BCA dikabarkan masih menyalurkan pembiayaan ke sektor batu bara, namun dengan pendekatan yang selektif dan penuh kehati-hatian. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen bank dalam mendukung ketahanan energi nasional, terutama untuk memenuhi kebutuhan listrik di berbagai wilayah pelosok Indonesia. Meski tengah dalam proses transisi energi, BCA menilai bahwa batu bara masih memiliki peran penting selama periode transisi menuju energi terbarukan belum sepenuhnya rampung.
Hera F. Haryn, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menjelaskan bahwa pembiayaan ke sektor batu bara tetap relevan karena kontribusinya terhadap ketersediaan energi nasional. Namun, porsi kredit untuk sektor ini tetap dijaga agar tidak dominan, sejalan dengan upaya bank dalam mendorong pembiayaan berkelanjutan.
Pembiayaan Batu Bara di Tengah Transisi Energi
Transisi energi menjadi isu penting di berbagai sektor, termasuk perbankan. BCA memahami bahwa perubahan ini membutuhkan pendekatan yang seimbang antara kebutuhan energi saat ini dan komitmen terhadap masa depan yang lebih hijau. Oleh karena itu, bank tetap menyalurkan kredit ke sektor batu bara, namun dengan prinsip kehati-hatian dan selektif.
- Pembiayaan dilakukan untuk mendukung pasokan listrik nasional.
- Penyaluran kredit tetap mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
1. Peran Batu Bara dalam Ketahanan Energi Nasional
Saat ini, energi baru terbarukan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan energi nasional secara maksimal. Dalam kondisi ini, batu bara masih menjadi penopang penting dalam menyediakan energi, khususnya untuk pembangkit listrik. BCA melihat bahwa sektor ini masih relevan selama masa transisi menuju energi bersih.
2. Porsi Kredit BCA untuk Sektor Batu Bara
Penyaluran kredit ke sektor batu bara saat ini hanya menyumbang sekitar 2,5% dari total portofolio kredit BCA. Dengan total portofolio mencapai Rp 993 triliun per Desember 2025, maka nilai kredit untuk sektor batu bara sekitar Rp 24,8 triliun. Angka ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan total pembiayaan bank.
3. Pertimbangan Lingkungan dalam Pembiayaan
Setiap kegiatan pembiayaan yang dilakukan BCA, termasuk di sektor batu bara, dilakukan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. Bank menerapkan kebijakan pembiayaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa dana yang disalurkan tidak merugikan ekosistem dan mendukung keberlanjutan jangka panjang.
Komitmen BCA terhadap Ekonomi Hijau
Meskipun masih menyalurkan kredit ke sektor batu bara, BCA justru semakin memperkuat komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan. Bank ini terus meningkatkan alokasi dana ke sektor-sektor yang mendukung ekonomi hijau dan transisi energi.
1. Pertumbuhan Pembiayaan Berkelanjutan
Per Desember 2025, total penyaluran kredit untuk sektor berkelanjutan mencapai Rp 255 triliun. Angka ini naik 11,7% secara tahunan dan menyumbang 25,8% dari total portofolio kredit BCA. Ini menunjukkan bahwa bank semakin serius dalam mendukung keberlanjutan.
2. Lonjakan Pembiayaan Energi Baru Terbarukan
Salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan pesat adalah energi baru terbarukan. Penyaluran kredit ke sektor ini melonjak hingga dua kali lipat secara tahunan, mencapai Rp 6,2 triliun. Lonjakan ini menunjukkan bahwa BCA semakin fokus pada investasi yang ramah lingkungan.
3. Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
BCA memastikan bahwa setiap keputusan pembiayaan dilakukan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial. Ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang bank untuk berkontribusi pada ekonomi hijau dan transisi energi yang berkelanjutan.
Tantangan dan Prospek Industri Batu Bara
Industri batu bara di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari tekanan global untuk beralih ke energi bersih. Namun, permintaan energi domestik yang masih tinggi membuat sektor ini tetap memiliki prospek.
1. Faktor Global yang Mempengaruhi Sektor Batu Bara
Kondisi ekonomi global dan dinamika geopolitik menjadi faktor penting yang memengaruhi prospek industri batu bara. Ketidakpastian pasokan energi global bisa meningkatkan permintaan batu bara sebagai alternatif sementara.
2. Peran BCA dalam Menjaga Stabilitas Sektor
Dengan pendekatan selektif, BCA berperan dalam menjaga stabilitas sektor batu bara tanpa mengorbankan komitmen terhadap keberlanjutan. Bank tetap memberikan dukungan, namun dalam batas yang tidak membahayakan lingkungan dan masa depan ekonomi hijau.
3. Keseimbangan antara Kebutuhan dan Keberlanjutan
BCA berhasil menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi nasional dan komitmen terhadap keberlanjutan. Langkah ini menunjukkan bahwa bank tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Data Pembiayaan BCA per Desember 2025
Berikut rincian data pembiayaan BCA berdasarkan sektor:
| Sektor | Nilai (Rp Triliun) | Persentase terhadap Total Portofolio |
|---|---|---|
| Batu Bara | 24,8 | 2,5% |
| Energi Baru Terbarukan | 6,2 | 0,6% |
| Sektor Berkelanjutan Lainnya | 224,0 | 22,6% |
| Total Sektor Berkelanjutan | 255,0 | 25,8% |
Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga Desember 2025 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kondisi ekonomi dan kebijakan internal BCA.
BCA terus menunjukkan bahwa bank tidak hanya bergerak dalam aspek finansial semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap isu lingkungan dan sosial. Pendekatan yang diambil saat ini menunjukkan bahwa transisi energi tidak serta merta mengabaikan kebutuhan saat ini, melainkan mencari keseimbangan yang berkelanjutan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













