Kinerja unitlink pendapatan tetap memang sedang tidak berada di puncak performa. Hingga Februari 2026, kelas ini mencatat rata-rata return hanya sebesar 0,11% year to date (ytd) berdasarkan data Infovesta. Angka itu jauh tertinggal dari kelas unitlink lainnya, termasuk unitlink saham yang mencatatkan return tertinggi di kelasnya, yakni 3,06%.
Meski begitu, bukan berarti semua produk unitlink pendapatan tetap melemah. Ada beberapa produk yang justru mampu mencatatkan kinerja positif dan bahkan unggul di tengah kondisi pasar yang cukup menantang. Dari sederet nama yang ada, sepuluh di antaranya berhasil menempati posisi terbaik berdasarkan return hingga Februari 2026.
10 Unitlink Pendapatan Tetap dengan Return Tertinggi Februari 2026
Di tengah tekanan pasar, beberapa produk unitlink pendapatan tetap masih mampu bertahan dan memberikan hasil yang menarik. Ini daftar lengkapnya.
1. Global Bond Income Fund – BlackRock
Berada di posisi puncak, Global Bond Income Fund yang dikelola oleh BlackRock mencatatkan return sebesar 2,15%. Ini merupakan performa tertinggi di antara semua produk unitlink pendapatan tetap sepanjang periode yang ditinjau.
2. SiJi Fixed Investa Fund – Asuransi Simas Jiwa
Di posisi kedua, SiJi Fixed Investa Fund dari PT Asuransi Simas Jiwa menorehkan return sebesar 2,09%. Produk ini menjadi salah satu andalan Simas Jiwa dalam kelas pendapatan tetap.
3. Simas Fund Rupiah – Asuransi Simas Jiwa
Simas Fund Rupiah yang juga dikelola oleh Simas Jiwa menempati posisi ketiga dengan return 1,82%. Produk ini tetap menunjukkan ketahanan meski di tengah volatilitas pasar.
4. High Yield Income Fund – Sun Life Financial Indonesia
Produk dari Sun Life Financial Indonesia ini berada di posisi keempat dengan return 1,48%. Meski tidak setinggi tiga besar, performa ini tetap tergolong solid.
5. Carlink Pro Ultimate Fixed – CAR Life Insurance
CAR Life Insurance menempatkan produk Carlink Pro Ultimate Fixed di posisi kelima dengan return 1,28%. Ini menunjukkan bahwa emiten ini memiliki lebih dari satu produk yang performa baik.
6. Century Pro Fixed – CAR Life Insurance
Century Pro Fixed juga dari CAR Life Insurance berada di posisi keenam dengan return yang sama, yaitu 1,28%. Ini menunjukkan konsistensi produk dari perusahaan ini.
7. Carlisya Pro Fixed – CAR Life Insurance
Berada di posisi ketujuh, Carlisya Pro Fixed mencatatkan return 1,19%. Tiga produk CAR Life Insurance yang masuk ke daftar menunjukkan bahwa perusahaan ini cukup andal dalam mengelola unitlink pendapatan tetap.
8. Star Premium Fixed Income Dollar – STAR AM
Produk dari STAR AM ini menempati posisi kedelapan dengan return 1,19%. Meski berbasis dollar, produk ini tetap menunjukkan kinerja yang cukup stabil.
9. Simas Jiwa Investa Maxima Fund – Asuransi Simas Jiwa
Di posisi kesembilan, Simas Jiwa Investa Maxima Fund mencatatkan return 1,12%. Ini menunjukkan bahwa Simas Jiwa memiliki lebih dari satu produk yang masuk ke daftar terbaik.
10. Carlink Pro Fixed – CAR Life Insurance
Menutup daftar, Carlink Pro Fixed dari CAR Life Insurance mencatatkan return 1,09%. Ini menjadi bukti bahwa produk pendapatan tetap dari perusahaan ini memiliki daya tahan yang baik.
Perbandingan Return Unitlink Berdasarkan Kelas (Februari 2026)
| Kelas Unitlink | Rata-rata Return (YTD) |
|---|---|
| Unitlink Saham | 3,06% |
| Unitlink Campuran | 0,92% |
| Unitlink Pendapatan Tetap | 0,11% |
| Unitlink Pasar Uang | 0,48% |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa unitlink pendapatan tetap memang berada di posisi terbawah dalam hal rata-rata return. Namun, produk-produk terbaik dalam kelas ini masih mampu memberikan hasil yang kompetitif.
Mengapa Unitlink Pendapatan Tetap Masih Layak Dipertimbangkan?
Meski return-nya rendah secara rata-rata, unitlink pendapatan tetap tetap memiliki daya tarik tersendiri, terutama di tengah ketidakpastian pasar. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menyebut bahwa produk ini cenderung lebih stabil dan memiliki drawdown yang terbatas.
Investor yang lebih mengutamakan keamanan dan kestabilan, daripada return tinggi yang berisiko tinggi, mungkin akan lebih cocok dengan produk ini. Terlebih lagi, saat pasar saham sedang tidak bersahabat, unitlink pendapatan tetap bisa menjadi pelabuhan yang aman.
Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Unitlink Pendapatan Tetap
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kinerja unitlink pendapatan tetap tertekan di awal tahun 2026. Di antaranya:
-
Kenaikan Suku Bunga Acuan BI
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia membuat investor cenderung beralih ke instrumen yang lebih likuid dan langsung memberikan hasil, seperti deposito atau obligasi pemerintah. -
Penguatan Rupiah terhadap Dollar AS
Penguatan rupiah membuat return dari produk berbasis mata uang asing menjadi kurang menggiurkan. -
Ketidakpastian Makroekonomi Global
Ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi global membuat investor lebih waspada, termasuk dalam memilih instrumen investasi. -
Pergerakan Harga Obligasi yang Terbatas
Karena unitlink pendapatan tetap umumnya investasi di instrumen obligasi, kinerjanya sangat tergantung pada performa pasar obligasi yang di awal tahun ini belum menunjukkan tren positif.
Tips Memilih Unitlink Pendapatan Tetap yang Tepat
Bagi yang tertarik dengan unitlink pendapatan tetap, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah pilih produk:
-
Lihat Riwayat Kinerja
Cek return historis produk selama 1, 3, dan 5 tahun terakhir. Ini bisa memberikan gambaran seberapa stabil produk tersebut. -
Perhatikan Biaya dan Fee
Biaya manajemen yang tinggi bisa menggerogoti keuntungan. Pastikan untuk membandingkan fee antar produk. -
Pahami Portofolio Investasi
Tidak semua unitlink pendapatan tetap investasi di instrumen yang sama. Ada yang lebih fokus pada obligasi korporasi, ada yang campur dengan surat berharga negara. -
Cek Reputasi Manajer Investasi
Nama besar seperti BlackRock, STAR AM, atau Simas Jiwa biasanya memiliki sistem manajemen risiko yang lebih baik. -
Sesuaikan dengan Tujuan Investasi
Jika tujuan investasi jangka pendek dan mengutamakan keamanan, unitlink pendapatan tetap bisa menjadi pilihan. Namun jika tujuan adalah pertumbuhan jangka panjang, mungkin kelas saham lebih cocok.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari Infovesta dan berlaku hingga Februari 2026. Return dan kinerja unitlink bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar, kebijakan makroekonomi, dan faktor eksternal lainnya. Sebelum memutuskan investasi, disarankan untuk berkonsultasi dengan konsultan keuangan terpercaya dan memahami risiko yang terlibat.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













