Investasi

Adira Finance Catatkan Penyaluran Dana Pembiayaan Baru Capai Rp8 Triliun Hingga Februari 2026

Danang Ismail
×

Adira Finance Catatkan Penyaluran Dana Pembiayaan Baru Capai Rp8 Triliun Hingga Februari 2026

Sebarkan artikel ini
Adira Finance Catatkan Penyaluran Dana Pembiayaan Baru Capai Rp8 Triliun Hingga Februari 2026

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) mencatat pencapaian penting dalam penyaluran pembiayaan baru sepanjang Februari 2026. Total penyaluran mencapai Rp8 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah dinamika pasar keuangan yang terus berubah.

Angka ini menempatkan Adira Finance sebagai salah satu pemain kuat di industri pembiayaan nasional. Meskipun begitu, perusahaan tetap menjaga strategi yang fleksibel agar bisa menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi eksternal.

Fokus Utama Masih di Segmen Otomotif

Segmen otomotif masih menjadi tulang punggung bisnis Adira Finance. Kontribusinya mencapai sekitar 70% dari total pembiayaan baru yang disalurkan perusahaan.

Namun, CFO Adira Finance, Sylvanus Gani, menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong diversifikasi portofolio. ini diambil agar tidak terlalu bergantung pada satu segmen saja.

1. Pembiayaan Multiguna Dorong Pertumbuhan

Salah satu area yang digenjot adalah pembiayaan multiguna. Pada kuartal I/2026, terhadap produk ini meningkat cukup signifikan.

Momen dan Lebaran menjadi salah satu faktor pendorong utama. Banyak masyarakat mencari dana tunai untuk persiapan Hari Raya dan perjalanan mudik.

2. Strategi Adaptif di Tengah Ketidakpastian Global

Dalam merancang strategi bisnis tahun ini, Adira Finance memperhitungkan berbagai faktor eksternal. Salah satunya adalah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan ini berpotensi memengaruhi pergerakan dan laju inflasi. Oleh karena itu, perusahaan terus memantau perkembangan pasar secara ketat.

3. Manajemen Risiko yang Ketat

Rasio Non-Performing Financing (NPF) Adira Finance tetap stabil di kisaran 2%. Angka ini bahkan masih berada di bawah rata-rata industri pembiayaan.

Perusahaan menerapkan prinsip manajemen risiko yang ketat. Salah satunya dengan melakukan segmentasi risiko sesuai dengan risk appetite perusahaan.

4. Peningkatan Kapasitas Operasional

Untuk memastikan operasional tetap berjalan optimal, Adira Finance menambah kapasitas di titik-titik tertentu. Ini termasuk penambahan jumlah karyawan di area yang dibutuhkan.

Langkah ini juga bertujuan untuk meminimalkan risiko kredit macet. Selain itu, aktivitas collection dilakukan secara efektif dan efisien.

Dinamika Industri Multifinance Nasional

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total penyaluran pembiayaan baru oleh industri multifinance mencapai Rp78,16 triliun pada Januari 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyebut bahwa pembiayaan multiguna menjadi segmen terbesar. Kontribusinya mencapai 47,47% dari total penyaluran.

Rincian Penyaluran Pembiayaan Multifinance Januari 2026

Jenis Pembiayaan Nilai (Rp Triliun)
Pembiayaan Multiguna 37,10
18,72
Pembiayaan Modal 17,04
Lainnya 5,29
Total 78,16

Data ini menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan multiguna masih tinggi. Ini sejalan dengan tren konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat menjelang momen besar seperti Lebaran.

Proyeksi dan Tantangan ke Depan

Meskipun pertumbuhan terus terjaga, Adira Finance tetap waspada terhadap potensi risiko di masa depan. Salah satunya adalah volatilitas pasar yang bisa memengaruhi daya masyarakat.

Perusahaan juga terus mengevaluasi portofolio pembiayaan. Tujuannya agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

5. Penguatan Digitalisasi Layanan

Sebagai bagian dari transformasi, Adira Finance terus mengembangkan layanan digital. Ini termasuk berbasis mobile yang memudahkan proses pengajuan dan pencairan dana.

Digitalisasi ini juga membantu perusahaan dalam pengelolaan risiko. Data yang terintegrasi memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

6. Peningkatan Layanan Pelanggan

Adira Finance juga meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Salah satunya dengan memberikan keuangan kepada nasabah.

Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan masyarakat. Selain itu, juga membangun kepercayaan jangka panjang terhadap brand Adira.

7. Kolaborasi dengan Mitra Strategis

Perusahaan terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis. Baik dari sisi produsen kendaraan maupun mitra usaha lainnya.

Kolaborasi ini membuka peluang baru dalam pengembangan produk dan layanan. Termasuk juga dalam memperluas jangkauan pasar.

Kinerja Keuangan yang Stabil

Dengan rasio NPF yang tetap terjaga, Adira Finance menunjukkan kinerja keuangan yang sehat. Ini menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan di industri yang semakin ketat.

Perusahaan juga terus memperkuat posisi neracanya melalui pengelolaan aset yang efisien.

8. Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Ke depan, Adira Finance akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan. Ini mencakup ekspansi pasar, inovasi produk, dan optimalisasi layanan.

Strategi ini dirancang agar perusahaan tetap relevan dan kompetitif dalam jangka panjang.

Penutup

Pencapaian penyaluran pembiayaan baru senilai Rp8 triliun oleh Adira Finance per Februari 2026 menunjukkan konsistensi dan adaptasi bisnis yang baik. Dengan fokus pada diversifikasi portofolio dan manajemen risiko yang ketat, perusahaan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Namun, perlu dicatat bahwa data dan kondisi pasar bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, informasi ini hanya bersifat referensi dan tidak mengikat.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.