansial

Allo Bank Lakukan Penyesuaian Suku Bunga Deposito Secara Selektif Sepanjang Tahun 2026

Rista Wulandari
×

Allo Bank Lakukan Penyesuaian Suku Bunga Deposito Secara Selektif Sepanjang Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Allo Bank Lakukan Penyesuaian Suku Bunga Deposito Secara Selektif Sepanjang Tahun 2026

Dunia di Indonesia kini tengah memasuki fase penyesuaian yang cukup menarik. PT Allo Bank Indonesia (BBHI) menjadi salah satu pemain yang mulai mengambil dengan menurunkan bunga deposito secara selektif di tengah tren penurunan suku bunga industri.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, mengingat arah kebijakan suku bunga nasional memang menunjukkan kecenderungan melandai. Data dari Bank Indonesia mencatat penurunan suku bunga deposito tenor satu bulan yang cukup signifikan, yakni dari 4,81% pada awal Januari 2025 menjadi 4,19% pada Maret 2026.

Strategi Selektif di Tengah Tren Penurunan

Perubahan kebijakan bunga ini tidak dilakukan secara serampangan oleh pihak manajemen. Fokus utama saat ini adalah menjaga keseimbangan antara tarik produk bagi nasabah dengan efisiensi biaya dana atau cost of fund .

Penyesuaian bunga dilakukan secara bertahap dan tidak dipukul rata untuk semua produk. Keputusan ini mempertimbangkan berbagai variabel krusial, mulai dari durasi tenor, segmentasi nasabah, hingga kebutuhan likuiditas bank yang harus selalu terjaga dalam kondisi prima.

Berikut adalah gambaran perbandingan tren suku bunga deposito di industri perbankan secara umum:

Periode Suku Bunga Deposito (Rata-rata) Tren Industri
Januari 2025 4,81% Tinggi
Desember 2025 4,55% Menurun
Maret 2026 4,19% Stabil (Gradual)

Catatan: Data di atas merupakan rata-rata industri yang dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan moneter Bank Indonesia.

Transisi menuju kebijakan bunga yang lebih rendah ini sebenarnya merupakan langkah lumrah dalam siklus perbankan. Ketika likuiditas pasar mulai melonggar, bank cenderung melakukan optimasi agar struktur pendanaan tetap sehat tanpa harus membebani margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

Langkah Strategis Allo Bank Menjaga Pertumbuhan

Dalam menjaga performa bisnis, Allo Bank tidak hanya terpaku pada angka bunga deposito. Fokus perseroan kini bergeser ke arah optimalisasi struktur Dana (DPK) agar lebih efisien dan berkelanjutan.

Ada beberapa tahapan strategis yang dijalankan untuk memastikan pertumbuhan tetap terjaga di tengah penyesuaian bunga:

  1. Optimalisasi Struktur Pendanaan: Melakukan penataan ulang komposisi dana agar biaya dana tetap kompetitif namun tidak menekan profitabilitas.
  2. Penguatan Digital Onboarding: Mempercepat proses nasabah melalui digital yang lebih intuitif dan efisien.
  3. Segmentasi Nasabah Presisi: Memberikan penawaran yang lebih personal sesuai dengan risiko dan kebutuhan masing-masing kelompok nasabah.
  4. Integrasi Ekosistem: Mendorong produk cross-selling melalui ekosistem yang sudah terhubung untuk meningkatkan loyalitas pengguna.

Hingga Februari 2026, langkah-langkah tersebut terbukti memberikan hasil yang cukup solid bagi kinerja keuangan perusahaan. Kredit Allo Bank tercatat tumbuh sebesar 20,3% secara tahunan menjadi Rp 8,38 triliun, sementara perolehan DPK juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 17,31% secara year on year.

Dampak Penyesuaian Bunga Terhadap Kredit

Penurunan bunga deposito sering kali dipandang sebagai sinyal positif bagi sektor kredit. Secara teori, ketika biaya dana bank turun, terdapat ruang bagi bank untuk melakukan penyesuaian suku bunga kredit agar lebih terjangkau bagi peminjam.

Namun, transmisi ini tidak terjadi secara instan di lapangan. Banyak faktor yang memengaruhi keputusan akhir bank dalam menetapkan bunga kredit, di antaranya:

  • Profil risiko nasabah yang bervariasi.
  • Struktur yang dimiliki bank saat ini.
  • Kebutuhan untuk menjaga margin bunga bersih agar tetap berada di level yang aman.

Ke depan, perseroan tetap membuka peluang untuk melakukan penyesuaian bunga lebih lanjut. Namun, pendekatan yang diambil tetap bersifat gradual atau bertahap tanpa target penurunan yang agresif dalam waktu dekat.

Strategi ini dirancang untuk memastikan bahwa daya tarik produk deposito tetap terjaga bagi para investor, sembari tetap menjaga secara keseluruhan. Bagi nasabah, kondisi ini menunjukkan bahwa bank digital kini semakin matang dalam mengelola likuiditas dan merespons dinamika ekonomi makro secara lebih dewasa.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi. Suku bunga deposito dan kebijakan perbankan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan regulasi otoritas terkait.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.