Pada Sabtu, 28 Maret 2026, seluruh wilayah operasi kilang Pertamina Patra Niaga terlibat dalam aksi Earth Hour. Selama satu jam, tepatnya pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat, lampu-lampu di area perkantoran, fasilitas umum, hingga perumahan kilang dimatikan secara serentak.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung gerakan global penghematan energi. Tidak hanya soal simbolis, aksi ini memberikan dampak nyata, yaitu penghematan listrik mencapai sekitar 9 MW selama durasi Earth Hour.
Dampak dan Partisipasi Luas
Gerakan Earth Hour sendiri diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature (WWF) sebagai ajakan untuk mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak perlu selama satu jam. Tujuannya jelas: meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi energi dan melindungi bumi dari perubahan iklim.
Pertamina Patra Niaga telah rutin menggelar aksi ini di berbagai lokasi operasionalnya. Wilayah yang terlibat meliputi Kilang Dumai, Kilang Plaju, Kilang Cilacap, Kilang Balikpapan, Kilang Balongan, hingga Kilang Kasim.
1. Penghematan Listrik Capai 9 MW
Selama satu jam pemadaman, total penghematan listrik mencapai sekitar 9 megawatt. Angka ini setara dengan daya yang dibutuhkan ribuan rumah tangga dalam waktu bersamaan.
2. Emisi Karbon Berkurang Sekitar 6 Ton CO2 Eq
Selain hemat energi, aksi ini juga sukses mengurangi emisi karbon sekitar 6 ton CO2 ekuivalen. Ini adalah kontribusi nyata dalam upaya mengurangi jejak karbon perusahaan.
3. Penghematan BBM Lebih dari 2.000 Liter
Efek domino dari penghematan listrik ini adalah pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak lebih dari 2.000 liter. Angka ini menunjukkan bahwa hemat energi juga berarti hemat sumber daya lainnya.
Edukasi dan Kebiasaan Sehari-hari
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyampaikan bahwa Earth Hour bukan sekadar ritual tahunan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah pengingat pentingnya mengadopsi gaya hidup hemat energi secara konsisten.
Langkah kecil seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, memilih peralatan hemat energi, dan bijak dalam penggunaan listrik bisa memberi dampak besar jika dilakukan oleh banyak orang.
4. Mengedepankan Budaya Hemat Energi
Earth Hour diharapkan menjadi awal dari kebiasaan baru. Bukan hanya di hari perayaan, tetapi juga dalam rutinitas sehari-hari. Roberth menegaskan bahwa budaya hemat energi harus menjadi bagian dari nilai-nilai yang diterapkan di tempat kerja maupun rumah tangga.
5. Kampanye Penggunaan Energi Secukupnya
Langkah ini juga menjadi bagian dari kampanye penggunaan energi secara wajar. Tidak berlebihan, tidak boros. Terutama di tengah kondisi ketersediaan energi yang semakin menantang.
Tabel Rincian Dampak Earth Hour 2026 Pertamina Patra Niaga
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Durasi Pemadaman | 1 jam (20.30 – 21.30 WIB) |
| Wilayah Terlibat | 6 lokasi kilang |
| Penghematan Listrik | 9 MW |
| Pengurangan Emisi CO2 | 6 ton CO2 Eq |
| Penghematan BBM | >2.000 liter |
Momentum untuk Refleksi dan Aksi
Earth Hour bukan hanya soal mematikan lampu. Ini adalah waktu untuk merefleksikan bagaimana kita menggunakan energi setiap hari. Di tengah lonjakan penggunaan listrik akibat aktivitas digital dan rumah tangga yang semakin intens, kebiasaan hemat energi menjadi semakin penting.
6. Menghindari Panic Buying Energi
Roberth juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tidak terjebak dalam kepanikan penggunaan energi. Menggunakan energi secara wajar dan tidak berlebihan adalah bentuk kepedulian terhadap ketersediaan sumber daya nasional.
Menjaga Lingkungan, Menjaga Kenyamanan
Roberth menuturkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan. Setiap individu juga memiliki peran penting. Dengan lingkungan yang nyaman, maka kenyamanan hidup pun akan terjaga.
Langkah-langkah kecil seperti mematikan peralatan elektronik saat tidak digunakan, memilih lampu LED, dan mengatur suhu AC dengan bijak bisa menjadi awal dari perubahan besar.
7. Menginspirasi Generasi Mendatang
Dengan mengintegrasikan nilai-nilai penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari, Pertamina Patra Niaga berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bumi.
Kesimpulan
Earth Hour 2026 menjadi bukti nyata bahwa langkah kecil bisa memberikan dampak besar. Dengan penghematan listrik 9 MW, pengurangan emisi, dan kesadaran kolektif, Pertamina Patra Niaga kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Gerakan ini bukan hanya simbol, tapi panggilan untuk kembali ke kebiasaan yang ramah lingkungan. Semoga semangat ini terus berlangsung di luar dari satu jam simbolis setiap tahun.
Disclaimer: Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi resmi yang diterima pada Maret 2026. Nilai penghematan energi dan emisi dapat berubah tergantung pada kondisi operasional dan faktor eksternal lainnya.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













