PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan pencapaian keuangan yang solid di tahun 2025. Perusahaan pembiayaan anak usaha Bank BRI ini berhasil meraih laba tahun berjalan sebesar Rp90,88 miliar. Meski demikian, angka tersebut mengalami sedikit penurunan jika dibandingkan dengan laba tahun 2024 yang mencapai Rp103,90 miliar, atau turun sekitar 12,53% secara year-on-year (YoY).
Penurunan laba ini sejalan dengan kontraksi total pendapatan yang tercatat sebesar Rp1,23 triliun, turun 12,76% dari sebelumnya Rp1,41 triliun. Meski mengalami penurunan, pencapaian ini tetap menunjukkan bahwa BRI Finance mampu menjaga kinerja operasionalnya di tengah dinamika pasar yang kompetitif.
Pendapatan BRI Finance Terdiri dari Berbagai Sumber
Struktur pendapatan BRI Finance cukup diversifikasi, berasal dari berbagai segmen pembiayaan dan layanan keuangan. Pendapatan utama berasal dari pembiayaan multiguna yang mencatatkan angka Rp546,57 miliar. Diikuti oleh pendapatan sewa operasi sebesar Rp375,74 miliar dan pendapatan pembiayaan investasi senilai Rp175,91 miliar.
- Pendapatan pembiayaan modal kerja mencapai Rp13,30 miliar
- Pendapatan bunga tercatat sebesar Rp11 miliar
- Keuntungan penjualan aset sewa operasi mencapai Rp46,11 miliar
- Pendapatan komisi mencatatkan angka Rp943 juta
- Pendapatan lain-lain menyumbang Rp62,57 miliar
Pengeluaran Turun, Namun Tetap Terkendali
Di sisi pengeluaran, total beban BRI Finance juga mengalami penurunan sebesar 12,59% YoY, dari Rp1,27 triliun menjadi Rp1,11 triliun. Penurunan ini menunjukkan efisiensi biaya yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasionalnya.
- Beban pendanaan menjadi komponen terbesar, mencapai Rp335,30 miliar
- Diikuti oleh beban depresiasi dan amortisasi sebesar Rp293,58 miliar
- Beban gaji dan tunjangan karyawan mencapai Rp198,96 miliar
Kekayaan dan Struktur Keuangan Perusahaan
Total ekuitas BRI Finance hingga akhir Desember 2025 mencapai Rp1,51 triliun, naik 6,33% dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1,42 triliun. Kenaikan ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap menjaga stabilitas modalnya meski laba sedikit terkoreksi.
Sementara itu, total liabilitas perusahaan mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 37,6% YoY, dari Rp6,25 triliun menjadi Rp3,90 triliun. Penurunan ini berdampak pada total liabilitas dan ekuitas yang tercatat sebesar Rp5,41 triliun di akhir tahun 2025.
Rincian Struktur Keuangan BRI Finance 2025
| Komponen Keuangan | Nilai (Rp) | Perubahan YoY |
|---|---|---|
| Total Pendapatan | 1,23 triliun | -12,76% |
| Total Beban | 1,11 triliun | -12,59% |
| Laba Tahun Berjalan | 90,88 miliar | -12,53% |
| Total Ekuitas | 1,51 triliun | +6,33% |
| Total Liabilitas | 3,90 triliun | -37,6% |
| Total Aset | 5,41 triliun | -29,46% |
Aset Turun, Tapi Stabilitas Masih Terjaga
Total aset BRI Finance tercatat sebesar Rp5,41 triliun, turun 29,46% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp7,67 triliun. Penurunan ini bisa jadi mencerminkan strategi perusahaan dalam mengatur portofolio aset agar lebih efisien dan responsif terhadap kondisi pasar.
Meskipun aset berkurang, struktur keuangan perusahaan tetap menunjukkan keseimbangan. Penurunan liabilitas yang lebih besar dari aset menunjukkan bahwa BRI Finance berhasil mengurangi ketergantungan pada pendanaan eksternal.
Strategi Jangka Pendek dan Tantangan Ke Depan
Dalam laporan keuangan yang dirilis, tidak disebutkan secara rinci strategi jangka pendek BRI Finance. Namun, melihat komposisi pendapatan yang mayoritas berasal dari pembiayaan multiguna dan sewa operasi, perusahaan tampak fokus mempertahankan segmen yang memberikan kontribusi stabil.
Beberapa faktor eksternal seperti fluktuasi suku bunga, kebijakan moneter, dan daya beli masyarakat berpotensi memengaruhi kinerja BRI Finance di masa depan. Perusahaan perlu terus menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif.
Potensi Peningkatan di Tahun-Tahun Mendatang
Meskipun laba mengalami penurunan, BRI Finance masih memiliki potensi untuk tumbuh di tahun-tahun mendatang. Fokus pada pembiayaan kendaraan, baik baru maupun bekas, serta peningkatan layanan sewa operasi bisa menjadi pendorong pertumbuhan.
Selain itu, efisiensi biaya yang sudah ditunjukkan dalam pengurangan beban bisa menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan profitabilitas. Apalagi dengan ekuitas yang terus meningkat, BRI Finance memiliki modal yang cukup untuk menghadapi tantangan pasar.
Disclaimer
Data keuangan yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari laporan keuangan BRI Finance periode 2025 yang diterbitkan di Harian Bisnis Indonesia edisi Senin (6/4/2026). Angka-angka yang disebutkan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan korporasi. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terbaru.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.









