Ilustrasi KPM mengecek rekening bansos tahap 2. (Foto: Instagram @pkhkotamalang)
Kabar baik datang buat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam program PKH dan BPNT. Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengumumkan bahwa SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) untuk pencairan tahap 2 periode April-Juni 2026 sudah turun. Artinya, dana bansos segera mengalir ke rekening penerima secara bertahap.
Proses ini tidak serta merta langsung masuk ke semua rekening dalam satu hari. Ada mekanisme penyaluran yang dirancang agar sistem tetap stabil dan tidak overload. Jadi, KPM diminta bersabar dan mulai mengecek rekening secara berkala, terutama melalui aplikasi mobile banking agar lebih efisien.
Daftar KPM Final Sudah Bisa Dicek di SIKS-NG
Setelah melalui proses verifikasi dan validasi data yang ketat, Kemensos akhirnya merilis daftar KPM final yang berhak menerima bantuan tahap kedua. Informasi ini bisa diakses di aplikasi SIKS-NG Online, khususnya di menu Final Closing.
Di sana, akan terlihat nama lengkap penerima beserta nominal bantuan yang akan diterima. Yang lebih penting, status terbaru di aplikasi ini menunjukkan apakah KPM sudah berhasil melewati verifikasi rekening atau belum.
1. Cek Status Berhasil Cek Rekening
Status “Berhasil Cek Rekening” adalah tanda bahwa data rekening KPM sudah valid dan sesuai dengan data di bank maupun Dukcapil. Ini artinya, KPM tersebut akan mendapatkan pencairan bansos tahap 2.
2. Status Gagal Om-SPAN Harus Diwaspadai
Jika statusnya “Gagal Om-SPAN”, berarti ada ketidakcocokan data antara sistem Kemensos dan sistem perbankan. Ini bisa disebabkan oleh kesalahan input data atau masalah teknis lainnya.
KPM dengan status ini akan ditindaklanjuti oleh pendamping sosial setempat. Jika bisa diperbaiki, data akan direvisi. Namun, jika tidak bisa, maka KPM bisa saja dikeluarkan dari daftar penerima.
3. Akses SIKS-NG Hanya Untuk Pendamping Sosial
Perlu diketahui, aplikasi SIKS-NG Online hanya bisa diakses oleh pendamping sosial, bukan langsung oleh KPM. Jadi, jika ingin tahu status pencairan, segera hubungi pendamping setempat untuk bantuan pengecekan.
11.014 KPM Dikeluarkan dari Daftar Penerima
Dalam proses verifikasi, Kemensos menemukan bahwa 11.014 KPM sudah tidak memenuhi syarat untuk menerima bantuan. Penghapusan ini dilakukan setelah melalui validasi data yang ketat.
KPM yang dikeluarkan dari daftar ini tidak akan menerima pencairan tahap 2, dan juga tidak akan mendapat bantuan di tahap-tahap berikutnya, kecuali menjalani revalidasi ulang.
Alasan KPM Dikeluarkan
- Perubahan status ekonomi yang sudah tidak memenuhi kriteria.
- Kepemilikan aset yang tidak sesuai dengan syarat penerima.
- Data yang tidak valid atau sudah tidak terverifikasi.
Bagi KPM yang merasa masih memenuhi syarat, bisa mengajukan banding ke dinas sosial setempat dengan membawa dokumen pendukung.
Pencairan Bansos Dimulai Secara Bertahap
Setelah SP2D turun, penyaluran bansos akan dilakukan secara bertahap melalui bank Himbara (Mandiri, BRI, BNI, BSI) dan PT Pos Indonesia. Ini dilakukan agar proses transfer lebih terkendali dan tidak terjadi gangguan sistem.
Tidak semua KPM akan menerima dana dalam satu hari yang sama. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau rekening secara berkala, terutama melalui mobile banking.
Program Lain yang Juga Cair: PIP dan Bantuan Pangan
Selain PKH dan BPNT, dua program lain juga mulai dicairkan oleh Kemensos, yaitu:
1. Program Indonesia Pintar (PIP)
Pencairan PIP 2026 sudah mulai dilakukan secara merata ke seluruh daerah. Program ini mencakup anak didik dari jenjang TK hingga SLTA sederajat yang terdaftar sebagai penerima.
2. Bantuan Pangan (Beras 20 kg dan Minyak Goreng 4 liter)
Penyaluran bantuan pangan juga sudah dimulai. Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional bekerja sama dalam pendistribusian beras dan minyak goreng ke daerah-daerah penerima.
| Program | Jenis Bantuan | Penyaluran |
|---|---|---|
| PKH & BPNT | Uang Tunai | April-Juni 2026 |
| PIP | Uang Tunai | Tahap Pertama 2026 |
| Bantuan Pangan | Beras 20 kg + Minyak Goreng 4 liter | Bertahap |
Tips Aman Saat Menunggu Pencairan Bansos
Menunggu bansos masuk ke rekening memang bikin deg-degan. Tapi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar prosesnya lebih aman dan tenang.
1. Hindari Info Dari Sumber Tidak Resmi
Jangan mudah percaya kabar yang belum tentu benar, apalagi yang meminta data pribadi atau biaya tambahan. Semua informasi resmi bansos hanya bisa diakses melalui pendamping sosial atau situs resmi Kemensos.
2. Gunakan Mobile Banking untuk Cek Rekening
Daripada bolak-balik ke ATM, lebih efisien menggunakan aplikasi mobile banking. Selain lebih cepat, juga lebih aman dan bisa dilakukan kapan saja.
3. Segera Hubungi Pendamping Jika Ada Masalah
Kalau status di SIKS-NG tidak jelas atau ada kendala teknis, segera hubungi pendamping sosial setempat. Mereka yang punya akses dan tahu cara menyelesaikannya.
Disclaimer
Informasi yang disampaikan dalam artikel ini bersifat sesuai dengan data terkini dari Kemensos per Mei 2026. Namun, karena sistem dan kebijakan bisa berubah sewaktu-waktu, pembaca disarankan untuk selalu memverifikasi informasi terbaru melalui sumber resmi atau pendamping sosial setempat.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













