Nasional

Tensi Geopolitik Global Meningkat Akibat Ketegangan AS-Iran, Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat Melonjak Tajam Di Tengah Krisis Timur Tengah

Retno Ayuningrum
×

Tensi Geopolitik Global Meningkat Akibat Ketegangan AS-Iran, Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat Melonjak Tajam Di Tengah Krisis Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Tensi Geopolitik Global Meningkat Akibat Ketegangan AS-Iran, Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat Melonjak Tajam Di Tengah Krisis Timur Tengah

Dolar Amerika Serikat kembali mencatatkan penguatan signifikan di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas. Pada perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa WIB, mata uang greenback mencapai level tertingginya sejak Mei tahun lalu. Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap aset aman, terutama di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan dan Iran.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap enam pasangan mata uang utama, naik sebesar 0,4 persen hingga mencapai 100,51. Angka ini juga menunjukkan bahwa dolar berada di jalur untuk mencatat bulanan terbesar sejak Juli 2025. Investor tampaknya semakin memilih dolar sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Ketegangan AS-Iran Terus Meningkat

Krisis di Teluk Persia semakin rumit seiring pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan kemungkinan serangan militer jika kesepakatan dengan Iran tidak segera tercapai. Meski pemerintahan Trump menyatakan sedang dalam pembicaraan dengan pihak Iran untuk mengakhiri permusuhan, situasi di justru semakin memburuk.

Kelompok Houthi di Yaman turut memperkeruh suasana dengan melancarkan serangan terhadap Israel akhir pekan lalu. Serangan ini memicu kekhawatiran baru terkait ancaman terhadap jalur pasok global. Laut Merah dan Selat Hormuz, yang menjadi jalur kritis bagi pergerakan minyak dan dunia, kini semakin tidak aman.

Iran dikabarkan terus memblokir Selat Hormuz secara efektif, menghambat lalu lintas kapal komersial dan memperparah ketegangan regional. Trump bahkan mengancam akan menargetkan infrastruktur energi utama Iran, termasuk Pulau Kharg, jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan damai.

1. Ancaman Trump Terhadap Infrastruktur Iran

Pernyataan Trump yang tajam menunjukkan betapa rapuhnya situasi saat ini. Ia menyebut bahwa AS sedang dalam pembicaraan serius dengan rezim baru di Iran. Namun, jika tidak ada hasil konkret, langkah keras akan diambil.

2. Ketidakpastian Pasokan Minyak Global

Selat Hormuz menjadi sorotan karena mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan di jalur ini berpotensi memicu lonjakan global, yang pada gilirannya memperkuat permintaan terhadap dolar sebagai aset aman.

Dolar sebagai Aset Pelindung di Tengah Krisis

Dalam situasi seperti ini, dolar AS kerap menjadi pilihan utama investor. Mata uang ini dipandang sebagai benteng kestabilan di tengah gejolak geopolitik. Terlebih, AS sendiri merupakan pengekspor minyak bersih, yang membuat ekonominya relatif terlindung dari gangguan pasokan energi.

3. Investor Lebih Memilih Aset yang Stabil

Investor cenderung mengalihkan dana mereka ke instrumen yang dianggap aman. Dolar, obligasi pemerintah AS, dan emas biasanya menjadi pilihan utama. Kondisi ini mendorong permintaan terhadap dolar dan berdampak langsung pada penguatan nilai tukarnya.

4. Dolar Mengungguli Mata Uang Lain

Sementara mata uang lain seperti euro dan poundsterling stagnan, dolar terus menunjukkan performa positif. EUR/USD berada di level 1,1458 dan GBP/USD di 1,3179. Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor belum melihat tanda-tanda pemulihan ekonomi di Eropa yang cukup kuat untuk menyaingi daya tarik dolar.

Pergerakan Pasar Mata Uang Lainnya

Tidak semua mata uang mengikuti tren yang sama dengan dolar. Beberapa mengalami tekanan, sementara yang lain berusaha bertahan di tengah gejolak global.

5. Yen Jepang di Ambang Intervensi

USD/JPY berada di level 159,72 dan sempat menyentuh 160 dalam beberapa sesi terakhir. Angka ini memicu perhatian otoritas . Diplomat mata uang utama Jepang, Atsushi Mimura, menyatakan bahwa langkah-langkah tegas mungkin diperlukan untuk mengendalikan pergerakan spekulatif.

6. Dolar Australia Melemah Sementara

AUD/USD sedikit turun menjadi 0,6844. Pelemahan ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan pemotongan separuh pajak selama tiga bulan sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak akibat konflik.

Tabel Pergerakan Mata Uang Utama

Berikut adalah rincian pergerakan beberapa pasangan mata uang utama pada perdagangan terkini:

Pasangan Mata Uang Harga Terkini Tren
EUR/USD 1,1458 Stagnan
GBP/USD 1,3179 Stagnan
USD/JPY 159,72 Menguat
AUD/USD 0,6844 Melemah

Dampak Lebih Luas pada Pasar Keuangan

Lonjakan dolar tidak hanya memengaruhi nilai tukar. Ini juga berdampak pada harga komoditas, suku bunga, dan ekspektasi kebijakan moneter The Fed. Investor global kini lebih waspada terhadap risiko geopolitik, yang bisa memicu volatilitas pasar yang lebih tinggi.

7. Tekanan pada Negara dengan Utang Dollar

Negara-negara yang memiliki utang dalam dolar AS akan merasakan tekanan tambahan. Penguatan dolar berarti biaya pengembaliannya semakin tinggi, terutama bagi negara dengan mata uang lokal yang melemah.

8. Spekulasi Kebijakan The Fed

Investor juga mulai memperhitungkan dampak kenaikan dolar terhadap kebijakan suku bunga AS. Jika dolar terus menguat, The Fed mungkin akan mempertimbangkan penurunan suku bunga untuk domestik.

Penutup

Ketegangan antara AS dan Iran terus menjadi sorotan pasar global. Dolar, sebagai mata uang cadangan utama dunia, kembali menjadi pelabuhan aman bagi investor. Namun, penguatan dolar juga membawa dampak yang luas, terutama bagi negara berkembang dan pasar komoditas.

Disclaimer: Data dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan tidak menjadi rekomendasi investasi.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.