Musim mudik Ramadan dan Idulfitri selalu jadi momen sibuknya sektor energi. Tahun ini, Pertamina Patra Niaga mencatat lonjakan konsumsi BBM jenis Pertamax Series yang mencapai hingga 30 persen. Lonjakan ini terjadi seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang dan seusai Lebaran.
Kenaikan ini bukan tanpa alasan. Banyak masyarakat yang memilih BBM berkualitas tinggi untuk memastikan kendaraan tetap prima saat digunakan dalam perjalanan jauh. Terlebih saat arus mudik dan balik, performa mesin yang optimal jadi prioritas agar perjalanan lebih nyaman dan efisien.
Peningkatan Konsumsi BBM Selama Ramadan-Lebaran
Data monitoring dari 9 hingga 26 Maret 2026 menunjukkan bahwa konsumsi BBM jenis gasoline naik sekitar 16 persen dibandingkan rata-rata harian Januari 2026. Kenaikan ini didorong terutama oleh permintaan Pertamax Series yang digunakan banyak kendaraan pribadi dan komersial.
-
Pertamax (RON 92)
Konsumsi harian rata-rata meningkat hingga 33,9 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya pada kualitas dan efisiensi bahan bakar ini. -
Pertamax Turbo
Jenis ini digunakan kendaraan dengan performa tinggi. Konsumsinya naik sekitar 33,7 persen, menandakan semakin banyak pengguna mobil sport atau mobil dengan teknologi mesin canggih. -
Pertamax Green
Produk ramah lingkungan ini mencatat lonjakan konsumsi tertinggi, yaitu 95,8 persen. Ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.
Puncak konsumsi BBM jenis gasoline terjadi pada 19 Maret 2026 dengan kenaikan 37,8 persen dari normal. Sementara saat arus balik, konsumsi tetap tinggi, mencatat kenaikan 20,1 persen pada 26 Maret 2026.
Tren Konsumsi BBM Lainnya
Selain Pertamax Series, produk lain juga mengalami peningkatan konsumsi selama periode yang sama.
-
Pertamina Dex
Konsumsi harian naik 27,4 persen. BBM ini cocok untuk kendaraan diesel yang butuh daya tahan tinggi. -
Dexlite
Kenaikan konsumsi mencapai 4,9 persen. Meski tidak sebesar jenis lain, angka ini tetap menunjukkan adanya peningkatan permintaan. -
LPG
Konsumsi LPG naik 8,6 persen. Lonjakan ini berkaitan dengan aktivitas rumah tangga yang meningkat selama libur lebaran. -
Avtur
Konsumsi bahan bakar pesawat naik 4,0 persen secara rata-rata. Namun, pada arus balik, angkanya melonjak hingga 22,1 persen pada 25 Maret 2026.
Persiapan Infrastruktur Energi oleh Pertamina
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina Patra Niaga menyiapkan berbagai layanan dan infrastruktur tambahan.
-
SPBU Siaga 24 Jam
Sebanyak 2.074 SPBU siap melayani konsumen selama 24 jam. Titik-titik ini tersebar di lokasi strategis jalur mudik. -
Agen LPG Siaga
Ada sekitar 6.300 agen LPG yang siap memenuhi kebutuhan rumah tangga selama periode libur. -
Layanan Motoris BBM dan LPG
Layanan ini memastikan distribusi BBM dan LPG tetap berjalan meski di area terpencil atau padat kendaraan. -
Modular BBM dan Kiosk Siaga
Sebanyak 95 unit layanan modular BBM dan 61 kiosk siaga disiapkan untuk memberikan layanan cepat dan mudah. -
Serambi MyPertamina
Ada 43 titik Serambi MyPertamina yang menyediakan fasilitas istirahat dan layanan tambahan bagi pemudik.
Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat
Kenaikan konsumsi Pertamax Series tidak hanya dipengaruhi oleh mobilitas, tapi juga oleh perubahan perilaku masyarakat. Semakin banyak orang yang memilih BBM berkualitas untuk menjaga performa kendaraan, terutama saat digunakan dalam jarak tempuh yang jauh.
Produk ramah lingkungan seperti Pertamax Green juga mulai diminati. Ini menunjukkan bahwa selain performa, isu lingkungan juga mulai menjadi pertimbangan utama dalam memilih bahan bakar.
Disclaimer
Data yang disajikan bersifat sesuai kondisi periode 9 hingga 26 Maret 2026 dan dapat berubah seiring perkembangan situasi di lapangan. Angka konsumsi dan persentase bisa bervariasi tergantung berbagai faktor eksternal seperti cuaca, kebijakan pemerintah, dan pola perjalanan masyarakat.
Kesimpulan
Lonjakan konsumsi Pertamax Series hingga 30 persen selama Ramadan-Lebaran 2026 menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya menggunakan BBM berkualitas. Dengan infrastruktur yang memadai dan layanan tambahan dari Pertamina, distribusi energi tetap bisa dijaga agar tetap stabil meski dalam kondisi permintaan tinggi.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













