Bank Neo Commerce (BBYB) menutup tahun 2025 dengan pencapaian luar biasa. Laba bersih bank ini melonjak hingga 2.745% dibanding tahun sebelumnya, mencatatkan angka Rp 565,69 miliar. Angka itu jauh melampaui laba 2024 yang hanya Rp 19,88 miliar. Lonjakan yang sangat tajam ini menunjukkan transformasi bisnis yang berhasil dilakukan oleh bank yang fokus pada digitalisasi dan layanan keuangan modern.
Kenaikan laba yang begitu signifikan tidak terjadi begitu saja. Capaian ini didukung oleh strategi bisnis yang matang, terutama dalam pengelolaan risiko dan efisiensi operasional. Dari sisi neraca, total aset Bank Neo Commerce mencapai Rp 18,97 triliun, naik 8,99% secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 7,37% menjadi Rp 14,03 triliun.
Kinerja Keuangan Bank Neo Commerce di 2025
1. Laba Bersih Melesat 2.745%
Lonjakan laba bersih menjadi salah satu sorotan utama kinerja Bank Neo Commerce di tahun 2025. Dengan laba bersih sebesar Rp 565,69 miliar, bank ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat luar biasa dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa strategi bisnis yang diterapkan selama tahun lalu mulai membuahkan hasil.
2. Aset Naik Jadi Rp 18,97 Triliun
Total aset bank mencapai Rp 18,97 triliun, naik 8,99% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi bisnis yang sehat dan pengelolaan dana yang efektif. Bank Neo Commerce terus memperkuat posisinya di pasar perbankan digital dengan meningkatkan kapasitas operasional dan jaringan layanannya.
3. Dana Pihak Ketiga Tembus Rp 14,03 Triliun
Dana pihak ketiga (DPK) Bank Neo Commerce naik 7,37% menjadi Rp 14,03 triliun. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan tabungan masyarakat yang semakin tinggi, terutama dari kalangan nasabah digital. Tabungan mencapai Rp 3,50 triliun, sedangkan deposito tetap stabil di kisaran Rp 9,86 triliun.
4. Penyaluran Kredit Turun, LDR 51,21%
Meski dana bertambah, penyaluran kredit justru mengalami penurunan sebesar 18,58% secara tahunan menjadi Rp 7,18 triliun. Rasio loan to deposit ratio (LDR) tercatat di level 51,21%. Angka ini menunjukkan bahwa bank masih bersikap hati-hati dalam menyalurkan kredit, sejalan dengan prinsip manajemen risiko yang ketat.
5. Likuiditas Tinggi dengan LCR 614,93%
Liquidity coverage ratio (LCR) Bank Neo Commerce mencapai 614,93%, jauh di atas ambang batas minimum. Likuiditas yang tinggi ini memberikan ruang bagi bank untuk mengembangkan bisnis ke depan, terutama dalam penyaluran kredit dan ekspansi layanan digital.
6. NPL Net Terjaga di 0,89%
Kualitas aset tetap terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah (NPL) net berada di level 0,89%, jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan regulator. Ini menunjukkan bahwa bank menjaga kualitas portofolio kreditnya dengan ketat.
7. Efisiensi Operasional Meningkat
Rasio BOPO (beban operasional terhadap pendapatan operasional) turun dari 99,34% menjadi 84,18%. Penurunan ini menunjukkan bahwa bank semakin efisien dalam mengelola biaya operasional. Efisiensi ini menjadi salah satu kunci peningkatan laba bersih yang sangat signifikan.
8. ROA dan ROE Naik Tajam
Return on assets (ROA) mencapai 3,11% dan return on equity (ROE) naik ke level 15,13%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa bank mampu menghasilkan keuntungan yang baik dari aset dan modal yang dimiliki. NIM (net interest margin) juga tinggi, mencapai 14,39%, menunjukkan efektivitas dalam mengelola pendapatan bunga.
9. Permodalan Semakin Kuat
Modal inti bank meningkat dari Rp 3,32 triliun menjadi Rp 4,03 triliun. Capital adequacy ratio (CAR) juga melonjak menjadi 49,07% dari sebelumnya 35,30%. Penguatan permodalan ini memberikan landasan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Strategi Bank Neo Commerce Menuju 2026
1. Fokus pada Kredit Berkualitas
Memasuki 2026, Bank Neo Commerce akan memprioritaskan penyaluran kredit berkualitas. Pendekatan yang hati-hati ini bertujuan untuk menjaga kualitas aset dan menghindari risiko kredit macet. Bank tetap akan menjaga prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusan kredit.
2. Luncurkan Layanan Buy Now Pay Later (BNPL)
Salah satu langkah strategis yang akan diambil adalah peluncuran layanan Buy Now Pay Later (BNPL) pada pertengahan 2026. Layanan ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi nasabah, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z yang lebih nyaman dengan transaksi digital.
3. Tingkatkan Pendapatan Non-Bunga
Bank Neo Commerce berencana meningkatkan kontribusi pendapatan berbasis komisi (fee based income). Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan produk dan layanan perbankan digital. Fokusnya adalah pada layanan yang memberikan nilai tambah dan kenyamanan bagi nasabah.
4. Perkuat Layanan Digital
Digitalisasi akan terus diperkuat sebagai tulang punggung bisnis bank. Pengembangan aplikasi, fitur transaksi, dan layanan pelanggan akan terus ditingkatkan. Tujuannya adalah memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah digital yang semakin hari semakin banyak.
5. Jaga Likuiditas dan Stabilitas
Dengan likuiditas yang tinggi, bank akan terus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Likuiditas yang kuat akan menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika pasar keuangan yang terus berubah.
Tabel Kinerja Keuangan Bank Neo Commerce 2025
| Indikator | 2025 | 2024 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp 565,69 Miliar | Rp 19,88 Miliar | 2.745% |
| Total Aset | Rp 18,97 Triliun | Rp 17,40 Triliun | 8,99% |
| DPK | Rp 14,03 Triliun | Rp 13,07 Triliun | 7,37% |
| Penyaluran Kredit | Rp 7,18 Triliun | Rp 8,81 Triliun | -18,58% |
| LDR | 51,21% | – | – |
| LCR | 614,93% | – | – |
| NPL Net | 0,89% | – | – |
| BOPO | 84,18% | 99,34% | – |
| ROA | 3,11% | – | – |
| ROE | 15,13% | – | – |
| NIM | 14,39% | – | – |
| Modal Inti | Rp 4,03 Triliun | Rp 3,32 Triliun | – |
| CAR | 49,07% | 35,30% | – |
Penutup
Kinerja Bank Neo Commerce di tahun 2025 menunjukkan bahwa transformasi digital dan fokus pada efisiensi operasional memberikan dampak nyata. Lonjakan laba hingga 2.745% menjadi bukti bahwa strategi jangka panjang yang diterapkan sejak tahun-tahun sebelumnya mulai membuahkan hasil. Dengan likuiditas tinggi, permodalan kuat, dan rencana pengembangan yang jelas, bank ini siap melangkah lebih jauh di tahun 2026.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersumber dari laporan keuangan resmi Bank Neo Commerce tahun 2025. Angka-angka tersebut dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan korporasi.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













