Perubahan besar terjadi di tubuh PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. (ZADI). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar beberapa waktu lalu, sejumlah posisi strategis di manajemen mengalami perombakan. Tak hanya itu, perusahaan juga membagikan kabar baik soal pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 senilai Rp210,19 miliar atau setara dengan Rp1.052.500 per lembar saham.
Keputusan ini menunjukkan komitmen ZADI untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus memberikan apresiasi kepada para pemegang saham. RUPS yang berlangsung pada 30 Maret lalu memperkuat struktur kepemimpinan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Perombakan Manajemen dan Struktur Kepemilikan
Langkah-langkah penting dalam penyegaran struktur manajemen ZADI diumumkan dalam RUPS. Perusahaan memutuskan untuk mempertahankan sejumlah direktur utama dan direktur senior, sekaligus menunjuk wajah-wajah baru di jajaran komisaris.
1. Pemilihan Kembali Direksi
Edhi Tjahja Negara Darmohusolo kembali dipercaya sebagai Direktur Utama ZADI hingga tahun 2029. Bersama dengannya, Editha Thalia Desiree juga dipertahankan dalam posisinya. Dukungan juga diberikan kepada Auralusia Rimadiana, Tini Nurianto, dan Setio Darmawan yang akan terus mendampingi tim manajemen.
2. Penunjukan Komisaris Baru
Di sisi pengawasan, RUPS menunjuk Matthew Reilly sebagai Komisaris Utama dan Herman sebagai Wakil Komisaris Utama. Keduanya akan menjalankan tugas setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui proses fit and proper test.
3. Anggota Dewan Komisaris Lainnya
Selain dua nama di atas, anggota dewan komisaris juga terdiri atas Willy Suwandi Dharma dan tiga komisaris independen: Ariyanti Suliyanto, Tripudjo Putranto, serta Jeti Muliawan. Keberadaan komisaris independen ini diharapkan bisa memperkuat tata kelola perusahaan.
Penghargaan untuk Mantan Komisaris
RUPS juga menyampaikan apresiasi kepada Christopher Franz Bendl dan Sonny Wahyu Brata yang telah berkontribusi selama masa jabatan mereka. Kehadiran mereka dianggap membawa dampak positif bagi perkembangan ZADI.
Pembagian Dividen Tunai 2025
Selain perombakan manajemen, poin penting lainnya yang disetujui dalam RUPS adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Hasilnya, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp178,05 miliar atau setara Rp1.052.500 per saham.
1. Dividen Interim Telah Dibayarkan
Sebagian dari jumlah tersebut, yaitu Rp49,90 miliar atau Rp295.000 per saham, telah dibayarkan sebelumnya sebagai dividen interim pada tahun 2025. Langkah ini menunjukkan bahwa ZADI sudah memulai pembagian keuntungan sejak awal tahun.
2. Tambahan Dividen dari Laba Ditahan
Selain itu, sebesar Rp32,14 miliar diambil dari saldo laba ditahan untuk menambah total dividen tunai. Dengan begitu, total dividen yang dibagikan mencapai Rp210,19 miliar.
3. Jadwal Pembayaran Dividen
Pembagian dividen ini akan dilakukan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar resmi perusahaan pada 10 April 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran direncanakan paling lambat dilakukan pada 30 April 2026, dengan memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku.
Berikut rincian pembagian dividen ZADI tahun 2025:
| Komponen | Jumlah (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|
| Dividen Interim | 49.900.000.000 | Rp295.000 per saham |
| Dividen Tunai Tambahan | 178.050.000.000 | Rp1.052.500 per saham |
| Tambahan dari Laba Ditahan | 32.140.000.000 | – |
| Total Dividen Tunai | 210.190.000.000 | – |
Strategi Ke Depan dan Ekspektasi Pertumbuhan
Perombakan manajemen ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang ZADI untuk memperkuat tata kelola dan efisiensi operasional. Dengan mempertahankan tim inti yang berpengalaman dan menambahkan suara independen di dewan komisaris, perusahaan menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Zurich Asuransi Indonesia juga tengah menargetkan pertumbuhan premi dua digit pada tahun depan. Langkah-langkah strategis seperti penyegaran manajemen dan pembagian dividen yang konsisten menjadi modal penting untuk mewujudkan target tersebut.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan dan regulasi yang berlaku. Keputusan investasi merupakan hak dan tanggung jawab masing-masing pembaca. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen investasi apapun.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.









