PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) memilih jalur yang lebih hati-hati dalam menghadapi dinamika industri reasuransi awal tahun ini. Alih-alih mengejar pertumbuhan premi secara agresif, perusahaan justru fokus pada kualitas dan densitas portofolio bisnisnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi industri yang semakin kompetitif dan penuh ketidakpastian.
Strategi ini dijelaskan langsung oleh Presiden Direktur Tugure, Teguh Budiman. Menurutnya, fokus utama perusahaan adalah pada peningkatan kualitas underwriting serta pemilihan segmen yang memberikan margin lebih tinggi. Meski pendapatan premi bruto tercatat turun dibanding periode yang sama tahun lalu, Tugure tetap optimis dengan arah yang diambil.
Strategi Pertumbuhan yang Lebih Terukur
Perubahan pendekatan ini tidak serta merta dilakukan begitu saja. Tugure telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap portofolio bisnisnya. Hasilnya, perusahaan memutuskan untuk lebih selektif dalam menerima risiko, terutama di segmen-segmen yang dinilai kurang menguntungkan secara jangka panjang.
Langkah ini juga sejalan dengan penerapan PSAK 117 yang memperketat pengakuan pendapatan. Dengan underwriting yang lebih disiplin, Tugure berharap bisa mencatatkan hasil jasa asuransi yang positif meski di tengah tekanan global.
1. Optimalkan Portofolio Bisnis
Fokus pertama adalah pada pengoptimalan portofolio bisnis. Tugure tidak lagi menerima semua jenis risiko secara indiscriminatif. Perusahaan lebih memilih segmen-segmen yang menjanjikan margin underwriting yang lebih baik. Ini termasuk bisnis jangka pendek yang dinilai lebih profitable.
2. Tingkatkan Peran sebagai Lead Reinsurer
Langkah kedua adalah memperkuat posisi sebagai lead reinsurer. Dengan meningkatkan kapasitas penyerapan risiko, Tugure berharap bisa menjadi pilihan utama perusahaan asuransi dalam skema treaty. Ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan broker dan pemain lain di industri.
3. Kembangkan Lini Bisnis Potensial
Tugure juga berencana mengembangkan beberapa lini bisnis secara selektif. Di antaranya adalah kredit, properti, dan engineering. Meskipun potensial, pengembangan ini dilakukan dengan pendekatan yang hati-hati agar tidak mengorbankan kualitas portofolio.
Kondisi Keuangan dan Manajemen Risiko
Meski menghadapi tekanan dari klaim yang meningkat akibat bencana alam, Tugure tetap menjaga kondisi keuangan tetap stabil. Perusahaan telah melakukan pencadangan klaim secara prudent untuk mengantisipasi volatilitas.
Teguh Budiman menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari penguatan manajemen risiko. Dengan begitu, perusahaan bisa tetap menjaga likuiditas dan solvabilitas meski menghadapi situasi yang tidak terduga.
1. Pertahankan Rasio RBC di Atas Regulasi
Salah satu indikator kunci yang dipantau adalah rasio Risk Based Capital (RBC). Tugure menargetkan rasio ini tetap berada di atas ketentuan regulator. Ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki modal yang cukup untuk menyerap risiko.
2. Bidik ROI Minimal 5%
Di tengah ketidakpastian global, Tugure juga menargetkan imbal hasil investasi (ROI) minimal 5%. Ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pendapatan agar tidak terlalu bergantung pada premi saja.
3. Tingkatkan Efisiensi Operasional
Langkah lainnya adalah peningkatan efisiensi operasional. Dengan mengurangi biaya yang tidak produktif, Tugure bisa mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk pengembangan bisnis inti.
Target dan Prospek Tahun 2026
Tugure menargetkan pertumbuhan premi sekitar 5% secara tahunan. Target ini tergolong moderat, namun realistis mengingat kondisi industri yang sedang melambat. Fokusnya bukan pada volume, tapi pada kualitas dan keberlanjutan.
Perusahaan juga berharap bisa memperkuat posisinya di pasar reasuransi nasional. Dengan strategi yang lebih selektif dan disiplin, Tugure ingin menjadi contoh perusahaan reasuransi yang tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
1. Fokus pada Bisnis Jangka Pendek
Bisnis jangka pendek menjadi fokus utama karena dinilai lebih stabil dan menghasilkan margin yang konsisten. Ini termasuk asuransi kendaraan, properti, dan kecelakaan.
2. Kembangkan Produk Berbasis Risiko Spesifik
Tugure juga berencana mengembangkan produk yang lebih spesifik terhadap risiko tertentu. Misalnya, produk yang menangani risiko bencana alam atau risiko kredit korporasi.
3. Tingkatkan Kolaborasi dengan Broker
Peran broker sangat penting dalam industri reasuransi. Tugure berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai broker untuk memperluas jangkauan distribusi produknya.
Tantangan dan Peluang di Industri Reasuransi
Industri reasuransi nasional mencatat pertumbuhan premi sebesar 6,90% secara tahunan hingga Februari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa pasar masih memiliki potensi, meski menghadapi berbagai tantangan.
Salah satu tantangan utama adalah volatilitas klaim yang dipicu oleh bencana alam. Selain itu, persaingan yang ketat membuat perusahaan harus terus berinovasi agar tetap relevan.
Namun, di balik tantangan tersebut, ada peluang besar. Kebutuhan masyarakat akan perlindungan risiko terus meningkat. Ini membuka ruang bagi perusahaan reasuransi untuk mengembangkan produk yang lebih inovatif dan responsif.
Data Kinerja Tugure Awal Tahun 2026
Berikut adalah rincian kinerja keuangan Tugure berdasarkan laporan keuangan (bukan konsolidasi) per Februari 2026:
| Item | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Premi Bruto | 477,90 miliar |
| Premi Bruto Tahun Lalu | 519,50 miliar |
| Pertumbuhan Premi YoY | -8,0% |
| Beban Klaim | Meningkat (dipicu bencana alam) |
| Target Pertumbuhan 2026 | 5% |
| Target ROI | Minimal 5% |
Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kondisi pasar dan regulasi.
Penutup
Strategi selektif yang diambil Tugure bukan berarti perusahaan mundur dari persaingan. Justru, ini adalah langkah cerdas untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian. Dengan fokus pada kualitas, manajemen risiko yang kuat, dan efisiensi operasional, Tugure menunjukkan bahwa pertumbuhan yang sehat lebih penting daripada yang cepat tapi tidak berkelanjutan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













