Pertumbuhan kredit PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) terus menunjukkan performa solid di awal tahun 2026. Meskipun industri perbankan secara umum mengalami perlambatan, Amar Bank justru mencatatkan kenaikan dua digit dalam penyaluran kreditnya. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan sebesar 9,37% year-on-year (yoy) hingga Februari 2026. Sementara itu, kredit Amar Bank melonjak hingga 31,31% yoy, mencapai total Rp 4,05 triliun.
Fokus Amar Bank pada segmen ritel dan UMKM menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. Permintaan kredit dari kedua segmen ini masih terus tinggi, terutama dari nasabah yang belum sepenuhnya terlayani oleh bank konvensional (unbanked). David Wirawan, SVP Finance Amar Bank, menjelaskan bahwa model bisnis digital berbasis artificial intelligence (AI) dan data analytics turut mempercepat proses penyaluran kredit, sekaligus meningkatkan efisiensi dan akurasi penilaian risiko.
Penyaluran Kredit Amar Bank di Awal 2026
-
Peningkatan Kredit Bruto Menjadi Rp 4,05 Triliun
Pada Februari 2026, kredit bruto Amar Bank mencapai Rp 4,05 triliun, naik 31,31% secara tahunan. Angka ini menunjukkan bahwa bank ini tetap mampu tumbuh meski di tengah tekanan makroekonomi. -
Fokus pada Segmen Ritel dan UMKM
Lebih dari 50% dari total portofolio kredit disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Segmen ini menjadi andalan karena memiliki permintaan yang stabil dan potensi pertumbuhan tinggi. -
Pemanfaatan Teknologi Digital
Amar Bank terus mengembangkan layanan digital seperti Tunaiku dan Amar Bank Bisnis. Kedua platform ini memungkinkan proses pengajuan dan penyaluran kredit berjalan lebih cepat dan efisien, terutama untuk nasabah ritel dan UMKM.
Faktor Pendukung Pertumbuhan Kredit
-
Permintaan Kredit yang Tinggi
Permintaan pembiayaan dari masyarakat, khususnya dari kalangan unbanked, masih tinggi. Ini menjadi salah satu alasan utama pertumbuhan kredit Amar Bank yang konsisten. -
Ekspansi Layanan Pinjaman Digital
Amar Bank terus memperluas layanan digitalnya. Platform seperti Tunaiku dan Amar Bank Bisnis menjadi alat efektif untuk menjangkau lebih banyak nasabah secara cepat dan efisien. -
Manajemen Risiko yang Ketat
Meski tumbuh agresif, Amar Bank tetap menjaga kualitas aset dan portofolio kredit. Bank ini menerapkan sistem manajemen risiko yang mencakup seleksi nasabah, underwriting, hingga pemantauan real-time.
Strategi Amar Bank dalam Menjaga Kualitas Aset
-
Seleksi Nasabah yang Ketat
Amar Bank tidak sembarangan dalam menyalurkan kredit. Setiap nasabah melalui proses seleksi ketat untuk memastikan risiko kredit tetap terkendali. -
Pemantauan Portofolio secara Real-Time
Dengan memanfaatkan teknologi data analytics dan machine learning, bank ini bisa memantau portofolio secara real-time dan mengambil langkah antisipatif jika ditemukan potensi risiko. -
Optimalisasi Proses Penagihan
Proses collection juga dioptimalkan dengan sistem digital yang memungkinkan penagihan lebih cepat dan efisien, sehingga mengurangi risiko kredit macet.
Tantangan dan Risiko yang Diwaspadai
Meski pertumbuhan kredit mencatatkan angka positif, Amar Bank tetap waspada terhadap potensi perlambatan ekonomi yang bisa memengaruhi kualitas kredit. Bank ini menilai bahwa kondisi makroekonomi global dan domestik masih penuh ketidakpastian, terutama terkait inflasi, suku bunga, dan ketegangan geopolitik.
Namun, pengalaman lebih dari satu dekade di industri perbankan menjadi modal berharga bagi Amar Bank untuk tetap bertahan dan tumbuh di tengah berbagai siklus ekonomi. Bank ini tetap optimistis akan pertumbuhan kreditnya hingga pertengahan tahun 2026, selama tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang kuat.
Perbandingan Pertumbuhan Kredit Amar Bank dengan Industri Perbankan Umum
| Parameter | Amar Bank | Industri Perbankan Umum |
|---|---|---|
| Pertumbuhan Kredit (Februari 2026) | 31,31% (yoy) | 9,37% (yoy) |
| Total Kredit | Rp 4,05 triliun | – |
| Fokus Segmen Utama | Ritel dan UMKM | Korporasi dan ritel |
| Teknologi yang Digunakan | AI dan data analytics | Beragam, tergantung bank |
Catatan: Data di atas bersifat estimasi berdasarkan laporan OJK dan pihak Amar Bank per Februari 2026. Angka dapat berubah seiring perkembangan kondisi pasar dan regulasi.
Rencana Ke Depan Amar Bank
Amar Bank berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan kreditnya, terutama di segmen yang belum terlayani secara maksimal. Kolaborasi dalam ekosistem digital, peningkatan adopsi layanan digital, dan perluasan akses pembiayaan menjadi fokus utama ke depan. Namun, semua ekspansi tetap dilakukan dengan prinsip pertumbuhan yang disiplin dan berkelanjutan.
Bank juga terus mengembangkan strategi adaptif terhadap perubahan kondisi makroekonomi. Dengan optimalisasi teknologi dan manajemen risiko yang ketat, Amar Bank siap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas keuangan.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini per Februari 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kondisi makroekonomi serta kebijakan OJK dan pemerintah.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













