Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono memberikan apresiasi kepada para kepala daerah yang telah mendukung percepatan pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Penghargaan ini disampaikan secara langsung saat acara National Governance Award 2026 yang digelar di Jakarta.
Ajang tersebut menjadi ajang penting untuk mengakui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong tumbuhnya ekosistem koperasi yang sehat dan produktif. Ferry menilai, komitmen daerah sangat penting dalam mewujudkan target nasional sesuai Inpres Nomor 9 Tahun 2025.
Capaian Luar Biasa dari Sinergi Pemerintah
Pembentukan Koperasi Merah Putih menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Targetnya jelas: menciptakan unit-unit usaha yang mandiri, berbasis masyarakat, dan berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi lokal dan nasional.
Hingga saat ini, realisasi pembentukan koperasi sudah mencapai sekitar 83.000 unit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Angka ini menunjukkan respons cepat dan komitmen tinggi dari pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional.
Selain jumlah, kualitas kelembagaan juga menjadi fokus utama. Koperasi-koperasi ini tidak hanya dibentuk secara administratif, tetapi juga dilengkapi dengan infrastruktur pendukung seperti gedung, fasilitas operasional, dan akses permodalan.
1. Penyediaan Lahan dan Fasilitas Pendukung
Salah satu kontribusi besar dari pemerintah daerah adalah penyediaan lahan untuk pembangunan kantor dan fasilitas pendukung koperasi. Langkah ini sangat membantu dalam memastikan koperasi bisa beroperasi secara maksimal sejak awal berdiri.
2. Penguatan Kelembagaan dan SDM
Pemerintah daerah juga aktif membantu pelatihan dan pendampingan bagi pengurus koperasi. Tujuannya agar koperasi tidak hanya eksis secara legal, tetapi juga mampu mengelola usaha dengan profesional dan berkelanjutan.
3. Sinergi dengan Program Nasional Lainnya
Koperasi Merah Putih tidak berjalan sendiri. Mereka diintegrasikan dengan berbagai program pemerintah seperti Program Desa Mandiri, Dana Desa, dan program pemberdayaan ekonomi lainnya.
Peran Kepala Daerah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Kepala daerah memiliki peran strategis dalam memastikan program ini bisa berjalan optimal. Dukungan mereka tidak hanya dalam bentuk regulasi, tetapi juga alokasi anggaran dan fasilitasi teknis.
Ferry menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi juga alat untuk membangun kemandirian masyarakat. Dengan struktur yang demokratis dan berbasis gotong royong, koperasi menjadi wadah ideal untuk mendorong inklusi ekonomi.
1. Mendorong Keterlibatan Masyarakat Lokal
Koperasi Merah Putih dirancang untuk melibatkan masyarakat secara langsung, baik sebagai anggota maupun pengelola. Ini membuka peluang bagi warga desa dan kelurahan untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi lokal.
2. Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan
Dengan adanya koperasi yang aktif, diharapkan pendapatan masyarakat meningkat. Koperasi bisa menjadi wadah untuk pengembangan usaha kecil, distribusi produk lokal, dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
3. Menjadi Garda Ekonomi di Wilayah Terpencil
Di daerah terpencil atau tertinggal, keberadaan koperasi bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada ekonomi luar. Dengan dukungan yang tepat, koperasi bisa menjadi pusat perekonomian yang mandiri.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meski pencapaian sudah terlihat, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah menjaga kualitas pengelolaan koperasi agar tidak hanya menjadi formalitas. Edukasi dan pendampingan terus menerus menjadi kunci agar koperasi bisa tumbuh dan berkembang secara sehat.
Selain itu, sinergi antara pusat dan daerah harus terus ditingkatkan. Program ini membutuhkan komitmen jangka panjang, bukan hanya sebagai proyek sesaat.
1. Meningkatkan Literasi Koperasi
Masyarakat perlu lebih memahami filosofi dan manfaat koperasi. Ini penting agar partisipasi masyarakat dalam koperasi tidak hanya karena kewajiban, tetapi karena kesadaran akan manfaatnya.
2. Penguatan Modal dan Teknologi
Koperasi juga perlu didukung dengan akses permodalan yang mudah dan teknologi yang memadai. Ini akan membantu mereka bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
3. Evaluasi Berkala dan Penyempurnaan Kebijakan
Evaluasi rutin terhadap kinerja koperasi dan kebijakan pendampingnya sangat penting. Ini memastikan bahwa program tetap relevan dan efektif dalam mencapai tujuan.
Data Capaian Koperasi Merah Putih per Wilayah
Berikut adalah rincian jumlah koperasi yang telah terbentuk di beberapa wilayah Indonesia hingga April 2026:
| Wilayah | Jumlah Koperasi Terbentuk |
|---|---|
| Jawa Barat | 12.500 |
| Jawa Tengah | 11.800 |
| Jawa Timur | 10.900 |
| Sumatera Utara | 8.200 |
| Sulawesi Selatan | 6.700 |
| Kalimantan Timur | 5.400 |
| Bali | 4.100 |
| Papua | 3.900 |
| Lainnya | 19.500 |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai laporan terbaru dari Kementerian Koperasi dan UKM.
Harapan ke Depan: Koperasi sebagai Tulang Punggung Ekonomi Nasional
Ferry berharap Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih bisa menjadi tulang punggung ekonomi nasional di masa depan. Dengan basis yang kuat di tingkat desa dan kelurahan, koperasi bisa menjadi solusi untuk berbagai persoalan ekonomi, termasuk pengangguran, ketimpangan, dan ketergantungan pada sektor formal.
Dengan dukungan yang tepat dan konsisten, koperasi tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi lembaga ekonomi yang tangguh dan berdaya saing tinggi.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi terkini hingga April 2026. Capaian dan kondisi aktual dapat berubah seiring perkembangan pelaporan dari daerah dan kebijakan nasional.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













