Finansial

Pertumbuhan Premi Asuransi Perjalanan Tembus 30% Saat Musim Mudik, GEGI Ungkapkan Data Terkini

Danang Ismail
×

Pertumbuhan Premi Asuransi Perjalanan Tembus 30% Saat Musim Mudik, GEGI Ungkapkan Data Terkini

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Premi Asuransi Perjalanan Tembus 30% Saat Musim Mudik, GEGI Ungkapkan Data Terkini

Permintaan perjalanan mengalami saat musim mudik tiba. PT Great Eastern General Insurance Indonesia () mencatat pertumbuhan premi sekitar 30% dibandingkan periode sebelum Lebaran 2026. Lonjakan ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan berbagai moda untuk pulang kampung.

Faktor musim libur panjang dan pembelian produk secara digital turut mendorong peningkatan permintaan. Marketing Director GEGI, Linggawati Tok, menjelaskan bahwa tren ini tidak hanya terjadi saat mudik, tapi juga dipengaruhi oleh masyarakat pasca-pandemi yang semakin sadar akan pentingnya perlindungan saat bepergian.

Dinamika Permintaan Asuransi Perjalanan Saat Mudik

Musim mudik selalu menjadi puncak aktivitas perjalanan di Indonesia. Tidak hanya penumpang transportasi umum yang meningkat, permintaan asuransi perjalanan juga ikut naik. GEGI mencatat premi sebesar 30% selama periode mudik dibandingkan sebelumnya.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami manfaat asuransi sebagai alat perlindungan. Terlebih lagi, saat ini pembelian bisa dilakukan secara digital, sehingga lebih praktis dan cepat.

1. Faktor yang Mendorong Lonjakan Permintaan

Beberapa faktor menjadi penyebab utama meningkatnya minat masyarakat terhadap asuransi perjalanan saat mudik:

  1. Tingginya mobilitas masyarakat – Semakin banyak orang yang bepergian, semakin besar pula risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan.
  2. Kemudahan akses digital – Pembelian asuransi kini bisa dilakukan secara online, memungkinkan lebih banyak orang untuk melindungi diri mereka sebelum berangkat.

2. Komposisi Sumber Premi

GEGI mengungkapkan bahwa premi yang terkumpul berasal dari berbagai sumber. Sebagian besar berasal dari pembelian individu, baik melalui agen perjalanan maupun platform digital. Model bundling dengan tiket transportasi juga menjadi salah satu faktor penopang pertumbuhan.

Berdasarkan laporan keuangan Februari 2026, premi bruto GEGI mencapai Rp 214,29 miliar, naik dari Rp 180,86 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan tren positif yang terus berlanjut dari tahun ke tahun.

3. Jenis Klaim yang Sering Diajukan

Meski klaim masih dalam tahap pemantauan, GEGI mencatat beberapa jenis klaim yang umum terjadi selama periode mudik:

  • Kecelakaan selama perjalanan
  • Pengobatan darurat
  • Keterlambatan atau pembatalan penerbangan
  • Kehilangan atau keterlambatan bagasi

Mayoritas klaim ini masih dalam batas yang dapat dikelola dengan baik oleh perusahaan. Namun, pengajuan klaim biasanya dilakukan setelah perjalanan selesai, sehingga datanya belum sepenuhnya terakumulasi saat ini.

Tren Asuransi Perjalanan Pasca-Pandemi

perilaku masyarakat pasca-pandemi memainkan peran penting dalam pertumbuhan asuransi perjalanan. Sebelumnya, banyak orang menganggap asuransi sebagai hal yang opsional. Kini, perlindungan ini mulai dianggap sebagai kebutuhan wajib saat bepergian.

1. Perubahan Pola Konsumsi Perlindungan

Masyarakat kini lebih sadar risiko yang bisa terjadi saat bepergian. Apalagi, selama pandemi, banyak orang merasakan ketidakpastian yang membuat mereka lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan dan perlindungan.

2. Adaptasi Terhadap Digitalisasi

Platform digital memainkan peran besar dalam mempercepat adopsi asuransi perjalanan. Dengan sistem online, calon pemilik polis bisa membeli perlindungan hanya dalam hitungan menit. Ini sangat cocok dengan gaya hidup masyarakat modern yang mengutamakan efisiensi waktu.

Namun, meski trennya positif, Linggawati mengakui bahwa penjualan masih bersifat musiman. Lonjakan permintaan terjadi saat libur panjang seperti mudik Lebaran atau libur . Di luar itu, minat cenderung menurun.

Tantangan dan Peluang ke Depan

1. Membangun Kesadaran Berkelanjutan

Salah satu tantangan utama adalah mengubah pola pikir masyarakat agar asuransi perjalanan tidak hanya dibutuhkan saat momen tertentu. Perlindungan ini sebaiknya menjadi kebiasaan rutin, bukan hanya kebutuhan sesaat.

2. Inovasi Produk dan Layanan

Untuk menarik minat lebih luas, perusahaan perlu terus berinovasi. Misalnya, menawarkan paket yang lebih fleksibel, harga yang kompetitif, dan cakupan yang lebih luas.

3. Edukasi Konsumen

Banyak orang masih belum memahami manfaat sebenarnya dari asuransi perjalanan. Edukasi yang tepat bisa membantu meningkatkan literasi keuangan dan perlindungan di masyarakat.

Data Statistik Premi Asuransi Perjalanan GEGI

Berikut adalah rincian pertumbuhan premi asuransi perjalanan GEGI selama beberapa periode terakhir:

Periode Premi Bruto (Rp) Kenaikan (%)
Februari 2025 180,86 miliar
Februari 2026 214,29 miliar +18,5%
Periode Mudik 2026 +30%

Catatan: Data periode mudik belum mencakup nilai premi secara spesifik, hanya pertumbuhan persentase.

Kesimpulan

Permintaan asuransi perjalanan saat mudik terus meningkat dari tahun ke tahun. GEGI mencatat pertumbuhan premi sebesar 30% selama periode mudik 2026. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya perlindungan saat bepergian.

Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga momentum ini agar bisa berkelanjutan di luar musim mudik. Dengan pendekatan digital, edukasi, dan inovasi produk, asuransi perjalanan bisa menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam setiap perjalanan.

Disclaimer: Data dan angka yang disajikan bersifat informasional dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.