Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp101,11 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Angka ini setara dengan 20 persen dari laba bersih atau sekitar Rp9,49 per saham (gross). Keputusan ini diambil dalam RUPST yang digelar pada Kamis, 23 April 2026.
Langkah ini menunjukkan komitmen bank dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Pembagian dividen tetap mempertimbangkan keseimbangan antara imbal hasil dan penguatan modal perusahaan. Dengan begitu, kinerja jangka panjang tetap menjadi prioritas utama.
Pembagian Dividen SMBC Indonesia Tahun 2025
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, menjelaskan bahwa keputusan pembagian dividen ini diambil setelah melalui pertimbangan matang. Pihak manajemen ingin memastikan bahwa pembagian laba tidak mengganggu stabilitas permodalan bank.
Pembagian dividen sebesar 20 persen ini juga sejalan dengan kebijakan dividen yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain itu, sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat posisi keuangan bank di tengah dinamika industri perbankan yang terus berubah.
1. Jumlah Dividen yang Dibagikan
- Total dividen tunai: Rp101,11 miliar
- Persentase dari laba bersih: 20%
- Nilai per saham: Rp9,49 (gross)
2. Penggunaan Sisa Laba Bersih
- Dialokasikan sebagai laba ditahan
- Tidak ada penyisihan cadangan wajib tambahan
- Memenuhi ketentuan minimal Undang-Undang Perseroan Terbatas
Perombakan Struktur Direksi dan Dewan Komisaris
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui sejumlah perubahan dalam susunan direksi dan dewan komisaris. Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola dan arah strategis perusahaan ke depan.
Emilya Tjahjadi resmi diangkat sebagai direktur baru. Sementara itu, Linus Ekabranko Windoe diangkat sebagai komisaris independen. Kedua pengangkatan ini akan efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
3. Pengangkatan Direksi dan Komisaris Baru
- Emilya Tjahjadi: Direktur baru
- Linus Ekabranko Windoe: Komisaris independen baru
- Efektif setelah persetujuan OJK
4. Pengunduran Diri Komisaris
- Ninik Herlani Masli Ridhwan: Mengundurkan diri sebagai komisaris independen
- RUPST menerima pengunduran dirinya secara resmi
Manajemen menyatakan bahwa perubahan ini dilakukan untuk memastikan bahwa segmen wholesale banking dan commercial banking terus berkembang dengan solid. Tata kelola yang kuat diharapkan dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.
Laporan Keuangan dan Kinerja Tahun 2025
RUPST juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025. Sepanjang tahun lalu, total aset SMBC Indonesia mencapai Rp245,9 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 2,0 persen.
Laba bersih setelah pajak untuk segmen bank saja (bank only) mencapai Rp1,5 triliun. Pencapaian ini menjadi cerminan kinerja operasional yang stabil dan efisien sepanjang tahun lalu.
5. Ringkasan Kinerja Keuangan 2025
| Kategori | Nilai |
|---|---|
| Total Aset | Rp245,9 triliun |
| Pertumbuhan Aset (YoY) | 2,0% |
| Laba Bersih Setelah Pajak (Bank Only) | Rp1,5 triliun |
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pembaruan rencana aksi pemulihan. Sejumlah laporan terkait rencana bisnis dan keuangan berkelanjutan juga diterima dalam rapat tersebut.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan bahwa SMBC Indonesia terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan stabilitas keuangan. Perubahan dalam struktur kepemilikan dan manajemen diharapkan dapat membawa dampak positif dalam jangka panjang.
Penutup
RUPST SMBC Indonesia tahun 2026 menjadi momentum penting bagi bank dalam menyusun strategi ke depan. Dengan pembagian dividen yang tetap konservatif dan perombakan struktur pengurus, bank menunjukkan komitmen terhadap tata kelola yang sehat dan berkelanjutan.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat mutakhir hingga tanggal publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan regulasi dan kebijakan perusahaan.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













