Program Tiga Juta Rumah menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam upaya menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mendukung program ini melalui sejumlah langkah strategis, terutama di sisi sistem informasi keuangan. Salah satu upaya krusial yang diambil adalah penguatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) serta sinergi lintas lembaga.
Dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa OJK siap mempercepat realisasi program ini. Dukungan ini tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga kolaborasi nyata dengan berbagai pihak terkait.
Penguatan SLIK untuk Dukung Program 3 Juta Rumah
SLIK menjadi salah satu pilar penting dalam sistem perbankan nasional. Data yang akurat dan terkini sangat dibutuhkan untuk memperlancar proses pemberian kredit perumahan, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). OJK memperkuat aturan SLIK sebagai bagian dari upaya percepatan program 3 Juta Rumah.
1. Perubahan Batas Nominal Kredit yang Dilaporkan ke SLIK
Sebelumnya, data kredit di bawah Rp1 juta masih dimasukkan dalam laporan SLIK. Namun, kebijakan terbaru menyebut bahwa hanya kredit dengan nominal di atas Rp1 juta yang akan dilaporkan. Langkah ini diambil untuk meringankan beban pelaporan dan memfokuskan data pada kredit yang lebih signifikan.
2. Pembaruan Status Pelunasan Kredit dalam SLIK
OJK mempercepat proses pembaruan status pelunasan kredit menjadi maksimal tiga hari kerja setelah pelunasan dilakukan. Sebelumnya, proses ini bisa memakan waktu lebih lama, yang berpotensi menghambat proses pengajuan kredit baru oleh calon pembeli rumah.
3. Akses Data SLIK untuk BP Tapera
BP Tapera kini diberikan akses terhadap data SLIK sesuai ketentuan yang berlaku. Ini diharapkan dapat memperlancar proses verifikasi calon penerima fasilitas pembiayaan perumahan, terutama bagi pekerja yang menjadi peserta Tapera.
Sinergi Lembaga untuk Akselerasi Program
Selain penguatan SLIK, OJK juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga terkait. Langkah ini penting agar program 3 Juta Rumah bisa berjalan lebih cepat dan efektif.
1. Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program 3 Juta Rumah
OJK membentuk Satuan Tugas khusus yang akan memfasilitasi kolaborasi antara OJK, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BP Tapera, serta asosiasi pengembang. Tujuannya adalah untuk memastikan koordinasi yang baik dan menyelesaikan hambatan secara cepat.
2. Kewenangan Bank dalam Pemberian KPR bagi MBR
Meskipun program ini digenjot, pemberian KPR bagi MBR tetap menjadi kewenangan masing-masing bank. Bank tetap harus menjalankan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko. Namun, dengan data SLIK yang lebih baik, proses pengambilan keputusan diharapkan bisa lebih cepat dan tepat.
3. Perbaikan Kualitas Data SLIK
OJK terus mendorong bank untuk meningkatkan kualitas data SLIK. Ini mencakup pengkinian data secara berkala dan akurat. Data yang berkualitas tinggi akan membantu bank dalam menilai risiko kredit dengan lebih baik.
Dampak bagi Masyarakat dan Pelaku Industri
Perubahan ini membawa dampak langsung bagi masyarakat, terutama yang ingin memiliki rumah melalui skema KPR. Dengan sistem yang lebih cepat dan data yang lebih akurat, proses pengajuan kredit bisa lebih ringkas dan transparan.
Bagi industri perbankan dan pengembang, kolaborasi ini membuka peluang untuk mempercepat penyaluran kredit dan penjualan unit hunian. Terutama bagi pengembang yang fokus di segmen MBR, akses yang lebih mudah ke data kredit bisa meningkatkan jumlah pembeli potensial.
Tabel Perbandingan Kebijakan SLIK Sebelum dan Sesudah Perubahan
| Aspek | Sebelum Perubahan | Setelah Perubahan |
|---|---|---|
| Batas nominal kredit yang dilaporkan | Semua nominal kredit | Hanya kredit di atas Rp1 juta |
| Waktu pembaruan status pelunasan | Bisa lebih dari 3 hari kerja | Maksimal 3 hari kerja |
| Akses SLIK untuk BP Tapera | Terbatas | Diberikan akses sesuai ketentuan |
Tips untuk Calon Pembeli Rumah
Bagi calon pembeli rumah, khususnya dari kalangan MBR, beberapa hal penting perlu diperhatikan agar proses pengajuan KPR berjalan lancar.
- Pastikan data keuangan pribadi sudah tercatat dengan baik di sistem perbankan.
- Cek riwayat SLIK secara berkala untuk memastikan tidak ada data yang salah.
- Pilih bank yang sudah bekerja sama dengan BP Tapera untuk mempercepat proses.
Disclaimer
Kebijakan dan data yang disebutkan dalam artikel ini berlaku sesuai kondisi hingga April 2026. Aturan dan regulasi bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Program 3 Juta Rumah adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan OJK melalui penguatan SLIK dan sinergi lintas lembaga, harapan ini bisa menjadi kenyataan lebih cepat.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













