Harga pangan nasional terus menjadi sorotan, terutama menjelang akhir pekan. Dari berbagai komoditas yang dipantau, dua di antaranya mencuri perhatian karena fluktuasinya yang cukup signifikan. Daging ayam ras segar tercatat di angka Rp41.500 per kilogram, sementara cabai rawit merah melonjak ke level Rp83.100 per kilogram. Angka ini mencerminkan kondisi pasar terkini dan menjadi acuan penting bagi konsumen maupun pelaku usaha.
Data ini dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia. Pemantauan dilakukan pada Minggu pukul 10.10 WIB. Selain ayam dan cabai, sejumlah komoditas pokok lain juga mengalami pergerakan harga yang patut diperhatikan.
Harga Komoditas Pokok Hari Ini
Harga pangan sangat dinamis dan bisa berubah dalam waktu singkat. Faktor cuaca, pasokan, hingga permintaan pasar turut memengaruhi pergerakan harga. Berikut adalah rincian harga beberapa komoditas penting berdasarkan data terbaru dari PIHPS.
1. Harga Daging Ayam Ras Segar
Daging ayam tetap menjadi salah satu komoditas utama dalam kebutuhan rumah tangga. Harga daging ayam ras segar saat ini berada di kisaran Rp41.500 per kilogram. Angka ini tergolong stabil jika dibandingkan pekan sebelumnya, meski tetap cukup tinggi untuk ukuran harga pangan sehari-hari.
2. Cabai Rawit Merah Naik Tajam
Cabai rawit merah mengalami lonjakan harga yang cukup mencolok. Saat ini harganya mencapai Rp83.100 per kilogram. Lonjakan ini biasanya terjadi menjelang musim hujan atau saat pasokan dari daerah produsen terganggu.
3. Cabai Rawit Hijau dan Cabai Merah
Selain cabai rawit merah, komoditas cabai lainnya juga mengalami kenaikan. Cabai rawit hijau tercatat di harga Rp52.950 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing berada di kisaran Rp46.000 dan Rp45.600 per kilogram.
4. Bawang Merah dan Bawang Putih
Bawang merah dan bawang putih juga menjadi komoditas yang cukup fluktuatif. Bawang merah saat ini dijual seharga Rp47.350 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp40.200 per kilogram. Kedua bahan ini sering menjadi penyebab naiknya harga masakan rumahan.
5. Harga Beras Berdasarkan Kualitas
Beras sebagai makanan pokok utama tetap menjadi perhatian utama. Berikut adalah rincian harga beras berdasarkan kualitasnya:
| Kualitas Beras | Harga per kg (Rp) |
|---|---|
| Beras kualitas bawah I | 14.500 |
| Beras kualitas bawah II | 14.550 |
| Beras kualitas medium I | 16.050 |
| Beras kualitas medium II | 15.900 |
| Beras kualitas super I | 17.300 |
| Beras kualitas super II | 16.850 |
6. Daging Sapi Kualitas I dan II
Daging sapi tetap menjadi komoditas premium. Harga daging sapi kualitas I mencapai Rp147.650 per kilogram, sedangkan kualitas II dijual seharga Rp139.950 per kilogram. Harga ini biasanya lebih tinggi di wilayah perkotaan karena biaya distribusi yang lebih besar.
7. Gula Pasir dan Minyak Goreng
Gula pasir premium dijual seharga Rp20.150 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal lebih murah sedikit, yaitu Rp19.100 per kilogram. Minyak goreng curah saat ini berada di harga Rp20.100 per liter. Untuk minyak goreng kemasan bermerek, harga bervariasi tergantung merek dan kemasan.
| Jenis Minyak Goreng | Harga per liter (Rp) |
|---|---|
| Minyak goreng curah | 20.100 |
| Minyak goreng kemasan merek I | 23.250 |
| Minyak goreng kemasan merek II | 22.350 |
8. Telur Ayam Ras
Telur ayam ras, yang sering menjadi indikator stabilitas harga pangan, saat ini dijual seharga Rp32.550 per kilogram. Harga ini bisa berubah tergantung musim dan ketersediaan pasokan dari peternak lokal.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Pangan
Harga pangan tidak hanya ditentukan oleh pasok dan permintaan. Ada beberapa faktor lain yang turut berperan, seperti:
1. Musim Panen
Musim hujan atau kemarau dapat memengaruhi hasil panen petani. Saat panen kurang lancar, harga cenderung naik.
2. Biaya Distribusi
Wilayah yang sulit dijangkau atau terpapar cuaca buruk biasanya mengalami kenaikan harga karena biaya transportasi yang lebih tinggi.
3. Kebijakan Pemerintah
Kebijakan impor, subsidi, hingga intervensi pasar juga dapat memengaruhi harga komoditas secara langsung.
4. Inflasi dan Nilai Tukar
Inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar juga turut memengaruhi harga barang, termasuk pangan yang sebagian berasal dari impor.
Tips Menghadapi Kenaikan Harga Pangan
Menghadapi fluktuasi harga pangan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar pengeluaran tetap terjaga:
1. Belanja Secara Bijak
Pilih waktu belanja saat harga cenderung stabil, dan hindari belanja mendadak saat harga sedang naik.
2. Manfaatkan Pasar Alternatif
Belanja di pasar tradisional atau melalui aplikasi belanja online bisa memberikan pilihan harga yang lebih bervariasi.
3. Simpan Bahan Makanan dengan Benar
Menyimpan bahan makanan secara tepat bisa mengurangi pembelian ulang akibat cepat rusak.
4. Gunakan Bahan Substitusi
Jika harga suatu komoditas naik, coba ganti dengan bahan pengganti yang lebih terjangkau namun bernutrisi seimbang.
Disclaimer
Harga yang tercantum dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar setempat. Data diambil dari sumber resmi PIHPS Nasional dan hanya berlaku sebagai informasi umum. Pembaca disarankan untuk memverifikasi kembali harga terkini di wilayah masing-masing sebelum melakukan pembelian.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













