PT Bank Mega Tbk. (MEGA) baru saja mengumumkan pergantian susunan direksi lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 31 Maret 2026. Dalam acara tersebut, dua nama baru resmi masuk ke jajaran direksi bank yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Lippo Group itu. Kehadiran sosok-sosok baru ini diharapkan bisa membawa segar dan strategi anyar dalam menjalankan roda bisnis Bank Mega ke depan.
Perubahan struktur pengurus ini tak hanya soal penambahan wajah-wajah baru. Ada juga pergeseran posisi penting, termasuk pemberhentian beberapa pejabat lama. Salah satunya adalah Yuni Lastianto yang harus pamit dari jabatannya sebagai Direktur. Sementara itu, Indivara Erni juga dikabarkan akan meninggalkan posisi Wakil Direktur Utama karena mendapat penugasan baru di anak usaha grup, yaitu PT Mega Corpora.
Susunan Direksi Bank Mega Pasca-RUPST 2026
Setelah RUPST digelar, struktur kepemimpinan Bank Mega pun mengalami beberapa perubahan. Meski demikian, Kostaman Thayib masih kokoh di kursi Direktur Utama. Ia tetap menjadi ujung tombak dalam menjalankan visi dan misi perusahaan.
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Direktur Utama | Kostaman Thayib |
| Wakil Direktur Utama | Indivara Erni (hingga penugasan baru) |
| Direktur | Madi Darmadi Lazuardi |
| Direktur | Martin Mulwanto |
| Direktur | YB Hariantono |
| Direktur | Heriwan Gazali |
| Direktur | Jemy Kristian Soegiarto (baru) |
| Direktur | Mariam (baru) |
Perlu dicatat bahwa posisi Wakil Direktur Utama tidak lagi diisi setelah Indivara Erni dialihkan tugasnya. Artinya, Bank Mega bakal beroperasi tanpa pejabat di level tersebut untuk sementara waktu.
Profil Singkat Direksi Baru Bank Mega
1. Jemy Kristian Soegiarto
Laki-laki yang satu ini bukanlah orang asing di dunia perbankan. Karier profesionalnya sudah terbentang cukup lama dan luas. Sebelum bergabung dengan Bank Mega, Jemy aktif di sejumlah institusi finansial ternama.
Saat ini, ia menjabat sebagai Senior Executive Vice President serta Head of Risk Analytics, Infrastructure & Sharia di PT Bank CIMB Niaga Tbk. sejak tahun 2024. Sebelumnya, ia sempat memimpin divisi risk management di PT Bank UOB Indonesia selama tiga tahun (2021–2024). Pengalamannya di bidang risiko sendiri sudah dimulai sejak 2017.
Di masa lampau, Jemy juga pernah menjabat sebagai Senior Vice President Non-Retail Credit QA, Policy & Portfolio Head di PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (2015–2017). Awal karier profesionalnya dimulai dari program pengembangan manajemen di PT Bank Central Asia Tbk. pada tahun 2000.
2. Mariam
Berbeda dengan Jemy, Mariam lebih fokus pada layanan ritel dan jaringan cabang. Di Bank Mega, ia saat ini menjabat sebagai Chief of Network sejak 2025. Sebelumnya, ia sempat menjadi Executive Director sekaligus National Emerging Business Head di OCBC NISP Indonesia pada periode yang sama.
Karier panjang Mariam di bidang perbankan dimulai dari PT Bank Permata Tbk., tempat ia menjabat sebagai Senior Vice President dan Region Head Network selama lebih dari satu dekade (2009–2021). Ia pernah bertugas di berbagai daerah, mulai dari Pontianak hingga Jakarta.
Awal mula kariernya dimulai dari Officer Development Program di PT Bank Panin pada tahun 1995. Dari situ, ia naik sebagai Account Officer dan kemudian dipromosikan sebagai Branch Manager Cabang Balikpapan. Latar belakang pendidikannya adalah sarjana ekonomi dari Universitas Tanjungpura.
Alasan Strategis di Balik Penggantian Direksi
Langkah pergantian personel senior di tubuh Bank Mega bukan sekadar rotasi biasa. Ada pertimbangan strategis di balik keputusan ini, terutama terkait arah pengembangan bisnis ke depan.
Bank Mega tengah berupaya memperkuat kapabilitas tim manajemen, khususnya dalam menghadapi tantangan regulasi dan persaingan industri keuangan yang semakin ketat. Dengan hadirnya dua figur baru yang membawa pengalaman luas di bidang risiko dan operasional, diharapkan sinergi bisa tercipta dengan cepat.
Selain itu, pemberhentian posisi Wakil Direktur Utama juga bisa dilihat sebagai bagian dari efisiensi struktur organisasi. Bank Mega tampak ingin menyederhanakan rantai kepemimpinan agar proses pengambilan keputusan bisa lebih cepat dan responsif terhadap dinamika pasar.
Harapan dan Tantangan Ke Depan
Keberadaan Jemy dan Mariam diharapkan dapat membantu Bank Mega dalam beberapa hal penting. Pertama, optimalisasi manajemen risiko yang semakin kompleks akibat ketidakpastian global. Kedua, peningkatan efisiensi operasional jaringan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
Namun, tantangan besar tetap menghiasi horizon. Termasuk di antaranya adalah perlambatan pertumbuhan kredit, tekanan margin bunga, dan persaingan ketat dari bank swasta nasional maupun BUMN. Untuk itu, kolaborasi antara tim direksi lama dan baru sangat krusial agar target kinerja tahun ini bisa tercapai.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersumber dari rilis resmi manajemen Bank Mega dan dokumen publik terkait RUPST 2026. Data dan susunan direksi bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan korporasi dan regulasi OJK. Pembaca disarankan untuk merujuk pada informasi resmi terbaru dari emiten untuk validasi lebih lanjut.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













