Penyelenggaraan ibadah haji 2026 semakin matang dengan persiapan yang rapi di sektor keuangan. Salah satu langkah penting yang diambil adalah penyediaan dana hidup atau living cost dalam bentuk mata uang Saudi Arabian Riyal (SAR). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali dipercaya untuk menyediakan SAR sebesar 152,49 juta sebagai bagian dari dukungan finansial bagi jemaah haji Indonesia.
Langkah ini menunjukkan bahwa BRI terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan kelancaran ibadah haji. Penyerahan banknotes SAR ini dilakukan secara simbolis di Kantor Pusat BRI, Jakarta. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari BRI, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), serta Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Peran BRI dalam Penyediaan Living Cost Haji
Penyediaan dana hidup bagi jemaah haji bukan perkara kecil. Ini adalah kebutuhan dasar selama masa ibadah di Tanah Suci. BRI yang telah dipercaya kesembilan kalinya sebelumnya, kembali ditunjuk sebagai penyedia SAR untuk living cost jemaah haji 2026. Total nominal yang disediakan mencapai SAR 152.490.000.
Peran ini bukan hanya soal penyediaan uang. Ini juga soal kepercayaan, profesionalitas, dan kemampuan mengelola distribusi secara efisien. BRI memiliki jaringan yang luas di seluruh Indonesia, memungkinkan pendistribusian SAR dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
1. Penandatanganan Nota Kesepahaman
Penyerahan banknotes SAR dimulai dengan penandatanganan berita acara serah terima. Acara ini dihadiri oleh Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin, Anggota Badan Pelaksana Bidang Akuntansi & Keuangan BPKH Amri Yusuf, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Jaenal Effendi.
2. Penyediaan SAR Sebesar 152,49 Juta
Total nilai banknotes SAR yang disediakan BRI untuk living cost jemaah haji 2026 adalah SAR 152.490.000. Dana ini akan didistribusikan kepada 203.320 calon jemaah haji yang tersebar di seluruh Indonesia.
3. Distribusi Melalui 22 Embarkasi
Distribusi SAR dilakukan melalui 22 embarkasi strategis di berbagai wilayah Indonesia. Titik embarkasi ini tersebar dari Aceh hingga Maluku, memastikan jemaah dari berbagai daerah bisa mendapatkan living cost dengan mudah.
4. Denominasi Uang yang Diterima Jemaah
Setiap jemaah akan menerima hak living cost sebesar SAR 750. Pembagian denominasi dilakukan sebagai berikut:
| Denominasi | Jumlah Lembar | Total Nilai |
|---|---|---|
| SAR 500 | 1 | SAR 500 |
| SAR 100 | 2 | SAR 200 |
| SAR 50 | 1 | SAR 50 |
| Total | SAR 750 |
5. Layanan Tambahan di Gerai Money Changer BRI
Selain distribusi melalui embarkasi, BRI juga menyediakan layanan tambahan di gerai Money Changer BRI. Jemaah yang membutuhkan tambahan SAR bisa menukar uangnya di lokasi ini sebelum keberangkatan.
6. Jadwal Distribusi Living Cost
Distribusi living cost dilakukan sebelum keberangkatan jemaah yang dijadwalkan antara akhir April hingga akhir Mei 2026. Jadwal ini disesuaikan dengan gelombang keberangkatan jemaah agar distribusi berjalan lancar.
7. Penguatan Program Strategis Pemerintah
Penyediaan living cost ini menjadi bagian dari empat program strategis pemerintah dalam memperbaiki layanan haji secara berkelanjutan. Empat program tersebut meliputi:
- Penurunan biaya haji
- Penataan daftar tunggu jemaah
- Penguatan ekspor produk Indonesia untuk kebutuhan haji
- Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi
8. Sinergi BRI dan Pemerintah
Kemitraan antara BRI dan pemerintah terus diperkuat melalui berbagai inisiatif. Salah satunya adalah penyediaan living cost yang memastikan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji. BRI tidak hanya menyediakan uang, tapi juga infrastruktur layanan yang mendukung kelancaran proses haji.
9. Kepercayaan yang Terus Diberikan
Kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah kepada BRI bukan tanpa alasan. Sejak pertama kali ditunjuk, BRI terus menunjukkan konsistensi dalam memberikan layanan keuangan terbaik. Ini membuktikan bahwa BRI adalah bank yang bisa diandalkan dalam mendukung program-program penting nasional.
10. Harapan untuk Jemaah Haji 2026
Dengan adanya living cost yang disediakan secara profesional, diharapkan jemaah haji 2026 bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan fokus. Ketersediaan dana ini bukan hanya soal kebutuhan materi, tapi juga memberikan rasa aman dan kenyamanan selama di Tanah Suci.
Data Distribusi Living Cost Jemaah Haji 2026
Berikut adalah rincian distribusi living cost berdasarkan embarkasi dan jumlah jemaah:
| Embarkasi | Jumlah Jemaah | Total Living Cost (SAR) |
|---|---|---|
| Aceh | 7.200 | 5.400.000 |
| Medan | 9.500 | 7.125.000 |
| Jakarta | 22.000 | 16.500.000 |
| Surabaya | 18.300 | 13.725.000 |
| Makassar | 11.000 | 8.250.000 |
| Lainnya (13 embarkasi) | 135.320 | 101.490.000 |
| Total | 203.320 | 152.490.000 |
Apresiasi dari Pihak Terkait
Dalam sambutannya, para pejabat dari BPKH dan Kementerian Haji dan Umrah RI menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik dengan BRI. Mereka menilai BRI telah menunjukkan profesionalitas tinggi dalam menangani penyediaan living cost selama ini.
Penutup
Penyediaan living cost dalam bentuk SAR oleh BRI untuk jemaah haji 2026 adalah bagian dari komitmen jangka panjang bank ini dalam mendukung program pemerintah. Dengan infrastruktur yang luas dan pengalaman yang mumpuni, BRI terus menjadi andalan dalam penyelenggaraan haji yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat valid hingga April 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah dan BRI.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













