Nasional

Prabowo Inginkan Kendaraan Listrik Bertenaga Surya untuk Transportasi Masa Depan

Rista Wulandari
×

Prabowo Inginkan Kendaraan Listrik Bertenaga Surya untuk Transportasi Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Prabowo Inginkan Kendaraan Listrik Bertenaga Surya untuk Transportasi Masa Depan

Presiden Prabowo Subianto kembali memperjelas arah kebijakan energi nasional. Dalam sebuah diskusi terbatas dengan jurnalis dan ekonom di Hambalang, , Kamis (19/3/2026), ia menyatakan tekad pemerintah untuk beralih ke secara menyeluruh. Tak hanya , motor hingga truk pun masuk dalam rencana transformasi ini. Yang menarik, listrik yang digunakan nantinya bakal berasal dari sumber terbarukan, khususnya tenaga surya.

Langkah ini bukan sekadar isu lingkungan, tapi juga soal kemandirian energi. Prabowo menilai ketergantungan pada bahan bakar fosil justru membuat Indonesia rentan terhadap harga global. Dengan kendaraan listrik yang tenaganya dari surya, impor bahan bakar bisa berkurang drastis. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri otomotif yang berkelanjutan dan mandiri.

Kendaraan Listrik, dari Motor hingga Truk

Transformasi ke kendaraan listrik bukan hanya soal mobil penumpang. Prabowo menyebutkan bahwa motor dan kendaraan berat seperti truk juga akan ikut bertransformasi. Ini adalah langkah strategis mengingat motor masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam mobilitas sehari-hari.

  1. Motor listrik menjadi fokus awal karena lebih mudah diadopsi secara masif. Biaya operasionalnya lebih rendah, dan penggunaannya lebih ramah lingkungan.
  2. Mobil listrik akan mengikuti tren global, terutama untuk kelas menengah ke atas. Pemerintah juga mendorong pengembangan infrastruktur pengisian yang tersebar di seluruh wilayah.
  3. Truk dan kendaraan komersial akan dialihkan ke listrik secara bertahap. Ini penting karena sektor transportasi menyumbang emisi karbon yang cukup besar.

Tenaga Surya Jadi Tulang Punggung Listrik

Salah satu poin penting dalam arahan Presiden adalah penekanan pada penggunaan energi surya. Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi utama.

  1. Target kapasitas 100 GW dari pembangkit listrik tenaga surya dalam dua tahun ke depan. Saat ini baru sekitar 11 GW yang berhasil dihasilkan dari dalam negeri.
  2. Penghentian pembangkit diesel yang masih menyumbang sekitar 13 GW. Prabowo menyebut bahwa penggunaan diesel tidak efisien dan terlalu mahal.
  3. Simulasi penghematan menunjukkan bahwa alih kapasitas ke surya bisa menghemat negara secara signifikan, terutama dalam subsidi energi.

Simulasi dan Strategi yang Telah Dijalankan

Pemerintah tidak asal ambil langkah. Ada serangkaian simulasi yang telah dilakukan untuk memastikan transisi ini efektif dan efisien. Salah satu hasil simulasi menunjukkan bahwa pengguna motor listrik bisa menghemat biaya hingga 20 persen dibandingkan motor konvensional.

  1. Simulasi penghematan dilakukan di berbagai segmen masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat menengah ke bawah mendapat manfaat langsung dari penggunaan kendaraan listrik.
  2. Strategi subsidi selektif akan diterapkan. Misalnya, untuk masyarakat kaya yang masih ingin menggunakan mobil bensin, mereka tetap bisa melakukannya dengan membayar harga pasar.
  3. ulang menjadi tujuan akhir. Dengan penghematan dari alih energi, dana bisa dialokasikan untuk pengembangan industri dalam negeri, termasuk manufaktur kendaraan listrik.

Perbandingan Biaya Operasional Kendaraan Listrik vs Konvensional

Berikut adalah estimasi perbandingan biaya operasional antara kendaraan listrik dan kendaraan konvensional dalam satu tahun pemakaian:

Jenis Kendaraan Biaya Bahan Bakar/Tenaga per Tahun Biaya Pemeliharaan per Tahun Total Biaya per Tahun
Motor Bensin Rp 4.800.000 Rp 1.200.000 Rp 6.000.000
Motor Listrik Rp 960.000 Rp 600.000 Rp 1.560.000
Mobil Bensin Rp 24.000.000 Rp 6.000.000 Rp 30.000.000
Mobil Listrik Rp 4.800.000 Rp 3.000.000 Rp 7.800.000

Dari tabel di atas, terlihat bahwa kendaraan listrik jauh lebih hemat dalam jangka panjang. Terutama untuk motor, penghematan bisa mencapai 74 persen dari total biaya tahunan.

Peran Masyarakat Kaya dalam Skema Ini

Prabowo juga menyebut bahwa masyarakat berpenghasilan tinggi tetap bisa menggunakan kendaraan bensin. Namun, mereka harus siap membayar harga pasar tanpa subsidi. Ini adalah bagian dari kebijakan yang adil dan proporsional.

  1. Tanpa subsidi, harga bensin bisa mencapai USD200 per liter. Ini akan membuat penggunaan bensin menjadi pilihan eksklusif.
  2. Fokus subsidi akan dialihkan ke masyarakat menengah ke bawah yang beralih ke kendaraan listrik.
  3. Penghematan anggaran dari penghentian subsidi bensin akan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur energi terbarukan.

Tantangan dan Solusi dalam Implementasi

Meski terdengar ideal, transisi ke kendaraan listrik dan energi surya tidak luput dari tantangan. Mulai dari infrastruktur pengisian, kapasitas penyimpanan energi, hingga kesiapan industri lokal.

  1. Infrastruktur pengisian perlu dikembangkan secara masif, terutama di kawasan perkotaan dan jalur-jalur utama.
  2. Penyimpanan energi menjadi kunci utama. baterai harus terus ditingkatkan agar pasokan listrik dari surya bisa digunakan secara optimal.
  3. Industri lokal perlu didorong untuk memproduksi komponen kendaraan listrik, agar tidak bergantung pada impor.

Arah Kebijakan ke Depan

Langkah-langkah yang diambil pemerintah saat ini adalah bagian dari visi jangka panjang. Tujuannya bukan hanya mengurangi emisi, tapi juga membangun kemandirian energi dan industri nasional.

  1. Penghentian penggunaan diesel untuk pembangkit listrik akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat.
  2. Pengembangan industri baterai dan komponen listrik akan menjadi prioritas nasional.
  3. internasional akan terus dijalin untuk mempercepat adopsi teknologi terbaru.

Penutup

Transisi ke kendaraan listrik dengan sumber energi dari surya bukan lagi sekadar wacana. Ini adalah langkah nyata yang sedang dijalankan pemerintah. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, Indonesia punya peluang besar untuk menjadi negara mandiri dalam dan transportasi.

Disclaimer: Data dan target yang disebutkan dalam artikel ini bersifat prediktif dan dapat berubah tergantung pada perkembangan kebijakan, kondisi ekonomi, serta faktor eksternal lainnya.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.