Penutupan resmi malam puncak Weekend Ramadhan Night di Kota Palu menandai berakhirnya rangkaian kegiatan ekonomi dan sosial yang sukses menarik perhatian warga selama bulan suci Ramadhan. Acara yang berlangsung di kawasan Car Free Day Jalan Moh. Yamin ini ditutup oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, pada Minggu, 15 Maret 2026.
Sebagai pengganti Car Free Day yang biasa digelar tiap Minggu pagi, Weekend Ramadhan Night hadir sebagai inisiatif spontan Pemerintah Kota Palu. Tujuannya sederhana: memberi ruang bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar tetap bisa berjualan selama Ramadhan, tanpa mengganggu aktivitas ibadah.
Weekend Ramadhan Night, Inisiatif Dadakan yang Sukses
Kegiatan ini sebenarnya lahir dari ide mendadak. Namun, respons cepat dari pihak terkait membuat acara ini bisa diselenggarakan dengan lancar sejak 21 Februari hingga 15 Maret 2026. Ternyata, keberhasilannya melebihi ekspektasi.
1. Terlibatnya 161 UMKM dalam Satu Bulan
Salah satu pencapaian utama adalah partisipasi aktif 161 pelaku usaha UMKM selama kegiatan berlangsung. Mereka memanfaatkan momen malam Ramadhan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.
2. Omset Nyaris Tembus Rp1 Miliar
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Zulkifli, mencatat bahwa total omset yang tercapai sejak awal kegiatan hingga malam terakhir mencapai sekitar Rp845 juta. Diperkirakan, dengan penjualan malam penutupan, angka tersebut bisa mendekati Rp1 miliar.
Rata-rata omset per malam mencapai lebih dari Rp100 juta. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Palu sangat antusias menyambut kehadiran acara ini.
3. Retribusi Daerah Capai Rp10 Juta
Selain omset UMKM, Pemerintah Kota Palu juga berhasil mengumpulkan retribusi sekitar Rp10 juta. Pendapatan ini berasal dari berbagai aktivitas perdagangan dan hiburan selama acara berlangsung.
Mengapa Weekend Ramadhan Night Bisa Sukses?
Suksesnya acara ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang mendukung, mulai dari respon cepat pemerintah hingga antusiasme masyarakat.
1. Ide yang Lahir Spontan
Sekda Irmayanti Pettalolo mengungkapkan bahwa ide Weekend Ramadhan Night muncul secara dadakan. Tujuannya sederhana: memastikan para pedagang tetap memiliki ruang usaha selama Ramadhan.
2. Dukungan Cepat dari OPD Terkait
Setelah ide itu muncul, langsung mendapat dukungan penuh dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kolaborasi ini membuat pelaksanaan acara bisa berjalan mulus dan efisien.
3. Lokasi Strategis dan Waktu yang Tepat
Kegiatan digelar di lokasi Car Free Day yang sudah dikenal sebagai pusat keramaian warga. Ditambah dengan waktu pelaksanaan yang disesuaikan dengan jam buka puasa, membuat pengunjung lebih nyaman berbelanja dan menikmati suasana.
Rencana Kelanjutan Kegiatan Tahun Depan
Pemerintah Kota Palu menyatakan niat untuk menggelar kembali Weekend Ramadhan Night pada tahun depan. Namun, tentu saja akan ada evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki kekurangan dan memperluas manfaat ke depannya.
1. Evaluasi Internal oleh Dinas UMKM
Sekda meminta Dinas Koperasi dan UMKM untuk melakukan evaluasi menyeluruh selama pelaksanaan acara tahun ini. Hal ini penting untuk mengetahui kendala dan peluang pengembangan di masa mendatang.
2. Penyempurnaan Skema dan Pengelolaan
Dengan pengalaman pertama ini, diharapkan skema acara bisa lebih matang. Mulai dari pengaturan lapak, sistem keamanan, hingga peningkatan kualitas hiburan malam.
3. Perluasan Partisipasi dan Jangkauan
Rencananya, di tahun mendatang akan ada peningkatan kualitas dan kuantitas partisipan. Tidak hanya UMKM lokal, tapi juga pelaku usaha dari luar daerah bisa ikut bergabung.
Data Omset dan Partisipasi UMKM
Berikut adalah ringkasan data selama pelaksanaan Weekend Ramadhan Night:
| Parameter | Jumlah |
|---|---|
| Jumlah UMKM Terlibat | 161 UMKM |
| Total Omset (Estimasi Akhir) | Rp845 juta – Rp900 juta |
| Rata-rata Omset per Malam | >Rp100 juta |
| Retribusi Daerah | Rp10 juta |
Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung laporan akhir dari pihak terkait.
Weekend Ramadhan Night: Inspirasi untuk Daerah Lain?
Keberhasilan Weekend Ramadhan Night di Palu bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain yang ingin menciptakan ruang ekonomi kreatif selama bulan Ramadhan. Apalagi, konsep ini tidak membutuhkan anggaran besar, namun dampaknya langsung dirasakan oleh pelaku usaha lokal.
1. Model yang Bisa Direplikasi
Model Weekend Ramadhan Night cukup fleksibel. Dengan penyesuaian lokasi dan waktu, daerah lain bisa mengadopsi format ini untuk memberi ruang usaha bagi UMKM.
2. Mendorong Kreativitas dan Inovasi UMKM
Kegiatan ini juga menjadi ajang promosi produk lokal. Banyak pelaku usaha yang memanfaatkannya untuk meluncurkan produk baru atau memperluas pasar mereka.
3. Meningkatkan Daya Tarik Wisata Lokal
Selain sebagai ajang ekonomi, acara ini juga menambah daya tarik wisata malam di Kota Palu. Suasana yang ramai dan beragam kuliner membuat warga dan pengunjung luar daerah betah berlama-lama.
Penutup
Weekend Ramadhan Night 2026 di Palu menjadi bukti bahwa ide kecil yang dijalankan dengan cepat dan serius bisa memberi dampak besar. Bagi para pelaku UMKM, ini adalah momentum penting untuk terus berkembang. Bagi pemerintah daerah, ini adalah langkah awal dari terobosan yang bisa terus ditingkatkan.
Suksesnya acara ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut, baik dalam skala waktu, lokasi, maupun peserta. Yang jelas, Palu telah memberikan contoh nyata bagaimana Ramadhan bisa menjadi waktu yang produktif dan bermanfaat bagi semua pihak.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













