Nasional

Penerapan Ekonomi Sirkular Melalui Inovasi Teknologi dan Kolaborasi Komunitas Tahun 2026

Fadhly Ramadan
×

Penerapan Ekonomi Sirkular Melalui Inovasi Teknologi dan Kolaborasi Komunitas Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Penerapan Ekonomi Sirkular Melalui Inovasi Teknologi dan Kolaborasi Komunitas Tahun 2026

Ilustrasi penerapan ekonomi sirkular kini semakin terlihat nyata di tengah industri energi. Pertamina Patra Niaga, salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero), terus menggelar berbagai inovasi yang tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional, tetapi juga pada dampak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu capaian nyata terjadi di Integrated Terminal (IT) Surabaya, yang berhasil meraih predikat dari Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penghargaan ini bukan datang begitu saja. IT Surabaya meraihnya melalui dua program yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular. Program tersebut tidak hanya mengubah cara kerja internal perusahaan, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai mitra dalam menjaga lingkungan. Dua program itu adalah Eco Inovasi Penerimaan FAME dan program pemberdayaan masyarakat Lentera Pagesangan.

Inovasi Operasional Menuju Ekonomi Sirkular

Penerapan ekonomi sirkular bukan sekadar konsep teori. Di lapangan, itu harus terwujud dalam bentuk tindakan konkret yang mengurangi limbah, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan nilai baru dari sumber daya yang ada. Program Eco Inovasi Penerimaan FAME di IT Surabaya adalah contoh nyata bagaimana inovasi teknologi bisa mendukung prinsip ini.

1. Penerimaan FAME Melalui Jalur Pipa

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga menerima FAME (Fatty Acid Methyl Ester) menggunakan truk tangki. Sistem ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan dan lingkungan. Dengan inovasi ini, perusahaan beralih ke penerimaan langsung dari melalui jalur pipa.

ini membawa sejumlah manfaat langsung. Efisiensi operasional meningkat, risiko kecelakaan kerja berkurang, dan emisi karbon juga turun secara signifikan. Dari sisi lingkungan, global warming potential bisa dikurangi hingga 45,6 persen.

2. Pengurangan Dampak Lingkungan

Dengan sistem pipa, tidak ada lagi kebocoran atau tumpahan yang biasa terjadi saat menggunakan truk tangki. Ini mengurangi potensi pencemaran tanah dan air. Selain itu, penggunaan jalur pipa juga mengurangi kebutuhan armada transportasi, sehingga menekan emisi rumah kaca.

Inovasi ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam proses operasional bisa berdampak besar pada keberlanjutan lingkungan. Dan yang lebih penting, itu sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang menekankan pada penggunaan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan.

Pemberdayaan Masyarakat Menuju Keberlanjutan

Selain inovasi teknologi, Pertamina Patra Niaga juga fokus pada pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem keberlanjutan. Program Lentera Pagesangan adalah salah satu wujud nyata dari komitmen ini. Program ini lahir dari Gerakan Balik Kanan, yang mengajak masyarakat untuk melihat limbah dan sungai bukan sebagai masalah, tetapi sebagai sumber daya yang bisa dikelola secara produktif.

1. Pengelolaan Limbah Domestik Berbasis Masyarakat

Masyarakat sekitar Sungai Pagesangan dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan limbah cair domestik. Mereka menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi Pengolahan Air Sungai (IPAS) yang dirancang sederhana namun efektif.

Salah satu elemen unik dari program ini adalah penggunaan eceng gondok sebagai filter alami. Eceng gondok yang biasanya dianggap gulma justru menjadi alat pengolahan limbah yang efisien. Ini adalah contoh nyata dari prinsip ekonomi sirkular: mengubah limbah menjadi nilai.

2. Dampak Lingkungan dan Sosial

Dari sisi lingkungan, program ini memberikan hasil yang cukup signifikan. Setiap tahunnya, program ini berhasil menghemat air sebanyak 345,21 m³, memanfaatkan 83 kg sampah organik, dan menghemat biaya pengolahan air sebesar Rp911.418. Angka ini mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya berkelanjutan dan terus berkembang.

Dari sisi sosial, program ini melibatkan sekitar 1.141 orang, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari solusi. Masyarakat belajar mengelola sumber daya mereka sendiri, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian lokal.

Sinergi Inovasi dan Kolaborasi

Keberhasilan program-program ini tidak terlepas dari sinergi antara inovasi teknologi dan kolaborasi dengan masyarakat. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan bahwa perubahan lingkungan dimulai dari tingkat komunitas. Kolaborasi yang kuat memungkinkan masyarakat mengelola sumber daya mereka secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Tabel berikut merangkum dampak nyata dari program Lentera Pagesangan:

Indikator Hasil Tahunan
Penghematan air 345,21 m³
Pemanfaatan sampah organik 83 kg
Efisiensi biaya pengolahan air Rp911.418
Jumlah penerima manfaat ±1.141 orang

Program ini menunjukkan bahwa keberlanjutan lingkungan tidak bisa dicapai hanya dengan teknologi. Keterlibatan masyarakat sebagai agen perubahan adalah kunci utama. Mereka yang tinggal di sekitar sumber daya alam adalah pihak yang paling tahu kebutuhan dan tantangan lingkungan di wilayah mereka.

Menuju Ekosistem yang Lebih Bersih dan Produktif

Melalui kombinasi inovasi operasional dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Program-program seperti Eco Inovasi FAME dan Lentera Pagesangan adalah bukti bahwa prinsip ekonomi sirkular bisa diterapkan di lapangan, dengan hasil yang nyata dan berdampak luas.

Perusahaan tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga pada nilai-nilai sosial dan lingkungan. Dengan pendekatan yang holistik, Pertamina Patra Niaga membuka bagi model yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Disclaimer

Data dan pencapaian yang disebutkan dalam artikel ini bersifat informatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi operasional dan lingkungan. Informasi ini diambil dari sumber internal Pertamina Patra Niaga dan dapat berbeda dengan data aktual terbaru.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.