Finansial

Penjualan Saham BBCA oleh Investor Asing Capai 1,2 Miliar di Tengah Pelemahan Sektor Perbankan Besar Tanggal 9 April 2026

Danang Ismail
×

Penjualan Saham BBCA oleh Investor Asing Capai 1,2 Miliar di Tengah Pelemahan Sektor Perbankan Besar Tanggal 9 April 2026

Sebarkan artikel ini
Penjualan Saham BBCA oleh Investor Asing Capai 1,2 Miliar di Tengah Pelemahan Sektor Perbankan Besar Tanggal 9 April 2026

besar alias big banks kembali melemah pada perdagangan Kamis (9/4/2026). Sentimen negatif ini dipicu oleh tekanan jual dari investor asing yang terus berlangsung sepanjang sesi perdagangan. Saham- pelat merah pun kompak berada di zona merah, dengan BBCA menjadi yang paling banyak dijual bersih oleh investor luar negeri.

BBCA ditutup pada harga Rp 6.475 per saham, turun 4,07% dari sebelumnya. Saham BMRI juga ikut terpuruk, tercatat di level Rp 4.570 atau minus 2,14%. BBNI dan BBRI masing-masing ditutup di Rp 3.710 (turun 1,85%) dan Rp 3.280 (turun 1,80%). Semua saham big four ini mencatat net sell dari foreign investor, dengan bersih jual BBCA mencapai Rp 611 miliar.

Tekanan Asing dan Pelemahan Rupiah Jadi Penyebab

Pelemahan saham big banks kali ini tidak datang dari kekosongan. Ada beberapa faktor yang berkontribusi langsung terhadap sentimen negatif di sektor perbankan. Salah satunya adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada Kamis (9/4/2026), rupiah melemah 0,46% menjadi Rp 17.090 per dolar.

asing pun ikut terpengaruh. Adrian Djie dari Kiwoom Sekuritas menyebut bahwa depresiasi rupiah membuat investor asing lebih hati-hati. Mereka cenderung menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum kembali masuk pasar.

Jika rupiah terus melemah, langkah antisipatif dari Bank Indonesia bisa saja terjadi. Salah satunya adalah penyesuaian BI Rate. Meski langkah ini bisa menahan laju inflasi, dampaknya juga bisa memperlambat pertumbuhan kredit dan meningkatkan NPL bank.

1. Pengaruh Geopolitik dan Isu Global Lainnya

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga menjadi faktor yang tak bisa diabaikan. Ketidakpastian global ini membuat investor lebih selektif dalam menempatkan modalnya, termasuk di pasar saham Indonesia. Saham big banks, yang biasanya dianggap aman, pun ikut terkena imbasnya.

2. Isu MSCI dan Peringkat Kredit

Isu penilaian dari lembaga pemeringkat global seperti MSCI juga menjadi perhatian. Penilaian ini bisa memengaruhi alokasi dana dari investor asing. Jika peringkat suatu saham atau indeks turun, biasanya akan terjadi penarikan dana dari pasar tersebut.

3. Tantangan Makroekonomi Domestik

Di sisi makroekonomi domestik, tekanan dari sisi inflasi dan juga menjadi tantangan. Jika inflasi naik terus, BI akan dituntut untuk mengambil langkah tegas. Ini bisa berdampak pada kinerja sektor perbankan, terutama dalam hal pertumbuhan kredit.

Perbandingan Performa Saham Big Banks Kamis (9/4/2026)

Emiten Harga Penutupan % Change Net Foreign
BBCA Rp 6.475 -4,07% Sell Rp 611 M
BMRI Rp 4.570 -2,14% Sell
BBNI Rp 3.710 -1,85% Sell
BBRI Rp 3.280 -1,80% Sell

1. Proyeksi Saham Big Banks Minggu Ini

Adrian Djie memperkirakan tekanan terhadap saham big banks masih akan berlangsung sepekan ke depan. Investor asing diprediksi akan terus menahan diri sampai ada kejelasan dari berbagai sentimen global dan lokal.

2. Rekomendasi untuk Investor

Bagi investor jangka pendek, saham big banks saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penguatan. Namun, bagi investor jangka panjang, ini bisa menjadi peluang untuk membangun posisi saham dengan valuasi lebih menarik.

3. Strategi Bank Menghadapi Tekanan

Bank-bank besar juga tidak tinggal diam. Mereka terus memperkuat struktur , meningkatkan efisiensi operasional, dan mengembangkan bisnis non-bunga untuk mengimbangi tekanan dari sisi kredit.

Sentimen Pasar dan Proyeksi IHSG

Meski saham big banks melemah, IHSG secara keseluruhan masih menunjukkan rebound ke level 7.307. Analis menyebut bahwa sentimen pasar masih bisa berubah tergantung perkembangan rupiah, isu global, dan kebijakan BI ke depan.

Investor pun disarankan untuk tetap waspada dan tidak terjebak emosi saat harga saham turun dalam jangka pendek. Pasar saham selalu punya siklus, dan koreksi bisa jadi peluang jika dikelola dengan tepat.

Disclaimer

dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu- tanpa pemberitahuan sebelumnya. Keputusan investasi sebaiknya diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek risiko dan kondisi pasar secara menyeluruh.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.