Nasional

Daftar Harga LPG Subsidi dan Nonsubsidi Terbaru April 2026 yang Perlu Diketahui

Herdi Alif Al Hikam
×

Daftar Harga LPG Subsidi dan Nonsubsidi Terbaru April 2026 yang Perlu Diketahui

Sebarkan artikel ini
Daftar Harga LPG Subsidi dan Nonsubsidi Terbaru April 2026 yang Perlu Diketahui

Harga LPG atau di Indonesia kembali menjadi sorotan, terutama jelang bulan . Banyak kalangan masyarakat yang sempat khawatir dengan kabar beredar soal kenaikan elpiji. Namun, kabar terkini dari PT Pertamina (Persero) menyebutkan bahwa harga LPG subsidi dan nonsubsidi masih tetap stabil, alias tidak mengalami kenaikan.

Tak hanya menepis isu kenaikan harga, Pertamina juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak terpancing dengan informasi yang belum tentu valid. Pasalnya, harga resmi LPG yang berlaku saat ini masih mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan . Ini berlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia, meskipun terkadang masih ada variasi harga di tergantung lokasi dan pengecer.

Harga LPG Subsidi April 2026

Gas elpiji subsidi atau yang biasa dikenal dengan sebutan “gas melon” tetap berada dalam kisaran harga yang terjangkau. Harga ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga berpenghasilan rendah. Meski begitu, distribusinya tetap harus melalui jalur yang telah ditentukan agar tidak disalahgunakan.

1. Harga Gas Elpiji 3 Kg

Gas elpiji ukuran kg masih dijual dengan harga berkisar antara Rp19.000 hingga Rp22.000 per tabung. Kisaran harga ini berlaku di berbagai wilayah di Indonesia dan sudah termasuk dalam ketentuan HET. Gas ini umumnya dijual di warung, toko kelontong, atau agen penyalur resmi yang tersebar di pelosok.

2. Ketersediaan Gas Subsidi

Pemerintah terus memastikan ketersediaan gas subsidi tetap terjaga. Masyarakat yang membutuhkan gas ini bisa mengaksesnya melalui agen resmi atau pangkalan terdekat. Namun, tetap perlu diingat bahwa gas subsidi hanya boleh digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, bukan untuk usaha komersial.

Harga LPG Nonsubsidi April 2026

Berbeda dengan gas subsidi, LPG nonsubsidi biasanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga menengah ke atas atau kebutuhan komersial. Harga LPG nonsubsidi cenderung lebih tinggi karena tidak mendapat subsidi dari pemerintah.

1. Harga Gas Elpiji 5,5 Kg

Gas elpiji ukuran 5,5 kg saat ini dijual dengan harga antara Rp90.000 hingga Rp110.000 per tabung. Harga ini berlaku di berbagai pengecer resmi maupun pangkalan gas. Meskipun tidak mendapat subsidi, gas ini tetap menjadi pilihan banyak orang karena lebih dan tahan lebih lama dibandingkan ukuran 3 kg.

2. Harga Gas Elpiji 12 Kg

Untuk kebutuhan rumah tangga besar atau usaha kuliner, gas elpiji 12 kg menjadi pilihan utama. Harga tabung ini berkisar antara Rp192.000 hingga Rp212.000. Gas ini biasanya digunakan di restoran, katering, atau rumah makan yang membutuhkan konsumsi gas lebih besar.

Perbandingan Harga LPG Berdasarkan Jenis dan Ukuran

Berikut adalah rincian harga LPG berdasarkan jenis dan ukuran yang berlaku per April 2026:

Jenis LPG Ukuran Harga (Per Tabung)
Subsidi 3 kg Rp19.000 – Rp22.000
Nonsubsidi 5,5 kg Rp90.000 – Rp110.000
Nonsubsidi 12 kg Rp192.000 – Rp212.000

Tips Memilih dan Menggunakan LPG dengan Aman

Meskipun harga tetap, penggunaan LPG tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Keamanan menjadi hal utama yang tidak boleh diabaikan, terutama karena gas ini mudah terbakar.

1. Pastikan Tabung dalam Kondisi Baik

Sebelum membeli, pastikan tabung tidak mengalami kerusakan seperti karat, bocor, atau katup yang longgar. Tabung yang rusak bisa berisiko tinggi saat digunakan.

2. Gunakan Regulator Standar SNI

Regulator atau alat pengatur tekanan gas harus menggunakan produk yang bersertifikat SNI. Ini untuk mencegah kebocoran dan menjaga tekanan gas tetap stabil.

3. Simpan di Tempat Kering dan Terbuka

Tabung gas sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi baik. Hindari menyimpan di dalam ruangan tertutup, karena jika terjadi kebocoran, gas bisa terakumulasi dan berbahaya.

4. Lakukan Pengecekan Rutin

Lakukan pengecekan secara berkala terhadap selang gas, kompor, dan regulator. Ganti komponen yang sudah aus atau rapuh untuk mencegah risiko kebocoran.

Peran Distribusi dalam Stabilitas Harga

Salah satu faktor yang membuat harga LPG tetap stabil adalah distribusi yang terjaga. Pertamina dan anak perusahaannya terus memastikan bahwa pasokan gas bisa mencapai seluruh pelosok wilayah Indonesia. Termasuk daerah terpencil yang sebelumnya kerap mengalami kelangkaan.

Dengan sistem distribusi yang baik, diharapkan tidak terjadi lonjakan harga di tengah masyarakat. Selain itu, pengawasan terhadap penyalahgunaan gas subsidi juga terus diperketat agar tidak terjadi penyimpangan penggunaan.

Kesadaran Masyarakat dalam Menggunakan LPG

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan harga dan distribusi LPG. Salah satunya dengan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ketika masyarakat terlalu memborong gas, ini bisa menciptakan kelangkaan sesaat dan memicu kenaikan harga di tingkat eceran.

Selain itu, penggunaan LPG juga harus sesuai dengan ketentuan. Gas subsidi hanya boleh digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Jika digunakan untuk usaha komersial, maka seharusnya beralih ke LPG nonsubsidi.

Penutup

Harga LPG baik subsidi maupun nonsubsidi per April 2026 masih berada dalam kisaran yang stabil. Ini menunjukkan bahwa pemerintah dan Pertamina terus berupaya menjaga ketersediaan dan harga energi tetap terjangkau untuk masyarakat.

Namun, tetap penting untuk diingat bahwa harga ini bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah, fluktuasi harga minyak mentah global, dan faktor eksternal lainnya. Maka dari itu, selalu pastikan informasi harga diambil dari sumber resmi seperti laman Pertamina atau agen penyalur terpercaya.

Disclaimer: Harga LPG bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Data di atas bersifat referensi berdasarkan informasi resmi per April 2026.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.