Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kembali membuktikan perannya sebagai garda depan pembiayaan ekspor nasional. Kali ini, lembaga ini menjalin kerja sama strategis dengan PT Mega Global Food Industry, bagian dari Kokola Group. Tujuannya jelas: mempercepat pertumbuhan ekspor produk FMCG buatan Indonesia ke pasar global.
Kolaborasi ini tak hanya soal dukungan finansial semata. Lebih dari itu, LPEI hadir sebagai mitra yang membantu menguatkan rantai pasok, memastikan likuiditas tetap stabil, dan memberikan kepercayaan ekstra bagi pelaku ekspor dalam menembus pasar internasional.
Sinergi LPEI dan Mega Global Food Industry
Langkah konkret dari kerja sama ini adalah pemanfaatan Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Trade Finance. Program ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam pembiayaan, baik di awal maupun akhir proses ekspor. Artinya, perusahaan bisa tetap bergerak cepat tanpa terganggu oleh keterbatasan modal kerja.
PT Mega Global Food Industry sendiri sudah merasakan manfaat nyata dari program ini. Dukungan LPEI membantu perusahaan menjaga stabilitas produksi dan distribusi, sekaligus mempercepat ekspansi ke pasar luar negeri.
1. Penguatan Struktur Finansial
Dengan akses ke pendanaan yang lebih mudah melalui PKE Trade Finance, Mega Global Food Industry mampu memperkuat posisi keuangannya. Hal ini sangat penting dalam menghadapi dinamika pasar global yang penuh ketidakpastian.
2. Peningkatan Daya Saing Biaya
Program PKE memberikan kemudahan akses modal dengan suku bunga kompetitif. Ini membuat perusahaan bisa menekan biaya produksi dan distribusi, sehingga produknya lebih kompetitif di pasar internasional.
3. Stabilitas Rantai Pasok
Salah satu tantangan besar dalam ekspor adalah memastikan rantai pasok tetap lancar. Dengan dukungan LPEI, Mega Global Food Industry bisa memperkirakan kebutuhan produksi lebih akurat dan menghindari gangguan logistik.
4. Akselerasi Pertumbuhan Ekspor
Hasilnya? Produk Kokola kini diekspor ke lebih dari 55 negara. Negara-negara tujuan utama antara lain Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina. Di setiap pasar itu, produk lokal ternyata mampu bersaing dengan brand global.
Program PKE Trade Finance: Solusi Nyata untuk Ekspor Indonesia
Program PKE Trade Finance bukan sekadar wacana. Realitasnya, sepanjang tahun 2025, total limit fasilitas yang disalurkan mencapai Rp 3,35 triliun. Sementara realisasi penyaluran mencatatkan angka fantastis: Rp 7,68 triliun.
Tidak hanya itu, program ini juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Dari segi devisa, PKE Trade Finance telah menciptakan atau menghemat nilai tukar sebesar Rp 21,12 triliun sepanjang 2025.
Sektor Unggulan dalam PKE Trade Finance
Sektor makanan olahan menjadi andalan utama dalam program ini. Proporsinya mencapai 39%, dengan jumlah debitur sebanyak 31 perusahaan. Ini menunjukkan bahwa produk pangan Indonesia memiliki daya saing tinggi di kancah global.
Berikut adalah daftar sektor yang dapat mengakses program PKE Trade Finance:
| No | Sektor Industri/Komoditas |
|---|---|
| 1 | Produk Karet |
| 2 | Kopi |
| 3 | Furnitur |
| 4 | Alas Kaki |
| 5 | Makanan Olahan |
| 6 | Tekstil dan Produk Tekstil |
| 7 | Perhiasan dan Permata |
| 8 | Teh dan Rempah |
| 9 | Produk Kayu |
| 10 | Kerajinan |
| 11 | Produk Elektronik |
| 12 | Produk Kimia |
| 13 | Komponen Otomotif |
| 14 | Produk Kulit |
| 15 | Mesin dan Peralatan Listrik |
| 16 | Besi dan Baja |
| 17 | Produk Pertanian |
| 18 | Produk Kertas |
Dampak Pembangunan yang Nyata
Program PKE Trade Finance tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekspor. Lebih dari itu, program ini juga memberikan efek multiplier terhadap perekonomian nasional. Misalnya, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan industri lokal, dan tentu saja peningkatan devisa negara.
Sulaeman, Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong developmental impact. Artinya, setiap transaksi ekspor yang didukung LPEI harus memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Jejak Kokola Group di Dunia Internasional
Kokola Group, lewat anak usahanya PT Mega Global Food Industry, telah menjadi representasi kuat dari potensi ekspor Indonesia. Produk-produknya tidak hanya populer di pasar domestik, tapi juga diterima dengan baik di berbagai negara Asia, Eropa, bahkan Amerika.
Perusahaan saat ini telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 mitra supermarket di seluruh dunia. Ini menunjukkan bahwa kualitas produk Indonesia tidak kalah dibanding produk impor.
Namun, kesuksesan ini tidak datang begitu saja. Butuh dukungan sistematis, termasuk akses ke pembiayaan yang tepat waktu dan strategi ekspor yang matang. Dan di situlah peran LPEI menjadi sangat penting.
Kesimpulan
Sinergi antara LPEI dan PT Mega Global Food Industry adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi publik-swasta bisa mendorong pertumbuhan ekspor secara signifikan. Program PKE Trade Finance tidak hanya memberikan manfaat finansial, tapi juga membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional.
Ke depan, diharapkan lebih banyak perusahaan lokal yang bisa mengikuti jejak Kokola Group. Dengan dukungan yang tepat, produk Indonesia punya potensi besar untuk menjadi pilihan utama di pasar global.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari data resmi LPEI dan pihak terkait per tanggal April 2026. Angka dan kondisi dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi ekonomi dan kebijakan yang berlaku.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













