Penyaluran bantuan sosial BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) tahap kedua April 2026 sudah mulai berjalan. Bansos ini ditujukan untuk membantu kebutuhan pangan keluarga berpenghasilan rendah melalui mekanisme elektronik atau e-Warong. Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima bisa mulai mengecek status pencairan bansos secara mandiri.
Proses penyaluran BPNT dilakukan tiga bulan sekali. Artinya, dalam satu tahun ada empat tahap penyaluran. Tahap kedua ini mencakup bulan April, Mei, dan Juni 2026. Nominal bantuan yang diberikan juga mengikuti aturan yang berlaku di tahun ini.
Jadwal Pencairan Bansos BPNT 2026
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah menetapkan jadwal penyaluran bansos BPNT secara bertahap. Dalam satu tahun, penyaluran dilakukan empat kali dengan periode tiga bulan.
Berikut adalah jadwal lengkap penyaluran bansos BPNT 2026:
- Tahap 1: Januari – Maret
- Tahap 2: April – Juni
- Tahap 3: Juli – September
- Tahap 4: Oktober – Desember
Tanggal pencairan dalam setiap tahap tidak ditetapkan secara pasti. Hal ini memberi fleksibilitas bagi instansi pelaksana untuk menyesuaikan dengan proses administrasi dan distribusi di daerah.
Nominal Bansos BPNT April 2026
Nilai bantuan BPNT di tahun 2026 masih mengacu pada besaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp200.000 per bulan. Karena penyaluran dilakukan tiga bulan sekali, maka total bantuan yang diterima dalam satu tahap adalah Rp600.000.
Nominal ini disalurkan melalui transfer rekening atau langsung melalui PT Pos Indonesia. Proses penyaluran ini didasarkan pada data yang telah divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil verifikasi lapangan.
Syarat Penerima Bansos BPNT
Untuk menjadi penerima bansos BPNT, seseorang harus memenuhi sejumlah syarat. Syarat ini didasarkan pada hasil pendataan dan verifikasi dari berbagai lembaga terkait.
-
Terdaftar dalam DTKS
Penerima harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kemensos. -
Berstatus sebagai KPM
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah keluarga yang telah diverifikasi memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan. -
Berada dalam desil 1 hingga 4
Aturan desil penerima BPNT di tahun 2026 dibatasi hingga desil 4, sejalan dengan Program Keluarga Harapan (PKH). -
Melakukan pemutakhiran data
Data yang akurat dan terbaru menjadi syarat penting agar bantuan bisa disalurkan tepat sasaran.
Cara Cek Bansos BPNT April 2026 via Website
Masyarakat bisa mengecek status penerima bansos BPNT melalui situs resmi Kemensos. Prosesnya cukup mudah dan tidak memakan waktu lama.
-
Buka situs cek bansos
Kunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id. -
Masukkan NIK KTP
Isi kolom NIK dengan nomor induk kependudukan yang terdaftar sebagai penerima. -
Verifikasi kode keamanan
Masukkan 4 huruf yang muncul dalam kotak verifikasi. Jika kurang jelas, klik ikon untuk mengganti kode. -
Klik tombol "CARI DATA"
Tunggu beberapa saat hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Jika nama muncul dan kolom BPNT menunjukkan "YA", maka penerima berhak mendapatkan bantuan. Sebaliknya, jika "Tidak", artinya tidak terdaftar sebagai penerima.
Cara Cek Bansos BPNT via Aplikasi
Selain lewat situs web, pemerintah juga menyediakan aplikasi khusus untuk mengecek bansos. Aplikasi ini bisa diunduh di toko aplikasi Android maupun iOS.
-
Unduh aplikasi Cek Bansos
Cari dan unduh aplikasi "Cek Bansos" di Play Store atau App Store. -
Buat akun baru
Pilih opsi "Buat Akun" dan lengkapi data diri seperti nama lengkap, NIK, alamat, email, dan password. -
Unggah foto KTP dan swafoto
Pastikan foto KTP dan swafoto terlihat jelas untuk proses verifikasi. -
Verifikasi email
Buka kotak masuk email dan klik tautan verifikasi yang dikirim oleh sistem. -
Login dan cek status
Setelah berhasil login, buka menu "Profil" untuk melihat jenis bansos yang diterima serta status penerima untuk anggota keluarga lainnya.
Perbandingan Nominal Bansos BPNT 2025 dan 2026
Berikut adalah tabel perbandingan nominal bantuan BPNT antara tahun 2025 dan 2026:
| Tahun | Nominal per Bulan | Total per Tahap (3 bulan) |
|---|---|---|
| 2025 | Rp200.000 | Rp600.000 |
| 2026 | Rp200.000 | Rp600.000 |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa nominal bantuan belum mengalami perubahan. Namun, pemerintah sewaktu-waktu bisa menyesuaikan nilai bantuan tergantung kondisi ekonomi nasional.
Tips Menghindari Penipuan Terkait Bansos BPNT
Penyaluran bansos seringkali disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk menghindari penipuan, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
- Jangan percaya pada pihak yang meminta bayaran untuk proses pencairan bansos.
- Semua pengecekan bisa dilakukan secara mandiri melalui situs atau aplikasi resmi Kemensos.
- Jika ada permintaan data pribadi lebih dari NIK dan KTP, waspadai kemungkinan penipuan.
- Laporkan jika menemukan oknum yang memanfaatkan bansos untuk keuntungan pribadi.
Kesimpulan
Pencairan bansos BPNT tahap kedua April 2026 sudah mulai berjalan. Penerima bisa mengecek status bantuan melalui situs atau aplikasi resmi Kemensos. Nominal bantuan tetap sebesar Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 per tahap. Proses penyaluran dilakukan tiga bulan sekali sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pastikan data diri selalu terverifikasi dan akurat agar tidak terjadi kendala dalam penyaluran bantuan. Jangan mudah percaya pada pihak luar yang mengatasnamakan penyaluran bansos.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Data seperti jadwal dan nominal bantuan sebaiknya selalu dicek melalui sumber resmi.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













