Mulai 1 April 2026, BCA menerapkan aturan baru soal threshold transaksi valas. Aturan ini disesuaikan dengan regulasi terbaru dari Bank Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 7 dan 8 Tahun 2026. Tujuannya bukan cuma soal kepatuhan, tapi juga untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan pasar valuta asing di Tanah Air tetap sehat.
Perubahan ini bakal dirasakan oleh pelaku transaksi valas, baik individu maupun korporasi. Ada beberapa penyesuaian penting yang perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang rutin bermain valas lewat BCA. Kenaikan dan penurunan threshold ini nggak datang begitu saja, tapi hasil dari evaluasi BI terhadap dinamika pasar dan arus transaksi valuta asing di dalam negeri.
Perubahan Threshold Transaksi Valas di BCA
Perubahan threshold ini mencakup beberapa jenis transaksi valas. Ada yang naik, ada juga yang turun. Semua disesuaikan agar lebih selaras dengan kondisi makro ekonomi saat ini. Bagi pengguna layanan valas di BCA, penting banget untuk tahu apa saja yang berubah, supaya nggak terkejut saat transaksi ternyata tidak bisa diproses karena tidak memenuhi syarat baru.
1. Pembelian Valas Tunai Turun Jadi US$ 50.000 per Bulan
Sebelumnya, ambang batas pembelian valas tunai dalam rupiah adalah US$ 100.000 per pelaku per bulan. Sekarang, angka itu diturunkan jadi US$ 50.000. Artinya, kalau seseorang ingin beli dolar atau mata uang asing lainnya secara tunai melebihi jumlah ini, harus melalui prosedur yang lebih ketat atau bahkan dialihkan ke bentuk non-tunai.
2. Threshold Transaksi DNDF Naik Jadi US$ 10 Juta per Transaksi
Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) atau forward valas dalam negeri kini punya ambang batas transaksi yang lebih tinggi. Dari sebelumnya US$ 5 juta per transaksi, sekarang naik jadi US$ 10 juta. Ini memberi ruang lebih besar bagi pelaku bisnis atau investor untuk melakukan transaksi jangka pendek tanpa harus bolak-balik verifikasi.
3. Threshold Swap Valas Naik Jadi US$ 10 Juta
Transaksi swap valas, baik beli maupun jual, juga mengalami penyesuaian. Batas minimumnya naik dari US$ 5 juta menjadi US$ 10 juta per transaksi. Ini berlaku untuk semua jenis swap yang dilakukan di pasar dalam negeri.
4. Dokumen Underlying untuk Transfer Keluar Negeri Turun Jadi US$ 50.000
Untuk transfer dana keluar negeri dalam valas, threshold dokumen pendukung (underlying) turun dari US$ 100.000 menjadi US$ 50.000. Artinya, setiap kali ada pengiriman dana ke luar negeri yang nilainya melewati batas ini, bank wajib meminta dokumen pendukung tambahan sebagai bentuk pelaporan lalu lintas devisa.
Alasan di Balik Penyesuaian Threshold
Bank Indonesia nggak main-main soal perubahan ini. Ada pertimbangan matang di baliknya. Salah satunya adalah menjaga agar transaksi valas tetap stabil dan tidak menyebabkan volatilitas berlebih di pasar. Dengan menyesuaikan threshold, BI berharap bisa lebih mudah memonitor arus dana lintas negara.
Selain itu, perubahan ini juga mencerminkan tren transaksi yang terjadi belakangan ini. Misalnya, adanya lonjakan permintaan valas jelang libur panjang atau akhir tahun. Dengan menaikkan ambang batas untuk produk tertentu, BI dan BCA bisa memberi ruang lebih besar bagi transaksi besar sekaligus tetap mengontrol risiko.
Dampak Perubahan Threshold bagi Pengguna Layanan Valas
Bagi pengguna biasa, perubahan ini mungkin nggak terasa langsung. Tapi buat mereka yang kerap melakukan transaksi besar, seperti eksportir, importir, atau investor valas, perubahan ini bisa cukup signifikan. Threshold yang naik memberi fleksibilitas lebih, tapi threshold yang turun artinya harus siap-siap dengan proses administrasi tambahan.
Kalau biasanya transaksi di bawah US$ 100.000 masih bisa berjalan ringan, sekarang batas itu lebih rendah. Jadi, setiap pengiriman dana keluar negeri yang nilainya lebih dari US$ 50.000 harus dilengkapi dokumen tambahan. Ini bisa memperlambat proses kalau belum siap.
Tips Mengantisipasi Perubahan Threshold
Biarpun aturannya sudah resmi berlaku sejak 1 April 2026, nggak ada salahnya mulai menyiapkan strategi agar transaksi tetap lancar. Apalagi kalau rutin berurusan dengan valas.
1. Pantau Jadwal Transaksi
Rencanakan transaksi besar sedini mungkin, terutama kalau mendekati batas threshold. Ini akan membantu menghindari bottleneck di akhir bulan atau sebelum libur panjang.
2. Siapkan Dokumen Pendukung Lebih Awal
Kalau sering transfer dana ke luar negeri, pastikan dokumen underlying seperti invoice, kontrak, atau surat kuasa sudah siap sebelum transaksi. Ini akan mempercepat proses clearing di bank.
3. Gunakan Alternatif Produk Valas
BCA menyediakan berbagai produk valas lainnya selain transaksi tunai. Misalnya reksa dana valas atau deposito valas. Ini bisa jadi alternatif buat yang ingin menghindari ribetnya transaksi melewati threshold.
Perbandingan Threshold Lama vs Baru
Berikut ringkasan lengkap perubahan threshold transaksi valas di BCA:
| Jenis Transaksi | Threshold Lama | Threshold Baru (Sejak 1 Apr 2026) |
|---|---|---|
| Pembelian valas tunai | US$ 100.000 | US$ 50.000 |
| Transaksi DNDF / Forward | US$ 5 juta | US$ 10 juta |
| Transaksi Swap (beli/jual) | US$ 5 juta | US$ 10 juta |
| Dokumen underlying transfer ke luar | US$ 100.000 | US$ 50.000 |
Disclaimer
Informasi threshold transaksi valas ini berdasarkan ketentuan resmi BCA dan Bank Indonesia per 1 April 2026. Namun, aturan ini bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi makro ekonomi atau kebijakan regulator. Disarankan untuk selalu cek langsung ke situs resmi BCA atau hubungi customer service untuk informasi terbaru.
Perubahan threshold ini sebenarnya nggak dimaksudkan untuk mempersulit, tapi lebih ke arah pengaturan yang lebih sehat dan transparan. Jadi, selama tetap sesuai aturan dan siap dengan dokumen yang dibutuhkan, transaksi valas di BCA tetap bisa berjalan lancar dan aman.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













