Program Keluarga Harapan (PKH) kembali jadi sorotan menjelang pencairan tahap dua April 2026. Bantuan sosial ini rutin dinantikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Setelah penyaluran tahap pertama rampung Maret lalu, waktunya menunggu jadwal cair berikutnya.
Tak hanya soal kapan uangnya masuk, banyak juga yang mencari tahu besaran bantuan hingga cara cek status pencairan. Informasi ini penting biar nggak ketinggalan dan bisa memastikan dana bansos tepat sasaran.
Jadwal Pencairan PKH 2026
Penyaluran PKH tahun ini tetap mengacu pada sistem triwulan seperti biasa. Masing-masing tahap berlangsung selama tiga bulan. Untuk triwulan kedua atau Tahap 2, pencairan dimulai April hingga Juni 2026.
Distribusi dilakukan lewat beberapa saluran resmi. Bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI menjadi mitra utama. Sementara untuk daerah terpencil, PT Pos Indonesia yang mengambil alih proses penyaluran.
Berikut jadwal lengkap penyaluran PKH sepanjang 2026:
| Triwulan | Periode Penyaluran |
|---|---|
| I | Januari – Maret |
| II | April – Juni |
| III | Juli – September |
| IV | Oktober – Desember |
Besaran Bantuan PKH 2026
Setiap kategori penerima mendapat alokasi bantuan berbeda. Besaran ini sudah dibagi rata per tahap. Artinya, dalam setahun ada empat kali penyaluran, dan tiap kali cair sekitar 25% dari total nilai.
Berikut rincian nominal bantuan PKH per kategori di tahun 2026:
-
Ibu hamil
Total: Rp3.000.000
Per tahap: Rp750.000 -
Anak usia dini (0-6 tahun)
Total: Rp3.000.000
Per tahap: Rp750.000 -
Siswa SD
Total: Rp900.000
Per tahap: Rp225.000 -
Siswa SMP
Total: Rp1.500.000
Per tahap: Rp375.000 -
Siswa SMA
Total: Rp2.000.000
Per tahap: Rp500.000 -
Disabilitas berat
Total: Rp2.400.000
Per tahap: Rp600.000 -
Lanjut usia 60 tahun ke atas
Total: Rp2.400.000
Per tahap: Rp600.000 -
Korban pelanggaran HAM berat
Total: Rp10.800.000
Per tahap: Rp2.700.000
Cara Mengecek Bansos PKH
Mau tahu apakah nama masuk dalam daftar penerima atau belum? Ada dua cara utama yang bisa dipakai. Yaitu lewat situs resmi Kemensos atau aplikasi Cek Bansos. Keduanya cukup mudah dan bisa diakses kapan saja.
1. Cek via Situs Resmi Kemensos
Langkah-langkahnya cukup sederhana. Cukup siapkan NIK dan akses internet, lalu ikuti panduan berikut:
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK)
- Isi kode Captcha yang muncul
- Klik tombol “Cari Data”
- Jika terdaftar, sistem akan menampilkan nama dan status penerima
2. Cek via Aplikasi Cek Bansos
Bagi yang lebih nyaman pakai smartphone, aplikasi ini jadi pilihan praktis. Bisa diunduh di Play Store atau App Store.
- Unduh aplikasi “Cek Bansos”
- Buka dan pilih opsi masuk atau daftar
- Jika belum punya akun, lakukan registrasi dulu
- Masuk dengan username dan password
- Pilih menu “Cek Bansos”
- Isi data wilayah dan nama penerima
- Masukkan kode verifikasi
- Klik “Cari Data” dan tunggu hasilnya
Tips Agar Pencairan Bansos Lancar
Agar tidak terjadi kendala saat pencairan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari validasi data hingga keaktifan di aplikasi.
-
Pastikan data kependudukan selalu valid
Kesalahan NIK atau KK bisa menyebabkan gagal verifikasi. -
Aktifkan notifikasi di aplikasi Cek Bansos
Dengan begitu, info terbaru soal pencairan bisa langsung diketahui. -
Kunjungi kantor pos atau bank secara berkala
Terutama bagi yang tinggal di wilayah pelosok atau terpencil. -
Simpan bukti penerimaan bansos
Ini penting sebagai arsip dan antisipasi jika ada klaim di masa depan.
Disclaimer
Informasi yang disajikan bersifat referensi berdasarkan data terkini. Jadwal dan besaran bantuan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Untuk informasi resmi dan akurat, selalu cek langsung situs Kemensos atau hubungi fasilitator terdekat.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













