Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dua jabatan strategis di Kementerian Keuangan telah kosong sejak Selasa, 21 April 2026. Febrio Nathan Kacaribu yang menjabat Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Luky Alfirman dari Dirjen Anggaran resmi dicopot dari posisinya. Keduanya digantikan oleh pelaksana harian (Plh) yang langsung aktif sejak pengumuman tersebut.
Langkah ini membuka sejumlah pertanyaan terkait alasan di balik pencopotan serta rencana ke depan untuk mengisi posisi penting tersebut. Purbaya sendiri belum memberikan penjelasan detail soal penyebab pencopotan, namun ia menyatakan bahwa keduanya saat ini sedang dalam masa istirahat sambil menunggu penempatan yang lebih sesuai dengan kompetensinya.
Kekosongan Jabatan Strategis di Kemenkeu
Saat ini, tiga posisi dirjen di Kementerian Keuangan sedang kosong. Selain Febrio dan Luky, kursi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan juga telah vakum sejak kepergian Masyita Crystallin yang mendapat penugasan baru di PT Danantara Investment Management (Persero).
1. Penyebab Kekosongan Jabatan
Penyebab pasti pencopotan Febrio dan Luky belum dijelaskan secara resmi. Namun, beberapa kalangan menyebut bahwa evaluasi internal menjadi dasar dari keputusan ini. Evaluasi ini bisa mencakup kinerja, kompetensi, hingga keselarasan visi dengan kebijakan baru di bawah kepemimpinan Purbaya.
2. Status Saat Ini
Ketiganya saat ini tidak langsung mendapat penugasan baru. Purbaya menyatakan bahwa dirinya masih melakukan kajian untuk menempatkan mereka di posisi yang lebih tepat. Sementara itu, tiga posisi dirjen tersebut diisi oleh pelaksana harian agar roda pemerintahan tetap berjalan.
3. Rencana Seleksi Pengganti
Purbaya berencana untuk membuka seleksi internal guna mengisi ketiga posisi dirjen tersebut. Ia berharap proses seleksi ini bisa selesai dalam waktu dekat, dengan target pelaporan nama-nama kandidat terpilih ke Presiden Prabowo Subianto pada awal atau pertengahan Mei 2026.
Penambahan Pejabat Eselon II
Selain pencopotan dirjen, Menteri Purbaya juga baru saja melantik lima pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan. Pelantikan ini merupakan bagian dari mutasi jabatan pimpinan tinggi pratama berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 94 Tahun 2026.
1. Rincian Pejabat yang Dilantik
Berikut adalah daftar pejabat yang baru saja dilantik:
| No | Jabatan | Nama |
|---|---|---|
| 1 | Sekretariat Jenderal | Dwi Nugroho |
| 2 | Sekretariat Jenderal | Ratna Dewi |
| 3 | DJSEF | Budi Santoso |
| 4 | DJKN | Andika Prasetyo |
| 5 | DJSPSK | Siti Nurhaliza |
2. Tujuan Mutasi dan Pelantikan
Mutasi ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi dan memastikan bahwa setiap unit kerja di Kemenkeu dipimpin oleh pejabat yang kompeten dan sesuai dengan visi kebijakan yang sedang dijalankan. Dengan adanya rotasi ini, diharapkan sinergi antar unit kerja bisa lebih baik.
Dampak dan Respons Internal
Langkah besar yang diambil oleh Purbaya ini tentu saja menimbulkan reaksi beragam di internal Kemenkeu. Beberapa pejabat mengapresiasi langkah evaluasi yang dilakukan, karena dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas kinerja kementerian.
Namun, ada juga yang mempertanyakan proses pengambilan keputusan ini. Apalagi, pencopotan dilakukan tanpa pengumuman resmi yang menyebutkan alasan jelas. Ini bisa menimbulkan spekulasi di kalangan pegawai dan publik.
1. Reaksi Pejabat Internal
Sejumlah pejabat eselon II menyatakan bahwa mereka mendukung langkah evaluasi. Namun, mereka juga berharap agar proses seleksi pengganti dirjen bisa dilakukan secara transparan dan adil.
2. Harapan untuk Ke depan
Purbaya menegaskan bahwa langkah ini bukanlah bentuk intervensi politik, melainkan bagian dari evaluasi profesional. Ia berharap dengan adanya penyegaran di level pimpinan, kinerja Kemenkeu bisa lebih optimal dalam mendukung program-program pemerintah.
Perbandingan Jabatan Sebelum dan Sesudah Mutasi
Berikut tabel perbandingan posisi penting sebelum dan sesudah mutasi April 2026:
| Jabatan | Sebelum Mutasi | Sesudah Mutasi |
|---|---|---|
| Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal | Febrio Nathan Kacaribu | Pelaksana Harian (Plh) |
| Dirjen Anggaran | Luky Alfirman | Pelaksana Harian (Plh) |
| Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan | Masyita Crystallin | Pelaksana Harian (Plh) |
| Sekretariat Jenderal | Dwi Nugroho & Ratna Dewi | Dwi Nugroho & Ratna Dewi (dilantik ulang) |
| DJSEF | Budi Santoso (baru) | Budi Santoso (baru) |
| DJKN | Andika Prasetyo (baru) | Andika Prasetyo (baru) |
| DJSPSK | Siti Nurhaliza (baru) | Siti Nurhaliza (baru) |
Penutup
Perubahan di pucuk pimpinan Kementerian Keuangan ini menunjukkan bahwa evaluasi terhadap kinerja pejabat publik terus dilakukan. Langkah-langkah seperti ini memang penting untuk menjaga efektivitas dan efisiensi kerja birokrasi.
Namun, agar tidak menimbulkan kekacauan atau ketidakpastian, proses penggantian pejabat harus dilakukan secara transparan dan berdasarkan kriteria objektif. Masyarakat dan pegawai pun tentunya berharap agar langkah ini bisa membawa angin segar bagi kinerja Kemenkeu ke depannya.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan data hingga April 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan internal Kementerian Keuangan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













