Finansial

Saham Perbankan Besar Ditutup Negatif Kembali Pada Perdagangan Hari Ini 26 Maret 2026

Rista Wulandari
×

Saham Perbankan Besar Ditutup Negatif Kembali Pada Perdagangan Hari Ini 26 Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Saham Perbankan Besar Ditutup Negatif Kembali Pada Perdagangan Hari Ini 26 Maret 2026

Saham big banks kembali mencatatkan pelemahan di penutupan perdagangan hari ini, (26/3/2026). Empat saham bank pelat merah utama yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) semuanya tercatat minus di akhir sesi.

Penurunan ini terjadi meski sehari sebelumnya saham-saham tersebut sempat menunjukkan pemulihan. BMRI menjadi yang paling terpukul, turun 2,62% ke level Rp 4.840 per saham. Di bawahnya, BBRI turun 1,41% ke posisi Rp 3.490, sementara BBNI melemah 0,99% ke angka Rp 4.000. BBCA mengalami penurunan paling kecil, hanya 0,36%, ditutup di Rp 6.875.

Penyebab Pelemahan Saham Big Banks

Pelemahan ini bukan datang begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendorong sentimen negatif di pasar , terutama bagi saham-saham sektor perbankan besar. Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menjelaskan bahwa penguatan sehari sebelumnya lebih merupakan technical rebound.

1. Technical Rebound Bukan Tanda Pemulihan Fundamental

Technical rebound adalah fenomena ketika harga saham naik setelah periode penurunan yang panjang. Menurut Wafi, saham big banks sebenarnya sudah dalam kondisi oversold sebelum libur Lebaran. Artinya, tekanan jual sudah terlalu tinggi hingga membuat harga saham terkoreksi melebihi batas wajar.

Investor pun mulai melihat peluang beli , yang kemudian mendorong rebound teknis. Namun, hal ini belum tentu mencerminkan perbaikan fundamental jangka panjang.

2. Sentimen Pasca-Pengumuman BI Rate

Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam pertemuan terakhir sebelumnya. Meskipun tidak ada , pasar ternyata tidak merespons positif. Investor justru menunggu langkah tegas selanjutnya dari BI untuk menopang stabilitas ekonomi dan perbankan.

Padahal, ekspektasi pasar sebelumnya cukup tinggi akan adanya yang lebih agresif. Ketidakpastian ini memicu profit taking di saham-saham bank besar.

3. Arus Modal Asing yang Belum Stabil

Masih minimnya minat investor asing juga menjadi salah satu penyebab tekanan terhadap harga saham big banks. Setelah libur panjang Lebaran, arus masuk modal asing belum menunjukkan tanda-tanda pulih secara signifikan. Padahal, investor domestik cenderung lebih selektif dan menunggu sinyal kuat dari pasar global.

Analisis Kondisi Pasar dan Prospek Saham Big Banks

Meski mengalami pelemahan, Wafi menilai bahwa fundamental saham big banks masih solid. Bank-bank besar ini memiliki struktur modal yang kuat, likuiditas yang terjaga, serta portofolio kredit yang relatif sehat. Hal ini membuatnya tetap menarik sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Namun, karena tren jangka pendek masih belum menentu, investor disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil posisi. Sebaliknya, bisa mulai mengakumulasi saham secara bertahap jika melihat adanya diskon harga yang wajar.

Strategi Investasi Menghadapi Volatilitas Saham Bank

Bagi investor yang ingin tetap bertahan di sektor perbankan, penting untuk memahami beberapa strategi dasar agar tidak terjebak di tengah volatilitas pasar.

1. Fokus pada Saham dengan Fundamental Kuat

Big banks seperti BMRI, BBCA, BBRI, dan BBNI memiliki performa operasional yang stabil. Meski mengalami fluktuasi harga, kinerja laba bersih dan pertumbuhan kredit mereka masih menunjukkan tren positif dalam beberapa terbaru.

Investor bisa fokus pada saham yang memiliki rasio PBV (Price to Book Value) rendah namun prospek pertumbuhan laba yang baik.

2. Hindari Panic Selling

Pelemahan harga saham tidak selalu berarti kinerja emiten sedang bermasalah. Jika fundamental masih kuat, maka penurunan harga bisa dimanfaatkan sebagai peluang akumulasi saham dengan harga lebih murah.

3. Gunakan Pendekatan Dollar Cost Averaging (DCA)

Metode DCA membantu investor membeli saham secara rutin dalam jumlah nilai yang sama, terlepas dari fluktuasi harga. Dengan cara ini, risiko membeli saham pada harga puncak bisa diminimalisir.

Perbandingan Harga Penutupan Saham Big Banks (26 Maret 2026)

Emiten Harga Penutupan % Change
BMRI Rp 4.840 -2,62%
BBRI Rp 3.490 -1,41%
BBNI Rp 4.000 -0,99%
BBCA Rp 6.875 -0,36%

Catatan: Data harga bersifat real time pada tanggal 26 Maret 2026. Nilai dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.

Rekomendasi Saham Big Banks untuk Investor Jangka Panjang

Meski mengalami tekanan jangka pendek, beberapa saham big banks tetap layak untuk dicermati:

  • BMRI: Memiliki ROE tinggi dan distribusi dividen konsisten.
  • BBCA: Likuiditas kuat dan basis nasabah yang luas.
  • BBRI: Fokus pada keuangan dan digital banking.
  • BBNI: Pertumbuhan kredit yang solid di .

Investor yang tertarik bisa mulai memantau saham-saham ini untuk akumulasi bertahap, terutama saat harga berada di level yang lebih kompetitif.

Kesimpulan

Saham big banks memang tengah menghadapi fase koreksi pasca technical rebound. Namun, bukan berarti prospek investasi di sektor ini suram. Dengan fundamental yang masih kuat dan potensi dividen yang menarik, saham bank pelat merah tetap menjadi pilihan utama banyak investor jangka panjang.

Yang penting, tetap waspada terhadap dinamika makro ekonomi, kebijakan BI, serta sentimen global yang bisa memengaruhi arah pasar ke depannya.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.