Ilustrasi kemacetan dan keramaian di area food court sebuah mal saat H+1 Lebaran jadi gambaran nyata antusiasme masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat belanja, mal kini menjadi destinasi wajib liburan keluarga pasca-Lebaran. Buktinya, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat lonjakan kunjungan ke mal mencapai dua digit pada H+1 Lebaran 1447 H.
Lonjakan ini tidak terlepas dari pulihnya mobilitas masyarakat setelah menjalani aktivitas silaturahmi di hari pertama Idulfitri. Rata-rata peningkatan kunjungan diperkirakan sekitar 10 hingga 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini menunjukkan bahwa mal tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan waktu libur.
Ramainya Mal Pasca-Lebaran
Ketika hari pertama Idulfitri berlalu, banyak orang mulai merayakan libur dengan cara yang berbeda. Tidak sedikit yang memilih menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan. Hal ini terutama terjadi di H+1 Lebaran, di mana mal jadi alternatif tempat berkumpul keluarga.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di ibu kota, tapi juga di kota-kota besar lainnya. Pengunjung membanjir, terutama di area food court dan hiburan. Bahkan, beberapa pengunjung mengaku terkejut karena mal tetap ramai meski banyak orang yang mudik.
Hasnah, seorang remaja berusia 18 tahun, mengaku memilih mal sebagai tempat liburan karena tidak mudik tahun ini. "Biasanya kami ke luar kota, ke Bandung. Tapi tahun ini ingin suasana berbeda, jadi ke mal saja karena lebih dekat," ujar dia.
Ia sempat mengira mal akan lengang karena banyak yang mudik. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. "Aku kira bakal sepi karena banyak yang mudik, ternyata ramai banget sampai desak-desakan di skywalk," kata Hasnah.
Pola Belanja dan Preferensi Pengunjung
Selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, pola belanja masyarakat mengalami perubahan. Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menyebut bahwa penjualan hampir semua kategori produk mengalami peningkatan.
Pola belanja berubah menjelang Idulfitri. Masyarakat cenderung lebih memilih produk makanan dan minuman serta hiburan. "Food and beverages serta entertainment jadi primadona saat libur Lebaran," ujar Alphonzus.
-
Makanan dan Minuman
Food court jadi salah satu area paling ramai di mal. Banyak keluarga yang memilih makan bersama di sini karena praktis dan variasi menunya lengkap. -
Hiburan
Bioskop dan wahana permainan anak juga jadi favorit. Banyak orang tua yang membawa anak-anaknya untuk menonton film atau bermain di area hiburan. -
Belanja Kebutuhan Lebaran
Meski sebagian besar belanja dilakukan menjelang hari raya, masih ada pengunjung yang membeli kebutuhan Lebaran pasca-Hari Raya, terutama pakaian dan aksesori.
Alasan Mal Jadi Pilihan Utama
Mengapa mal jadi destinasi utama pasca-Lebaran? Ada beberapa alasan yang membuatnya tetap eksis dan ramai dikunjungi.
-
Kenyamanan Cuaca Indoor
Di tengah cuaca panas dan tidak menentu, mal menawarkan kenyamanan suhu ruangan yang terjaga. Ini jadi nilai tambah, terutama bagi keluarga dengan anak kecil. -
Satu Tempat, Banyak Aktivitas
Mal tidak hanya tempat belanja. Di sini, pengunjung bisa makan, menonton film, bermain, bahkan menikmati hiburan musik atau pameran. -
Kemudahan Akses dan Parkir
Lokasi strategis serta fasilitas parkir yang memadai membuat mal tetap diminati, meskipun saat H+1 Lebaran biasanya terjadi kepadatan kendaraan.
Pengeluaran yang Naik saat Libur Lebaran
Libur Lebaran identik dengan peningkatan pengeluaran. Tidak hanya untuk kebutuhan silaturahmi, tetapi juga untuk belanja dan hiburan.
Yanti, ibu dari Hasnah, mengaku menyiapkan anggaran khusus untuk libur Lebaran. "Biasanya kami siapkan anggaran sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta untuk belanja," ujar dia.
Berikut rincian pengeluaran rata-rata keluarga selama libur Lebaran:
| Kategori Pengeluaran | Rata-Rata Biaya |
|---|---|
| Belanja kebutuhan harian | Rp 500.000 |
| Makan dan minum di mal | Rp 300.000 |
| Hiburan (bioskop, wahana) | Rp 250.000 |
| Belanja pakaian | Rp 750.000 |
| Total | Rp 1.800.000 |
Pengeluaran ini bisa lebih tinggi tergantung gaya hidup dan jumlah anggota keluarga. Namun, sebagian besar keluarga tetap merasa bahwa libur Lebaran di mal memberikan nilai kebahagiaan yang tinggi.
Tips Menghindari Kepadatan di Mal
Mengingat ramainya mal di H+1 Lebaran, ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar kunjungan lebih nyaman.
-
Datang di Pagi Hari
Kunjungi mal saat jam buka pertama kali. Biasanya, keramaian baru terjadi menjelang siang hingga sore hari. -
Hindari Akhir Pekan
Jika memungkinkan, hindari kunjungan di akhir pekan. Mal cenderung lebih ramai saat libur panjang bertepatan dengan weekend. -
Gunakan Fasilitas Online
Beberapa mal menyediakan fitur online untuk cek kapasitas pengunjung secara real-time. Gunakan fitur ini untuk memilih waktu kunjungan yang lebih sepi. -
Siapkan Anggaran
Tentukan batas pengeluaran sebelum masuk mal. Ini membantu menghindari pemborosan dan tetap bisa menikmati liburan dengan tenang.
Perubahan Tren Liburan Pasca-Pandemi
Tren liburan masyarakat pasca-pandemi juga turut memengaruhi ramainya mal di H+1 Lebaran. Banyak orang yang lebih memilih menghabiskan waktu di dalam ruangan karena merasa lebih aman.
Kebiasaan baru ini membuat mal harus terus berinovasi. Mulai dari penataan ulang area hingga peningkatan protokol kesehatan. Meski sekarang protokol kesehatan sudah longgar, beberapa pengunjung masih memperhatikan kebersihan dan jarak aman saat berbelanja.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi lapangan dan kebijakan pemerintah. Perkiraan jumlah pengunjung dan pengeluaran bersifat umum dan tidak mewakili seluruh wilayah Indonesia.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













