Nasional

Strategi SMBR Raih Tata Kelola Level 4 di ASEAN pada 2026 dengan Fokus Integritas dan Transparansi

Danang Ismail
×

Strategi SMBR Raih Tata Kelola Level 4 di ASEAN pada 2026 dengan Fokus Integritas dan Transparansi

Sebarkan artikel ini
Strategi SMBR Raih Tata Kelola Level 4 di ASEAN pada 2026 dengan Fokus Integritas dan Transparansi

Predikat Very Good atau Level 4 dalam ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) kembali diraih oleh PT Semen Baturaja (Persero) Tbk alias SMBR. Prestasi ini menunjukkan bahwa perusahaan terus konsisten menjaga pilar-pilar tata kelola perusahaan yang baik, alias GCG.

Skor yang diraih SMBR mencapai 94,56, naik dari 92,84 di tahun sebelumnya. Artinya, ada peningkatan sebesar 1,72 poin secara year-on-year. Angka ini bahkan melampaui rata-rata skor Big Cap company di ASEAN yang berada di angka 82,60. Dengan pencapaian ini, SMBR tidak hanya mempertahankan eksistensinya sebagai perusahaan dengan tata kelola kuat, tapi juga memperkokoh citra profesional di kancah regional.

Strategi Inti SMBR Raih dan Pertahankan Level 4 ACGS

Untuk bisa mencatatkan prestasi seperti ini, dibutuhkan strategi matang dan jangka panjang. SMBR tidak hanya sekadar memenuhi kriteria, tapi juga terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem secara berkelanjutan. Ada beberapa langkah penting yang dilakukan perusahaan agar bisa tetap berada di level atas.

1. Penguatan Aspek Keberlanjutan dan Ketangguhan

Fokus utama SMBR dalam meningkatkan skor ACGS adalah penguatan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Ini bukan sekadar istilah modis, tapi sudah menjadi bagian dari operasional . Misalnya, pengelolaan risiko lingkungan, keterlibatan stakeholder, hingga peran aktif dewan komisaris dalam pengawasan isu keberlanjutan.

2. Transparansi Laporan dan Pengungkapan Informasi

Transparansi menjadi salah satu nilai inti yang dijunjung tinggi oleh SMBR. Perusahaan memastikan bahwa semua informasi penting disampaikan secara jelas dan tepat waktu kepada publik. Termasuk keuangan, struktur organisasi, hingga kebijakan tata kelola yang diterapkan.

3. Peningkatan Kualitas Dewan dan Komite

Struktur kepemimpinan yang solid turut mendukung pencapaian ini. SMBR memastikan bahwa anggota dewan dan komite memiliki integritas tinggi, kompetensi yang relevan, serta independensi dalam pengambilan keputusan. Hal ini membantu menjaga objektivitas dalam proses pengawasan dan arah strategis perusahaan.

4. Implementasi Teknologi dalam Tata Kelola

tidak hanya digunakan dalam produksi, tapi juga dalam tata kelola internal. SMBR mengadopsi sistem informasi untuk mempercepat distribusi informasi, meminimalkan kesalahan administratif, dan memperkuat kontrol internal. Ini membantu efisiensi dan akurasi dalam pelaporan.

5. Evaluasi Internal dan Rekomendasi Berkelanjutan

Setiap tahun, SMBR melakukan audit internal dan mengevaluasi rekomendasi dari lembaga penilaian. Hasilnya kemudian ditindaklanjuti secara bertahap. Proses ini memastikan bahwa setiap kekurangan bisa segera diperbaiki dan setiap potensi peningkatan dimaksimalkan.

Faktor Pendukung Kinerja Tata Kelola SMBR

Selain lima langkah strategis di atas, ada beberapa faktor pendukung yang turut berkontribusi terhadap pencapaian ini. Semua elemen ini saling terhubung dan membentuk ekosistem tata kelola yang kokoh.

Budaya Integritas dan Etika Kerja

Integritas menjadi fondasi utama dalam setiap keputusan dan aktivitas di SMBR. Perusahaan menjalankan program etika kerja yang tidak hanya bersifat formal, tapi juga diwujudkan dalam budaya organisasi sehari-hari. Nilai-nilai ini ditanamkan dari level tertinggi hingga ke pegawai lapangan.

Komunikasi Efektif dengan Stakeholder

Keterlibatan aktif dengan para pemangku kepentingan, baik investor, regulator, masyarakat lokal, maupun mitra bisnis, menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan. SMBR membangun komunikasi dua arah yang responsif dan informatif.

Kepatuhan terhadap Regulasi Nasional dan Internasional

Sebagai perusahaan publik, SMBR wajib memenuhi standar tata kelola yang ditetapkan (OJK) dan prinsip-prinsip internasional seperti OECD. Keselarasan ini membuat perusahaan siap bersaing di pasar modal global.

Data Skor ACGS SMBR vs Rata-Rata Big Cap ASEAN

Parameter SMBR 2025 Rata-Rata Big Cap ASEAN
Skor Total 94,56 82,60
Kenaikan YoY +1,72
Predikat Very Good (Level 4)

ini menunjukkan bahwa SMBR tidak hanya unggul dalam skala nasional, tapi juga mampu bersaing di level regional. Posisi ini memberikan keuntungan tersendiri dalam menarik investor asing dan memperluas akses permodalan.

Tantangan Ke Depan dalam Tata Kelola Perusahaan

Meski telah meraih pencapaian gemilang, tantangan ke depan tetap ada. Perubahan regulasi, dinamika pasar global, dan harapan investor yang terus meningkat menjadi tantangan yang harus diwaspadai. Namun, dengan fondasi tata kelola yang kuat, SMBR diyakini mampu menghadapi semua itu dengan baik.

Perusahaan juga berkomitmen untuk terus menyempurnakan praktik tata kelola, termasuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi hasil asesmen sebagai bagian dari upaya peningkatan berkelanjutan. Langkah ini penting agar tidak hanya bertahan, tapi juga terus berkembang di tengah persaingan yang ketat.

Harapan dan Prospek Jangka Panjang

Dengan reputasi tata kelola yang solid, SMBR punya peluang besar untuk meningkatkan daya tarik bagi investor institusional. Selain itu, pencapaian ini juga membuka ruang bagi ekspansi bisnis ke pasar regional atau bahkan global. Citra perusahaan yang transparan dan akuntabel menjadi aset tak ternilai dalam membangun trust jangka panjang.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari hasil resmi penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard 2025. Angka dan kondisi bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan internal maupun perusahaan.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.