Empat wanita ini sukses menembus daftar miliarder global versi Forbes 2026. Mereka datang dari latar belakang bisnis yang berbeda, mulai dari teknologi hingga pertambangan. Meski jumlah perempuan di jajaran miliarder dunia masih minoritas, kehadiran mereka menunjukkan bahwa perempuan Indonesia punya tempat di level tertinggi ekosistem bisnis global.
Peringkat miliarder dunia memang masih didominasi pria. Tapi tahun ini, persentase perempuan di daftar tersebut naik jadi 14 persen dari 3.428 total miliarder. Di Indonesia sendiri, empat sosok perempuan berhasil mencatatkan namanya. Mereka bukan hanya kaya, tapi juga punya cerita unik tentang bagaimana kekayaan itu diraih.
Siapa Saja Wanita Terkaya di Indonesia Tahun 2026?
Daftar Forbes kali ini mencatat empat nama perempuan asal Tanah Air yang masuk ke jajaran miliarder global. Mereka datang dari berbagai sektor, mulai dari teknologi hingga kelapa sawit. Nilai kekayaan mereka dihitung berdasarkan data real-time per April 2026 dan dikonversi menggunakan kurs rupiah saat itu.
1. Marina Budiman – USD 6,1 Miliar (Rp104,79 Triliun)
Marina Budiman menempati posisi paling atas sebagai wanita terkaya di Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik DCI Indonesia, perusahaan pusat data ternama. Marina memegang sekitar 22,51% saham perusahaan dan saat ini menjabat sebagai President Commissioner.
Latar belakang pendidikannya di University of Toronto menjadi modal awal karier panjang di bidang teknologi dan keuangan. Ia pernah menjadi CFO di Sigma Citra Caraka dan turut mendirikan Indonet pada tahun 1994. Marina adalah contoh nyata perempuan self-made yang sukses membangun bisnis dari nol tanpa bergantung pada warisan keluarga.
2. Dewi Kam – USD 3,2 Miliar (Rp54,97 Triliun)
Dewi Kam menempati posisi kedua dalam daftar ini. Ia dikenal sebagai investor strategis di sektor energi, khususnya batu bara. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham minoritas di beberapa perusahaan batu bara besar.
Selain itu, ia juga aktif dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga uap sejak tahun 2006. Salah satunya adalah keterlibatannya di PLTU Jeneponto melalui PT Sumbergas Sakti Prima. Meski jarang tampil di publik, pengaruhnya di sektor energi sangat besar.
3. Wirastuty Fangiono – USD 1,6 Miliar (Rp27,49 Triliun)
Wirastuty Fangiono adalah pewaris sekaligus pengelola bisnis keluarga di sektor perkebunan kelapa sawit. Ia memimpin FAP Agri, perusahaan yang telah berdiri sejak 1994 dan sukses go public pada 2021. Dalam laporan tahunan 2023, ia tercatat sebagai pemegang saham pengendali.
Wirastuty adalah putri dari Martias Fangiono, pendiri First Resources di Singapura. Meski memiliki latar belakang keluarga yang kuat di bisnis sawit, ia tetap aktif mengembangkan bisnis keluarga dengan strategi yang modern dan berkelanjutan.
4. Hartati Murdaya – USD 1,2 Miliar (Rp20,61 Triliun)
Hartati Murdaya menempati posisi keempat sebagai wanita terkaya di Indonesia. Ia menjabat sebagai President Director di Central Cipta Murdaya, sebuah konglomerasi dengan portofolio luas yang mencakup properti, perhotelan, dan industri pameran.
Bersama almarhum suaminya, Murdaya Poo, Hartati membangun bisnis ini dari nol. Setelah kematian suaminya pada April 2025, ia mengambil alih kendali penuh atas seluruh operasional perusahaan. Hartati adalah contoh kuat bagaimana perempuan bisa memimpin bisnis besar dengan visi jangka panjang.
Perbandingan Kekayaan 4 Wanita Terkaya di Indonesia Tahun 2026
Berikut adalah perbandingan nilai kekayaan bersih keempat wanita terkaya di Indonesia berdasarkan data Forbes real-time per April 2026:
| Nama | Kekayaan (USD) | Kekayaan (IDR) | Sumber Kekayaan |
|---|---|---|---|
| Marina Budiman | USD 6,1 Miliar | Rp104,79 Triliun | Pusat Data (DCI) |
| Dewi Kam | USD 3,2 Miliar | Rp54,97 Triliun | Batu Bara & Energi |
| Wirastuty Fangiono | USD 1,6 Miliar | Rp27,49 Triliun | Kelapa Sawit (FAP Agri) |
| Hartati Murdaya | USD 1,2 Miliar | Rp20,61 Triliun | Properti & Perhotelan |
Jalur Sukses yang Berbeda
Empat wanita ini menunjukkan bahwa tidak ada satu jalan pun untuk menjadi kaya. Marina Budiman membangun bisnis teknologi dari nol, sementara Wirastuty Fangiono mengembangkan warisan keluarga di sektor perkebunan. Dewi Kam memilih jalur investasi strategis di energi, dan Hartati Murdaya memimpin konglomerasi besar setelah kehilangan pasangan hidupnya.
Yang menarik, dua dari empat nama ini termasuk dalam kategori self-made. Artinya, mereka tidak mewarisi kekayaan, tapi membangunnya sendiri. Ini menjadi bukti bahwa perempuan di Indonesia punya peluang yang sama untuk mencapai puncak kesuksesan, selama punya visi dan ketekunan.
Sektor Dominan dan Potensi Masa Depan
Empat wanita ini tersebar di berbagai sektor strategis. Teknologi, energi, perkebunan, dan properti menjadi basis utama kekayaan mereka. Ini menunjukkan bahwa sektor-sektor tersebut masih punya potensi besar untuk mencetak miliarder baru di masa depan.
Khususnya di sektor teknologi, Marina Budiman membuktikan bahwa Indonesia punya kapasitas untuk menciptakan pemimpin bisnis global. Sementara di sektor energi dan perkebunan, Dewi Kam dan Wirastuty Fangiono menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang baik bisa menghasilkan nilai tambah yang tinggi.
Disclaimer
Data dalam artikel ini bersumber dari Forbes real-time dan dikonversi menggunakan kurs rupiah per April 2026. Nilai kekayaan bersih bisa berubah sewaktu-waktu tergantung fluktuasi pasar saham dan nilai tukar mata uang. Peringkat global juga bisa berubah karena faktor ekonomi makro dan kinerja perusahaan masing-masing.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













