Sebuah institusi keuangan yang bertahan selama lebih dari satu abad adalah hal yang langka di Indonesia. Banyak bank lahir dan tenggelam dalam waktu yang tidak terlalu lama. Namun, ada beberapa yang berhasil melintasi zaman, beradaptasi dengan perubahan, dan tetap eksis hingga kini. Salah satunya adalah Bank Woori Saudara.
Perjalanan panjang Bank Woori Saudara dimulai dari sebuah perkumpulan kecil bernama Himpoenan Saudara pada tahun 1906. Awalnya, lembaga ini hanya berfungsi sebagai wadah simpan-pinjam sederhana bagi para pedagang. Namun, dari sinilah benih besar terbentuk. Seiring waktu, perkumpulan ini berkembang menjadi entitas formal yang berizin sebagai bank.
Sejarah Panjang Bank Woori Saudara
Perjalanan Bank Woori Saudara tidak terlepas dari sejarah perbankan Indonesia yang dinamis. Lahir di tengah era kolonial, bank ini melewati berbagai fase penting dalam sejarah nasional. Dari masa peralihan menuju kemerdekaan hingga krisis moneter 1998, setiap fase menjadi ujian yang membentuk karakternya.
Sebagai salah satu bank tertua di Indonesia, Bank Woori Saudara memiliki keunikan. Ia tidak hanya bertahan, tetapi juga terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Dari sebuah himpunan kecil menjadi entitas publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, perjalanan ini menunjukkan ketangguhan dan visi jangka panjang.
1. Awal Mula: Himpoenan Saudara 1906
Himpoenan Saudara berdiri pada tahun 1906 sebagai wadah simpan-pinjam bagi para pedagang. Pada masa itu, aktivitasnya masih berskala kecil dan terbatas pada kebutuhan anggota. Namun, semangat gotong royong dan prinsip kebersamaan menjadi fondasi awal yang kokoh.
Perkumpulan ini tidak langsung berubah menjadi bank. Proses transformasi memakan waktu beberapa dekade. Namun, langkah awal ini menjadi dasar penting dalam perjalanan panjang menuju institusi perbankan yang lebih formal dan terpercaya.
2. Mendapat Izin Bank Tabungan (1955)
Pada tahun 1955, Himpoenan Saudara memperoleh izin sebagai bank tabungan. Ini menjadi titik balik penting dalam sejarahnya. Dari sebuah perkumpulan, ia mulai beroperasi dalam kerangka regulasi yang lebih ketat dan profesional.
Transformasi ini menunjukkan komitmen untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan standar industri perbankan nasional. Perubahan ini juga mencerminkan kebutuhan akan tata kelola yang lebih baik dan transparan.
3. Berubah Menjadi Perseroan Terbatas (1974)
Dua dekade setelah mendapat izin bank, pada tahun 1974, entitas ini berubah menjadi perseroan terbatas dengan nama PT Bank Tabungan Himpunan Saudara 1906. Perubahan ini menunjukkan bahwa bank ini siap untuk berkembang lebih luas dan profesional.
Struktur ini memungkinkan bank untuk menarik modal dari pihak ketiga dan memperluas jaringan operasionalnya. Ini menjadi langkah awal dalam persiapan menuju era modernisasi perbankan di Indonesia.
4. Rebranding Menjadi PT Bank Himpunan Saudara 1906 (1993)
Pada tahun 1993, bank ini mengubah namanya menjadi PT Bank Himpunan Saudara 1906. Perubahan ini tidak hanya sekadar nama, tetapi juga mencerminkan visi baru dan identitas yang lebih kuat di tengah persaingan industri perbankan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat posisi di pasar dan menarik lebih banyak nasabah. Era 1990-an adalah masa di mana bank-bank lokal mulai bersaing lebih ketat dengan bank asing.
5. Go Public di Bursa Efek Indonesia (2006)
Pada tahun 2006, Bank Himpunan Saudara melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran saham perdana (IPO). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam sejarah permodalan bank.
Dengan menjadi perusahaan terbuka, bank ini bisa memperluas basis pemegang saham dan meningkatkan kapasitas modal. Ini juga membuka peluang untuk ekspansi dan investasi lebih besar di masa depan.
6. Merger dengan Bank Woori Indonesia (2014)
Pada tahun 2014, Bank Himpunan Saudara menggabungkan diri dengan PT Bank Woori Indonesia. Hasilnya lahir entitas baru bernama PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. Dukungan dari Woori Bank Korea memberikan kekuatan baru dalam aspek modal dan teknologi.
Merger ini menjadi bagian dari strategi transformasi besar yang dilakukan untuk menghadapi persaingan global. Bank Woori Saudara pun mulai memperluas layanan lintas negara, khususnya yang berkaitan dengan perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan.
Fungsi dan Layanan Bank Woori Saudara
Sebagai bank komersial, Bank Woori Saudara menjalankan fungsi dasar perbankan seperti penghimpunan dana, pemberian fasilitas transaksi, serta pembiayaan bagi nasabah individu dan korporasi. Layanan ini disediakan melalui kanal konvensional dan digital.
Bank ini juga aktif dalam mendukung transaksi keuangan lintas negara. Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan internasional, peran bank dalam memfasilitasi transaksi lintas batas semakin penting.
Peran Bank Woori Saudara dalam Ekonomi Global
Corporate Secretary BWS Edwin Sulaeman menyatakan bahwa bank ini berkomitmen untuk mendukung aktivitas keuangan lintas negara. Dalam konteks ekonomi global yang terus berkembang, kebutuhan terhadap layanan keuangan lintas batas semakin meningkat.
Bank Woori Saudara berperan sebagai penghubung dalam mendukung aktivitas perdagangan dan transaksi internasional. Ini menunjukkan bahwa bank ini tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga berorientasi global.
Tabel Perkembangan Utama Bank Woori Saudara
| Tahun | Peristiwa Penting |
|---|---|
| 1906 | Berdirinya Himpoenan Saudara |
| 1955 | Mendapat izin sebagai bank tabungan |
| 1974 | Berubah menjadi PT Bank Tabungan Himpunan Saudara 1906 |
| 1993 | Mengganti nama menjadi PT Bank Himpunan Saudara 1906 |
| 2006 | Melantai di Bursa Efek Indonesia |
| 2014 | Merger dengan Bank Woori Indonesia |
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat historis dan dapat berubah seiring perkembangan zaman. Data dan peristiwa yang disebutkan didasarkan pada informasi yang tersedia hingga tahun 2024. Perubahan regulasi, kebijakan, atau struktur organisasi mungkin terjadi setelah tanggal tersebut.
Bank Woori Saudara adalah salah satu dari sedikit institusi keuangan yang berhasil melintasi lebih dari satu abad. Perjalanan panjangnya mencerminkan ketangguhan, adaptasi, dan komitmen terhadap layanan terbaik bagi nasabah. Dalam era yang penuh tantangan, bank ini tetap menjaga relevansinya dengan terus berinovasi dan berkembang.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













