Nasional

MPMX Raih Laba Bersih Sebesar Rp462 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Herdi Alif Al Hikam
×

MPMX Raih Laba Bersih Sebesar Rp462 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
MPMX Raih Laba Bersih Sebesar Rp462 Miliar Sepanjang Tahun 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) merilis pencapaian di tahun 2025 dengan bersih mencapai Rp462 miliar. Meski angka ini tercatat lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya, kondisi tersebut dipandang sebagai bagian dari adaptasi terhadap dinamika pasar yang sedang berlangsung.

Perusahaan juga mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun. Angka ini sedikit turun jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Meski begitu, fokus tetap pada dan pengelolaan portofolio bisnis menjadi andalan utama untuk menjaga stabilitas finansial.

Performa Bisnis MPMX di Tengah Ketidakpastian Pasar

Tahun 2025 menjadi tantangan tersendiri bagi MPMX. global dan perlambatan konsumsi domestik membuat beberapa segmen bisnis tidak bisa tumbuh maksimal. Namun, langkah- tetap diambil agar fondasi perusahaan tetap kuat di masa depan.

Suwito Mawarwati, Group Chief Executive Officer MPMX, menyebut bahwa tekanan eksternal seperti yang melemah dan suku bunga yang tinggi memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Meski demikian, ini justru menjadi peluang untuk merevisi strategi dan memperkuat sistem operasional.

1. Distribusi dan Ritel Kendaraan Roda Dua

Di segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, anak usaha MPMulia mencatat pendapatan Rp15,2 triliun. Angka ini turun sekitar 2% year-on-year (yoy). unit kendaraan mencapai 699 ribu unit, sedikit melemah dibanding tahun lalu.

Namun, bisnis aftermarket atau penjualan suku cadang justru menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan dari sektor ini naik 3,5% yoy, menunjukkan bahwa purna jual masih menjadi andalan pendapatan.

2. Bisnis Asuransi Meningkat Tipis

MPMInsurance, anak usaha yang bergerak di bidang asuransi, mencatat pendapatan sebesar Rp927,8 miliar. Ini artinya naik tipis 1,6% dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan ini didorong oleh performa baik dari asuransi properti dan rekayasa. Namun, segmen kendaraan bermotor mengalami pelemahan. Selain itu, beban klaim juga naik 1% yoy, menunjukkan adanya tekanan dari sisi operasional.

3. Penyewaan Kendaraan Stabil

MPMRent, unit penyewaan kendaraan milik MPMX, berhasil menjaga jumlah armadanya di level 15.000 unit. Tingkat utilisasi armada mencapai 92%, mayoritas berasal dari mobil penumpang.

Klien utama berasal dari sektor keuangan, perdagangan, dan distribusi. Stabilitas ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan penyewaan kendaraan masih cukup kuat meski di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti.

4. Penjualan Mobil Bekas Naik via AUKSI

AUKSI, platform lelang kendaraan bekas milik grup, mencatat peningkatan penjualan sebanyak 6% yoy. Total unit yang terjual mencapai 4.000 unit, sebagian besar merupakan kendaraan niaga.

Langkah strategis pun direncanakan untuk memperluas jaringan. Sebanyak 10 kantor cabang MPMRent akan diintegrasikan sebagai cabang AUKSI. Tujuannya untuk mempercepat penetrasi pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.

5. Jaccs MPM Finance Alami Pelemahan

Jaccs MPM Finance Indonesia, anak usaha di sektor jasa keuangan, mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp437 miliar. Angka ini melemah hingga 53% dibanding tahun sebelumnya.

Perusahaan tengah melakukan evaluasi internal, termasuk pembaruan model penilaian risiko dan penguatan proses penagihan. Harapannya, langkah ini bisa memperbaiki kualitas aset dan mengurangi risiko kredit di masa mendatang.

Dividen Tetap Dibagikan Meski Laba Turun

Meski laba bersih turun, MPMX tetap membagikan dividen kepada pemegang saham. Nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp120 per saham. Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap memberikan return kepada investor.

Langkah ini juga menjadi bentuk apresiasi atas dukungan pemegang saham selama ini. Meski kondisi pasar tidak sepenuhnya mendukung, MPMX berusaha menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pengembalian investasi.

Rencana Strategi ke Depan

Memasuki tahun 2026, MPMX menyiapkan sejumlah langkah strategis. Fokus utama adalah meningkatkan profitabilitas dan memperkuat struktur biaya. Selain itu, diversifikasi portofolio bisnis juga menjadi prioritas agar tidak terlalu bergantung pada satu segmen saja.

Optimalisasi kinerja setiap entitas usaha juga akan terus dilakukan. Dengan begitu, sinergi antar anak perusahaan bisa dimaksimalkan. Citra perusahaan pun diharapkan semakin kuat di mata publik dan stakeholder.

Disclaimer

dan informasi dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk tahun 2025. Angka-angka yang disajikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kondisi pasar dan regulasi yang berlaku.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.