Penyaluran pembiayaan industri pergadaian di Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang cukup menarik pada awal tahun 2026. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga akhir Februari 2026, total penyaluran mencapai Rp 152,40 triliun. Angka ini naik 61,78% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri pergadaian semakin menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek. Kenaikan yang hampir menyentuh dua digit persentase ini juga mencerminkan semakin banyaknya permintaan terhadap produk pembiayaan berbasis gadai.
Pertumbuhan Pembiayaan Pergadaian yang Terus Meningkat
Industri pergadaian di Tanah Air terus menunjukkan performa positif sepanjang awal tahun 2026. Dari segi volume penyaluran, angka Rp 152,40 triliun menjadi catatan penting yang menunjukkan bahwa sektor ini mampu bertahan bahkan tumbuh meski di tengah dinamika ekonomi yang cukup kompleks.
Pertumbuhan ini tidak datang begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendukung, mulai dari regulasi yang semakin jelas hingga peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pergadaian yang lebih mudah dan transparan.
1. Peningkatan Penyaluran Pembiayaan
Pada Februari 2026, penyaluran pembiayaan pergadaian tumbuh 61,78% secara tahunan. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan Januari 2025 yang mencatatkan 60,05% YoY. Artinya, tren positif ini terus berlanjut dan bahkan semakin kuat.
2. Dominasi Produk Gadai
Produk gadai masih menjadi andalan utama dalam industri pergadaian. Dari total penyaluran sebesar Rp 152,40 triliun, sekitar Rp 126 triliun disalurkan dalam bentuk pembiayaan gadai. Ini berarti hampir 83% dari seluruh aktivitas pergadaian berasal dari produk ini.
3. Aset Industri Pergadaian Meningkat
Selain penyaluran, nilai aset industri pergadaian juga mengalami peningkatan yang signifikan. Hingga Februari 2026, total aset mencapai Rp 182,71 triliun, naik 62,21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa industri ini tidak hanya aktif dalam penyaluran, tapi juga dalam pengelolaan aset yang sehat.
Faktor-Faktor yang Mendorong Pertumbuhan Industri Pergadaian
Industri pergadaian yang tumbuh pesat bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor utama yang membuat sektor ini semakin diminati, baik oleh pelaku usaha maupun masyarakat umum.
1. Regulasi yang Lebih Jelas
OJK terus memperkuat pengawasan dan regulasi terhadap industri pergadaian. Dengan adanya izin usaha yang terstandarisasi, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional, industri ini semakin profesional dan terpercaya.
2. Aksesibilitas Layanan yang Lebih Baik
Perusahaan pergadaian kini lebih banyak yang menyediakan layanan digital. Ini memudahkan masyarakat untuk mengakses pembiayaan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang. Proses yang lebih cepat dan transparan membuat produk pergadaian semakin diminati.
3. Permintaan Masyarakat terhadap Pembiayaan Alternatif
Di tengah ketatnya akses kredit perbankan, banyak orang beralih ke alternatif lain seperti pergadaian. Produk ini menawarkan proses yang lebih ringan dan waktu pencairan yang lebih cepat, cocok untuk kebutuhan mendadak.
Perbandingan Data Pembiayaan Pergadaian
Berikut adalah perbandingan data penyaluran dan aset pergadaian antara tahun 2025 dan 2026:
| Parameter | Februari 2025 | Februari 2026 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Penyaluran Pembiayaan | Rp 94,20 triliun | Rp 152,40 triliun | 61,78% |
| Aset Industri | Rp 112,64 triliun | Rp 182,71 triliun | 62,21% |
| Produk Gadai | Rp 78,20 triliun | Rp 126,00 triliun | 61,12% |
Catatan: Data bersifat estimasi berdasarkan laporan OJK dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Jumlah Perusahaan Pergadaian yang Terdaftar
Hingga Maret 2026, OJK mencatat ada sebanyak 176 perusahaan pergadaian yang telah memperoleh izin usaha. Jumlah ini mencakup berbagai skala usaha, mulai dari yang beroperasi di tingkat lokal hingga nasional.
Dampak Pertumbuhan Industri Pergadaian
Pertumbuhan industri pergadaian yang pesat membawa dampak yang cukup luas, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi ekosistem keuangan secara keseluruhan.
1. Meningkatnya Inklusi Keuangan
Dengan adanya alternatif pembiayaan yang lebih mudah diakses, masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani oleh sistem perbankan kini bisa mendapatkan akses ke layanan keuangan formal.
2. Peningkatan Kontribusi terhadap PDB
Industri pergadaian yang tumbuh sehat juga berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Peningkatan aset dan penyaluran pembiayaan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang produktif.
3. Peningkatan Kualitas Layanan
Persaingan di antara perusahaan pergadaian mendorong peningkatan kualitas layanan. Hal ini berdampak pada pengalaman pengguna yang lebih baik, baik dari segi proses maupun transparansi.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski pertumbuhannya positif, industri pergadaian juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah perlunya pengawasan yang ketat agar tidak muncul praktik-praktik yang merugikan konsumen.
Selain itu, masih ada sebagian masyarakat yang memandang sebelah mata terhadap industri ini. Edukasi dan sosialisasi yang lebih luas diperlukan agar pergadaian dilihat sebagai solusi keuangan yang sah dan profesional.
Kesimpulan
Pertumbuhan penyaluran pembiayaan industri pergadaian sebesar 61,78% hingga Februari 2026 menunjukkan bahwa sektor ini memiliki peran penting dalam ekosistem keuangan nasional. Dengan regulasi yang semakin baik dan layanan yang semakin mudah diakses, pergadaian menjadi salah satu pilihan alternatif yang relevan di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Namun, pertumbuhan ini harus terus dijaga agar tetap berjalan sehat dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan masyarakat menjadi kunci agar pergadaian bisa terus memberikan manfaat secara luas.
Disclaimer: Data yang disajikan bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan laporan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













