Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal menggelar pelantikan sejumlah pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan hari ini, Jumat, 27 Maret 2026. Acara rencananya dimulai pukul 09.00 WIB pagi nanti. Pelantikan ini menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan roda pemerintahan di bidang keuangan tetap berjalan lancar dan responsif terhadap tantangan ekonomi nasional.
Langkah ini juga menjadi jawaban atas pergantian beberapa posisi strategis, termasuk kekosongan di jabatan Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK). Sebelumnya, Masyita Crystallin resmi berakhir masa tugasnya dan beralih ke PT Danantara Investment Management (Persero) sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning sejak 11 Februari 2026.
Daftar Pejabat Eselon I Kemenkeu yang Dilantik
Pelantikan hari ini akan mencakup seluruh pejabat eselon I yang baru maupun yang sudah menjabat. Berikut daftar lengkapnya:
1. Sekretaris Jenderal
Heru Pambudi
2. Inspektur Jenderal
Awan Nurmawan Nuh
3. Direktur Jenderal Pajak
Bimo Wijayanto
4. Direktur Jenderal Anggaran
Luky Alfirman
5. Direktur Jenderal Bea dan Cukai
Djaka Budhi Utama
6. Direktur Jenderal Kekayaan Negara
Rionald Silaban
7. Direktur Jenderal Perbendaharaan
Astera Primanto Bhakti
8. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan
Askolani
9. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
Suminto
10. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal
Febrio Nathan Kacaribu
11. Kepala Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan
Suryo Utomo
12. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Andin Hadiyanto
13. Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak
Iwan Djuniardi
14. Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak
Yon Arsal
15. Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak
Nufransa Wirasakti
16. Staf Ahli Bidang Penerimaan
Dwi Teguh Wibowo
17. Staf Ahli Bidang PNBP
M. Agus Rofiudin
18. Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara
Sudarto
19. Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional
Parjiono
20. Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal
Arief Wibisono
21. Staf Ahli Bidang Hukum dan Hubungan Kelembagaan
Rina Widiyani Wahyuningdyah
Perubahan Jabatan dan Sinergi Kebijakan
Transisi jabatan seperti yang dialami oleh Masyita Crystallin bukanlah hal yang asing di birokrasi publik. Alih tugasnya ke sektor swasta justru mencerminkan upaya pemerintah dalam memperkuat kolaborasi antara institusi negara dan industri keuangan nasional. Dalam pengumuman resminya, Kemenkeu menyebut bahwa penempatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan sinergi kebijakan dan investasi.
Sebagai Dirjen SPSK, Masyita sempat memimpin berbagai agenda penting, seperti penguatan kerangka stabilitas sistem keuangan dan harmonisasi kebijakan dalam UU P2SK. Kini, tanggung jawab tersebut akan diambil alih oleh pejabat baru yang bakal dilantik hari ini.
Proses Transisi yang Terstruktur
Transisi kepemimpinan di Kemenkeu selalu mengedepankan prinsip good governance. Hal ini memastikan tidak ada gap dalam pengambilan keputusan dan implementasi kebijakan. Setiap pergantian posisi strategis dilengkapi dengan proses serah terima yang jelas dan dokumentasi kebijakan yang telah berjalan.
Dengan begitu, setiap pejabat baru tidak hanya mendapat mandat, tapi juga warisan kebijakan yang solid dan siap dikembangkan sesuai dinamika ekonomi saat ini.
Peran Penting Pejabat Eselon I dalam Kebijakan Fiskal
Pejabat eselon I di Kemenkeu memiliki peran sentral dalam merancang dan mengeksekusi kebijakan fiskal yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional. Mulai dari pengumpulan pajak, pengelolaan anggaran negara, hingga pengawasan kekayaan negara, semuanya bergantung pada efektivitas kerja para pimpinan ini.
Dengan adanya pelantikan hari ini, diharapkan sinergi antar unit kerja bisa semakin meningkat. Apalagi, tantangan ekonomi global masih terus berlanjut dan membutuhkan respons cepat dari sektor keuangan.
Harapan Pasca-Pelantikan
Setelah pelantikan, diharapkan semua pejabat baru bisa langsung bekerja optimal. Kolaborasi lintas direktorat jenderal menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi. Terlebih lagi, tahun 2026 menjadi tahun krusial bagi pencapaian target-target pembangunan jangka menengah nasional.
Ke depan, pengawasan dan evaluasi rutin akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berkontribusi pada stabilitas makro dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari pengumuman resmi Kementerian Keuangan per tanggal 13 Februari 2026. Data dan nama pejabat dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan internal pemerintah.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













