Setelah Lebaran 2026, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mungkin merasa kecewa karena belum juga menerima bansos PKH atau BPNT. Tapi ternyata, kabar baik masih datang meski terlambat. Ada kabar mengejutkan dari proses pencairan bansos susulan yang sedang berlangsung. KPM berpeluang mendapatkan bantuan ganda, alias dua jenis bansos sekaligus, melalui PT Pos Indonesia.
Ini bukan isapan jari. Beberapa KPM bahkan sudah mulai melaporkan bahwa mereka menerima PKH sekaligus BPNT, atau sebaliknya. Pencairan ini bukan kesalahan sistem, melainkan bagian dari mekanisme penyaluran bansos tahap lanjutan yang memang dirancang untuk menyasar keluarga yang memenuhi kriteria tertentu.
KPM Bisa Dapat Bansos Ganda, Ini Penjelasannya
Mekanisme penyaluran bansos memang terus diperbaiki agar lebih tepat sasaran. Tapi terkadang, karena keterlambatan verifikasi atau perubahan data, beberapa keluarga yang seharusnya mendapat dua jenis bantuan baru menyadarinya setelah pencairan tahap pertama selesai. Nah, di sinilah peran PT Pos Indonesia sebagai mitra penyalur bansos mulai terlihat.
Bukan cuma soal pencairan ulang, tapi juga soal penyesuaian data yang akhirnya memungkinkan KPM mendapatkan bantuan ganda. Misalnya, seseorang yang awalnya hanya terdaftar sebagai penerima PKH mungkin juga memenuhi syarat untuk BPNT. Atau sebaliknya.
1. Pencairan Bansos Tahap Susulan Masih Berlangsung
Proses penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap pertama memang sudah selesai, tapi tidak semua data langsung cair bersamaan. Ada mekanisme peninjauan ulang yang dilakukan oleh pihak terkait. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada keluarga yang terlewat atau salah sasaran.
Pencairan tahap susulan ini biasanya dilakukan melalui PT Pos Indonesia, salah satu lembaga keuangan yang dipercaya sebagai mitra penyalur bansos. Nah, di sinilah potensi pencairan ganda mulai muncul.
2. KPM Bisa Terima Dua Jenis Bansos Sekaligus
Bagi KPM yang sebelumnya hanya menerima PKH atau BPNT saja, masih ada peluang untuk mendapatkan bantuan tambahan. Ini terjadi jika data mereka memenuhi kriteria untuk kedua jenis bansos tersebut.
Contohnya, seseorang yang awalnya hanya tercatat sebagai penerima BPNT mungkin juga masuk dalam daftar keluarga rentan yang berhak mendapatkan PKH. Jika data ini terverifikasi dalam peninjauan susulan, maka ia bisa mendapatkan bantuan ganda.
3. Syarat Bansos Ganda via PT Pos Indonesia
Tidak semua KPM otomatis berhak mendapatkan bansos ganda. Ada syarat tertentu yang harus dipenuhi agar bisa mendapatkan PKH dan BPNT sekaligus. Salah satunya adalah masuk dalam desil 1 hingga 4, yang menunjukkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang rendah.
Selain itu, data keluarga di Kartu Keluarga (KK) juga harus menunjukkan bahwa mereka memenuhi kriteria sebagai penerima kedua jenis bansos tersebut. Misalnya, ada anggota keluarga yang termasuk dalam kategori lansia, penyandang disabilitas, atau anak usia sekolah.
4. Cek Status Bansos Melalui Situs Resmi
Untuk mengetahui apakah diri sendiri atau keluarga termasuk dalam daftar penerima bansos ganda, KPM bisa mengecek status penerimaan bansos melalui situs resmi Kementerian Sosial atau situs cek bantuan sosial. Di sana, bisa dilihat apakah nama atau NIK terdaftar sebagai penerima PKH, BPNT, atau keduanya.
5. Datangi Kantor Pos untuk Konfirmasi Pencairan
Jika sudah mendapat notifikasi bahwa diri sendiri atau keluarga berhak mendapatkan bansos ganda, langkah selanjutnya adalah mendatangi kantor pos terdekat. Biasanya, pencairan bansos ganda ini dilakukan secara langsung di loket PT Pos Indonesia.
Pastikan membawa dokumen penting seperti KTP, KK, dan kartu identitas penerima bansos (seperti KKS atau Kartu PKH/BPNT) agar proses pencairan bisa berjalan lancar.
Perbandingan Bansos PKH dan BPNT
Sebelum membahas lebih lanjut, penting untuk memahami perbedaan antara PKH dan BPNT. Keduanya adalah program bantuan sosial yang ditujukan untuk keluarga tidak mampu, tapi dengan fokus dan mekanisme yang berbeda.
| Jenis Bansos | Fokus Utama | Besaran Bantuan | Bentuk Penyaluran |
|---|---|---|---|
| PKH (Program Keluarga Harapan) | Meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial | Rp 300.000 – Rp 1.500.000 per bulan (tergantung jumlah anggota keluarga) | Tunai atau non-tunai melalui rekening bank/mitra penyalur |
| BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) | Membantu kebutuhan pangan keluarga melalui kartu elektronik | Rp 300.000 per bulan | Non-tunai melalui kartu elektronik untuk belanja sembako |
Tips Agar Tak Ketinggalan Bansos
Tidak semua orang tahu bahwa mereka berhak mendapatkan bansos ganda. Banyak yang baru sadar setelah melihat teman atau tetangga menerima bantuan tambahan. Agar tidak ketinggalan, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
1. Pantau Situs Resmi Bansos Secara Berkala
Website Kementerian Sosial sering memperbarui daftar penerima bansos. KPM disarankan untuk mengecek secara berkala agar tidak melewatkan informasi penting terkait pencairan bansos susulan.
2. Pastikan Data di Kartu Keluarga Akurat
Salah satu penyebab KPM tidak mendapatkan bansos ganda adalah karena data di KK tidak lengkap atau tidak sesuai. Misalnya, tidak tercantat adanya anggota keluarga yang rentan atau tidak terdaftar sebagai penduduk miskin.
3. Jangan Abaikan Notifikasi dari Aplikasi atau Situs Bansos
Beberapa KPM menerima notifikasi melalui SMS atau email dari situs resmi bansos. Jangan abaikan pesan tersebut, karena bisa jadi berisi informasi penting tentang pencairan bansos tambahan.
Disclaimer
Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah atau pihak terkait. Besaran bantuan, mekanisme penyaluran, dan kriteria penerima bisa berbeda dari waktu ke waktu. Untuk informasi terkini dan akurat, selalu cek situs resmi Kementerian Sosial atau hubungi kantor pos terdekat.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













