Finansial

Outlook Bank Permata Naik Jadi Stabil Baa1 oleh Moody’s pada Tahun 2026 Ini Rinciannya

Herdi Alif Al Hikam
×

Outlook Bank Permata Naik Jadi Stabil Baa1 oleh Moody’s pada Tahun 2026 Ini Rinciannya

Sebarkan artikel ini
Outlook Bank Permata Naik Jadi Stabil Baa1 oleh Moody’s pada Tahun 2026 Ini Rinciannya

Moody’s baru-baru ini mengumumkan perubahan outlook PT Bank Permata Tbk dari negatif menjadi stabil. Perubahan ini sejalan dengan peningkatan outlook induk perusahaan, Bangkok Bank Public Company Limited (BBL), yang juga mendapat penilaian stabil karena membaiknya prospek ekonomi Thailand.

Moody’s tetap mempertahankan peringkat jangka panjang Bank Permata di level Baa1. Peringkat ini mencerminkan ekspektasi akan dukungan kuat dari BBL, yang memiliki kontrol penuh atas operasional dan strategi Bank Permata. Dengan total aset mencapai Rp 268,3 triliun per akhir 2025, bank ini menunjukkan fundamental yang solid meski masih menghadapi beberapa tantangan.

Kondisi Fundamental Bank Permata Terkini

Bank Permata menunjukkan performa keuangan yang cukup stabil di tengah dinamika ekonomi domestik dan . Meskipun demikian, ada beberapa aspek yang perlu terus diperhatikan untuk menjaga kinerja.

1. Permodalan dan Likuiditas

Permodalan Bank Permata tercatat sangat kuat dengan rasio modal inti terhadap aset tertimbang menurut risiko mencapai 25% di akhir 2025. Angka ini jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan regulator, menunjukkan ketahanan bank terhadap risiko keuangan.

Likuiditas inti juga berada di level tinggi, yakni 32,1%. Ini memberikan buffer yang cukup besar untuk menghadapi potensi penarikan dana mendadak atau fluktuasi pasar.

2. Kualitas Aset dan Risiko Kredit

menjadi salah satu poin yang masih menjadi catatan. Meski rasio kredit bermasalah (stage 3 loan) sedikit membaik menjadi 2,8% pada akhir 2025 dari 2,9% di tahun sebelumnya, tekanan dari segmen ritel masih terlihat.

Moody’s mencatat bahwa risiko kredit di segmen ritel berpotensi meningkat dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Hal ini perlu diwaspadai karena bisa berdampak pada profitabilitas dan stabilitas keuangan bank secara keseluruhan.

Profitabilitas dan Margin Bunga Bersih

Profitabilitas Bank Permata pada 2025 tercatat cukup baik, dengan ROA (Return on Assets) mencapai 1,3%. Namun, Moody’s memperkirakan akan terjadi sedikit penurunan pada 2026, di mana ROA diproyeksikan turun menjadi sekitar 1,2%.

Penurunan ini disebabkan oleh normalisasi pendapatan serta tekanan dari biaya kredit yang meningkat. Meski begitu, margin bunga bersih (NIM) diperkirakan tetap stabil berkat ekspansi ke segmen kredit ber-yield tinggi dan efisiensi .

Faktor Risiko dan Prospek Ke Depan

Kinerja Bank Permata ke depan akan sangat bergantung pada dinamika makroekonomi global dan regional. Termasuk risiko di energi dan rantai pasok yang masih menjadi perhatian Moody’s.

1. Dukungan Induk Usaha

Dukungan dari Bangkok Bank tetap menjadi pilar utama dalam pemeringkatan Bank Permata. Moody’s menilai bahwa probabilitas dukungan induk sangat tinggi, mengingat kepemilikan mayoritas dan posisi strategis Bank Permata dalam grup BBL.

Namun, Moody’s juga mencatat bahwa potensi kenaikan rating masih terbatas karena sangat bergantung pada profil kredit BBL dan sovereign rating Thailand.

2. Potensi Penurunan Rating

Penurunan rating bisa terjadi jika dukungan dari induk melemah atau jika kualitas aset memburuk secara signifikan. Moody’s menyarankan agar terus waspada terhadap risiko kredit, terutama di segmen ritel.

Tabel Perbandingan Kinerja Bank Permata (2024–2025)

Parameter 2024 2025
ROA 1,1% 1,3%
Rasio Modal Inti terhadap Aset Tertimbang Risiko 23% 25%
Likuiditas Inti 30,5% 32,1%
Rasio Kredit Bermasalah (Stage 3 Loan) 2,9% 2,8%
NIM (Net Interest Margin) Stabil Stabil

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi makroekonomi serta kebijakan internal bank.

Kesimpulan

Bank Permata kini berada dalam posisi yang lebih stabil menurut penilaian Moody’s. Perubahan outlook menjadi stabil mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat bahwa bank ini memiliki fundamental yang kuat dan didukung oleh induk usaha yang solid.

Namun, tantangan seperti risiko kredit ritel dan tekanan margin tetap perlu dikelola secara cermat. Kondisi makroekonomi global juga akan menjadi faktor penting yang memengaruhi kinerja ke depan.

Dengan permodalan dan likuiditas yang tinggi, Bank Permata memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan tersebut. Tetapi, performa ke depan akan sangat bergantung pada strategi mitigasi risiko serta sinergi dengan Bangkok Bank.

Disclaimer: Informasi dalam ini bersifat terkini berdasarkan data hingga akhir 2025. Angka dan proyeksi dapat berubah seiring perkembangan kondisi makroekonomi dan kebijakan korporasi.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.