Saham-saham di Wall Street melesat naik jelang akhir pekan, setelah kabar soal rencana gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai berhembus. Investor yang tadinya was-was dengan ketegangan geopolitik kini mulai bernapas lega, dan pasar pun merespons dengan antusias. Apalagi, kabar itu bukan sekadar isu biasa, tapi disebut-sebut sudah masuk ke ranah diplomatik dengan rencana 15 poin yang dikirimkan lewat jalur Pakistan.
Indeks Dow Jones naik 0,66 persen, S&P 500 menguat 0,54 persen, dan Nasdaq Composite justru jadi yang paling ‘royal’ dengan lonjakan 0,77 persen. Saham-saham sektor teknologi dan material jadi penguat utama, sementara energi dan real estat justru melemah. Jelas, sentimen positif ini datang bukan dari data ekonomi semata, tapi dari harapan akan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Rencana Gencatan Senjata yang Bikin Pasar Tenang
Isu geopolitik memang selalu jadi faktor penting yang bisa menggerakkan pasar modal. Kali ini, kabar soal rencana gencatan senjata antara AS dan Iran langsung jadi sorotan besar. Media-media AS mulai mengabarkan bahwa proposal 15 poin telah dikirimkan ke Teheran, dan Iran pun disebut menerima jalur diplomatik tersebut lewat Pakistan.
-
Pengiriman proposal damai: Laporan menyebut bahwa proposal damai ini dikirimkan secara tidak langsung lewat pihak ketiga, yaitu Pakistan, untuk menghindari kontak langsung yang bisa memicu ketegangan lebih lanjut.
-
Respon diplomatik Iran: Iran dikabarkan tidak serta merta menolak, bahkan disebut membuka kemungkinan untuk membicarakan rencana tersebut secara lebih serius.
-
Efek langsung ke harga minyak: Minyak mentah WTI turun 2,2 persen menjadi USD90,32 per barel. Sementara minyak Brent juga turun menjadi USD102,22 per barel. Penurunan ini menunjukkan bahwa pasar mulai optimis akan berkurangnya ketegangan energi global.
Saham-Saham yang Jadi Penguat Utama
Sentimen positif ini langsung dirasakan di lantai bursa. Saham-saham yang tadinya tertekan mulai bangkit, terutama dari sektor teknologi. Investor kembali percaya diri dan mulai menanamkan modalnya ke saham-saham berteknologi tinggi.
-
Saham teknologi melesat: Sebagian besar dari Magnificent Seven mencatatkan kenaikan. Amazon dan Nvidia masing-masing naik sekitar dua persen, menunjukkan bahwa investor kembali memasukkan dana ke sektor ini.
-
Chipset jadi sorotan: Intel dan AMD disebut bersiap naikkan harga produk mereka. Ini jadi kabar baik bagi investor yang memandang optimis terhadap margin laba di masa depan.
-
Arm Holdings melonjak 16,38 persen: Perusahaan ini meluncurkan chip buatan sendiri pertama kalinya dan memberikan proyeksi pendapatan yang sangat optimis. Saham ini langsung jadi penguat terbesar di Nasdaq.
Saham Lain yang Ikut Melesat
Selain sektor teknologi, beberapa saham lain juga mencatatkan lonjakan besar. Ini menunjukkan bahwa investor mulai bereksperimen ke berbagai sektor, bukan hanya yang berbasis teknologi.
-
EchoStar naik 7,43 persen: Saham ini melonjak setelah SpaceX mengumumkan rencana IPO untuk perusahaan satelit yang mereka miliki.
-
JetBlue Airways melonjak 13,37 persen: Maskapai ini disebut sedang menjajaki kemungkinan merger. Kabar ini langsung disambut antusias oleh investor yang melihat potensi valuasi lebih tinggi di masa depan.
-
Terns Pharmaceuticals naik 5,72 persen: Saham ini langsung melesat setelah menyetujui akuisisi tunai senilai USD6,7 miliar oleh Merck.
Perbandingan Kinerja Indeks Utama Wall Street
| Indeks | Persentase Kenaikan | Penutupan (26 Maret 2026) |
|---|---|---|
| Dow Jones Industrial Average | +0,66% | 46.429,49 |
| S&P 500 | +0,54% | 6.591,9 |
| Nasdaq Composite | +0,77% | 21.929,83 |
Pergerakan Harga Minyak Global
| Jenis Minyak | Harga Penutupan (26 Maret 2026) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| WTI | USD90,32 | -2,2% |
| Brent | USD102,22 | -2,17% |
Sektor yang Naik dan Turun
| Sektor | Perubahan (%) |
|---|---|
| Material | +1,97% |
| Barang Konsumsi Non-Esensial | +1,18% |
| Teknologi | +0,95% |
| Kesehatan | +0,45% |
| Keuangan | +0,32% |
| Energi | -0,53% |
| Real Estat | -0,04% |
Disclaimer
Data dan informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbatas pada tanggal 26 Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan geopolitik, ekonomi global, serta kebijakan pasar. Saham dan harga komoditas sangat rentan terhadap fluktuasi, sehingga keputusan investasi sebaiknya diambil dengan pertimbangan matang dan analisis mandiri.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













