Menjelang dua perayaan besar keagamaan di tahun 2026, yakni Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Bali siap menghadapi lonjakan aktivitas wisatawan dan kebutuhan energi masyarakat. Langkah ini tidak hanya untuk menjaga keandalan pasokan listrik, tapi juga untuk mendukung mobilitas kendaraan listrik (EV) yang semakin populer di Pulau Dewata.
Persiapan kelistrikan di Bali mencakup seluruh rantai pasok energi, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pelayanan pelanggan. Termasuk juga kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai lokasi strategis. PLN menyiapkan lebih dari 140 SPKLU di seluruh Bali untuk melayani kebutuhan pengguna kendaraan listrik selama masa libur.
Kesiapan Sistem Kelistrikan di Bali
1. Pengecekan Menyeluruh dari Hulu ke Hilir
PLN melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh sistem kelistrikan, mulai dari pembangkitan hingga distribusi. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan yang terjadi selama periode siaga Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri.
2. Siaga 24 Jam dengan Tiga Shift
Petugas PLN ditempatkan dalam sistem siaga 24 jam dengan tiga shift. Tujuannya agar layanan kelistrikan dan pengisian kendaraan listrik tetap berjalan optimal tanpa hambatan.
3. Prediksi Kebutuhan Kendaraan Listrik
PLN memperkirakan sekitar 4.500 kendaraan listrik akan memasuki Bali selama libur panjang. Angka ini menjadi dasar dalam menentukan jumlah dan lokasi SPKLU yang harus disiapkan.
Infrastruktur SPKLU di Bali
1. Penyebaran SPKLU di Lokasi Strategis
Sebanyak 142 SPKLU telah disiapkan dan tersebar di lokasi-lokasi strategis seperti kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan jalur utama perjalanan. Ini memastikan bahwa pengguna EV tidak mengalami kesulitan saat ingin mengisi daya.
2. Pengembangan Fast Charging
PLN berencana meningkatkan kapasitas pengisian dari medium charging ke fast charging dan ultra fast charging. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang semakin tinggi dan menuntut waktu pengisian yang lebih cepat.
3. Integrasi dengan Aplikasi Mall
PLN juga menjajaki integrasi layanan pengisian kendaraan listrik dengan aplikasi mall, seperti Trans Studio Mall Bali. Dengan begitu, pengguna bisa mendapatkan promo-promo menarik dari tenant saat melakukan pengisian daya.
Kesiapan di Pusat Perbelanjaan
1. Stabilitas Listrik di Trans Studio Mall Bali
Trans Studio Mall Bali merupakan salah satu pelanggan besar PLN dengan daya tersambung sebesar 695 kVA. Konsumsi listrik rata-rata mencapai 1,32 juta kWh per bulan, dengan tagihan listrik sekitar Rp1,6 miliar.
2. Sistem Jaringan Spindle
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN menerapkan sistem jaringan spindle. Jika salah satu jalur mengalami gangguan, aliran listrik bisa dialihkan secara otomatis tanpa mengganggu aktivitas pengguna.
3. Testimoni Pengelola Mall
Pengelola Trans Studio Mall Bali menyatakan bahwa layanan kelistrikan dari PLN sangat baik. Pemadaman jarang terjadi, sehingga operasional mall bisa berjalan lancar, terutama saat menjelang waktu berbuka puasa.
Pengembangan Energi Hijau
1. Pemasangan PLTS Atap
Trans Studio Mall Bali telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hampir 1 megawatt. Sistem ini dilengkapi dengan baterai dan inverter untuk pengelolaan energi yang lebih stabil.
2. Konsep Virtual Power Plant (VPP)
PLTS yang terpasang di mall ini terintegrasi dengan jaringan listrik PLN melalui konsep Virtual Power Plant (VPP). Ini membantu meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung bauran energi hijau di Bali.
3. Dukungan untuk Keberlanjutan Lingkungan
Penggunaan energi terbarukan seperti PLTS tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tapi juga menekan biaya listrik hingga 30 persen. Ini menjadi salah satu langkah konkret Bali dalam mendukung pariwisata berkelanjutan.
Kondisi Pembangkit Listrik di Bali
1. Kapasitas Pembangkit yang Siap Operasi
Pembangkit listrik yang dikelola PLN Indonesia Power di Bali memiliki kapasitas total sekitar 759 MW. Lokasi pembangkit tersebar di Pesanggaran, Gilimanuk, Pemaron, hingga Nusa Penida.
2. Cadangan Operasi Lebih dari 20 Persen
Manajer UP2B Bali memastikan bahwa cadangan operasi sistem kelistrikan lebih dari 20 persen atau sekitar 300 MW. Ini cukup untuk menghadapi lonjakan beban selama periode siaga.
3. Penundaan Pemeliharaan Berpotensi Gangguan
Selama periode siaga, PLN menunda semua kegiatan pemeliharaan yang berpotensi menyebabkan pemadaman. Ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil.
Dukungan Pemerintah Daerah
1. Regulasi untuk Energi Bersih
Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2019 tentang energi bersih dan Nomor 48 Tahun 2019 tentang kendaraan listrik. Ini menjadi dasar hukum dalam mendorong transisi energi bersih.
2. Penggunaan PLTS untuk Efisiensi Biaya
Gubernur I Wayan Koster menyatakan bahwa penggunaan PLTS atap mampu menekan biaya listrik masyarakat hingga 30 persen. Sistem ini juga dilengkapi dengan penyimpanan energi untuk antisipasi pemadaman.
3. Pengadaan Kendaraan Listrik di Lingkungan Pemda
Pemerintah daerah berencana mengadakan kendaraan listrik untuk lingkungan perangkat daerah mulai tahun 2027. Ini sebagai bentuk komitmen untuk menjadi contoh dalam beralih ke transportasi ramah lingkungan.
Potensi Bali sebagai Pusat Ekosistem EV
1. Bali sebagai Destinasi Wisata Internasional
Sebagai destinasi wisata dunia, Bali memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Transformasi ke transportasi rendah emisi menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
2. Dukungan untuk Transportasi Bersih
PLN dan pemerintah daerah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan visi Bali sebagai destinasi wisata ramah lingkungan.
3. Peningkatan Citra Pariwisata
Dengan energi dan transportasi yang ramah lingkungan, citra pariwisata Bali akan semakin kuat di mata wisatawan internasional. Ini menjadi nilai tambah dalam memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Tabel Rincian Infrastruktur SPKLU di Bali
| Lokasi | Jumlah SPKLU | Tipe Pengisian | Status |
|---|---|---|---|
| Kawasan Wisata | 50 unit | Medium & Fast | Aktif |
| Pusat Perbelanjaan | 30 unit | Fast | Aktif |
| Jalur Utama | 42 unit | Medium | Aktif |
| Area Publik | 20 unit | Fast | Aktif |
Tabel Konsumsi dan Daya Mall Besar
| Nama Mall | Daya Tersambung | Konsumsi Rata-Rata/Bulan | Tagihan Listrik/Bulan |
|---|---|---|---|
| Trans Studio Mall Bali | 695 kVA | 1,32 juta kWh | Rp1,6 miliar |
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi operasional dan kebijakan terkini dari PLN serta pemerintah daerah.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.







