Finansial

Pegadaian Catat Lonjakan Penjualan Emas Hingga 191 Persen Akibat Inflasi dan Ketidakpastian Ekonomi

Retno Ayuningrum
×

Pegadaian Catat Lonjakan Penjualan Emas Hingga 191 Persen Akibat Inflasi dan Ketidakpastian Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Pegadaian Catat Lonjakan Penjualan Emas Hingga 191 Persen Akibat Inflasi dan Ketidakpastian Ekonomi

Penjualan emas di Pegadaian mencatatkan lonjakan hingga 191% pada awal tahun 2026. Angka ini menunjukkan minat masyarakat terhadap emas sebagai yang terus meningkat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dalam periode Januari hingga Februari 2026 saja, Pegadaian berhasil menjual sekitar 7,2 ton emas. Bandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni hanya sekitar 2,5 ton. Lonjakan ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi pilihan utama masyarakat sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Faktor di Balik Lonjakan Penjualan Emas

Lonjakan penjualan emas di Pegadaian tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendorong masyarakat untuk lebih aktif membeli emas, terutama melalui produk tabungan emas dan cicilan emas batangan.

1. Ketidakpastian Ekonomi Global

Salah satu utama masyarakat kembali menaruh minat pada emas adalah ketidakpastian ekonomi global. Emas dikenal sebagai aset yang relatif aman di tengah gejolak ekonomi. Nilai emas cenderung stabil dan bahkan bisa mengalami kenaikan ketika pasar keuangan dunia sedang tidak menentu.

2. Fluktuasi Harga Emas Global

Meskipun harga emas global fluktuatif, masyarakat Indonesia justru semakin percaya diri membeli emas. Banyak yang memanfaatkan harga yang relatif lebih rendah sebagai peluang untuk mulai berinvestasi atau menambah koleksi emas.

3. Kemudahan Akses Investasi Emas

Pegadaian menyediakan berbagai cara untuk membeli emas, baik secara langsung maupun cicilan. Dengan sistem cicilan, masyarakat bisa memiliki emas tanpa harus mengeluarkan dana besar sekaligus. Ini membuat emas lebih terjangkau dan menarik bagi kalangan menengah ke bawah.

Produk Emas Unggulan Pegadaian

Pegadaian menawarkan dua produk emas utama yang menjadi nasabah, yaitu Tabungan Emas dan Cicilan Emas Batangan. Keduanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan investasi yang fleksibel dan aman.

1. Tabungan Emas

Tabungan Emas memungkinkan nasabah untuk menabung emas dalam bentuk gram, bukan rupiah. Dengan menabung mulai dari Rp10.000, nasabah bisa langsung memiliki . Setiap tabungan yang masuk akan langsung dikonversi ke gram emas berdasarkan harga pasar saat itu.

Kelebihan Tabungan Emas:

  • Fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja
  • Tidak ada biaya administrasi bulanan
  • Bisa diakses melalui aplikasi digital

2. Cicilan Emas Batangan

Bagi yang ingin memiliki emas batangan fisik, Cicilan Emas menjadi pilihan yang menarik. Nasabah cukup membayar muka minimal 15% dari nilai emas yang dipilih, lalu melanjutkan dalam bentuk cicilan bulanan.

Keuntungan Cicilan Emas:

  • Harga emas sudah fix saat
  • Tidak terpengaruh kenaikan harga di masa depan
  • Bisa memilih tenor cicilan yang sesuai kemampuan

Langkah-Langkah Membeli Emas di Pegadaian

Membeli emas di Pegadaian kini lebih mudah, baik secara langsung maupun digital. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membeli emas melalui kedua produk utama tersebut.

1. Membuka Rekening Tabungan Emas

Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi dan mendaftar sebagai nasabah. Setelah itu, pengguna bisa langsung memulai tabungan emas dengan nominal minimum Rp10.000.

2. Mengajukan Cicilan Emas

Untuk Cicilan Emas, nasabah bisa datang langsung ke outlet Pegadaian atau mengajukan secara online. Setelah memilih berat emas dan tenor cicilan, nasabah tinggal membayar uang muka dan menandatangani akad pembiayaan.

Strategi Pegadaian dalam Meningkatkan Penjualan Emas

Selain menawarkan produk yang mudah diakses, Pegadaian juga terus mengembangkan ekosistem emas nasional. Salah satunya melalui anak usaha Galeri 24 yang bergerak di bidang refinery dan manufaktur emas.

1. Penguatan Rantai Pasok Emas

Pegadaian menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dan manufaktur emas. Tujuannya untuk memastikan pasokan emas tetap mencukupi permintaan yang terus meningkat.

2. Peningkatan Infrastruktur Digital

Dengan semakin populernya investasi emas secara digital, Pegadaian terus mengembangkan aplikasi dan platform digitalnya agar lebih user-friendly dan aman.

Perbandingan Produk Emas Pegadaian

Produk Minimum Pembelian Fleksibilitas Keunggulan Utama
Tabungan Emas Rp10.000 Tinggi Bisa menabung kapan saja
Cicilan Emas Batangan 15% dari harga emas Menengah Harga emas fix saat transaksi

Proyeksi Masa Depan Investasi Emas

Melihat tren penjualan yang terus meningkat, Pegadaian optimistis emas akan tetap menjadi instrumen investasi yang diminati masyarakat. Terlebih di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyatakan bahwa emas tetap menjadi pilihan utama karena sifatnya yang aman dan menguntungkan dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Lonjakan penjualan emas di Pegadaian hingga 191% pada awal 2026 mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi. Dengan produk yang fleksibel dan sistem yang mudah diakses, Pegadaian terus menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam berinvestasi emas.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat terbatas hingga Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu- sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.