Aplikasi wondr by BNI kini hadir dengan fitur keamanan tambahan yang bikin transaksi makin aman. Salah satu inovasi terbaru yang diterapkan adalah memblokir akses aplikasi saat pengguna sedang menerima panggilan masuk. Langkah ini diambil untuk mencegah modus penipuan yang kerap memanfaatkan komunikasi telepon sebagai celah masuknya aksi kejahatan digital.
Fitur ini secara otomatis mengunci aplikasi dan menampilkan notifikasi "Selesaikan Panggilan Kamu Dulu" ketika ada panggilan masuk. Artinya, selama ponsel masih dalam kondisi menerima atau sedang dalam panggilan, aktivitas transaksi di aplikasi wondr tidak bisa dilakukan. Ini adalah upaya preventif yang dirancang untuk melindungi nasabah dari risiko kebocoran data sensitif seperti OTP, PIN, hingga password.
Perlindungan Nasabah dari Ancaman Digital
BNI terus berinovasi dalam menjaga keamanan nasabah, terutama di tengah maraknya modus penipuan digital. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memperkuat sistem keamanan pada aplikasi wondr. Dengan adanya fitur baru ini, pengguna diharapkan lebih waspada dan tidak mudah terjebak dalam skenario penipuan yang memanfaatkan komunikasi telepon.
1. Cara Kerja Fitur Keamanan Baru
Fitur ini bekerja dengan mendeteksi aktivitas panggilan masuk di perangkat pengguna. Ketika ada panggilan masuk, aplikasi wondr secara otomatis terkunci. Pengguna tidak bisa mengakses fitur apa pun selama panggilan belum selesai. Ini mencegah kemungkinan pelaku penipuan memanipulasi korban untuk melakukan transaksi atau memberikan data sensitif selama dalam panggilan.
2. Tujuan Utama dari Fitur Ini
Tujuan utama dari pengembangan fitur ini adalah untuk melindungi nasabah dari modus penipuan yang memanfaatkan telepon sebagai alat peretasan. Pelaku biasanya akan memancing korban tetap berada dalam panggilan sambil diminta melakukan transaksi atau memberikan informasi pribadi. Dengan mengunci aplikasi selama panggilan berlangsung, risiko kebocoran data bisa diminimalkan.
3. Manfaat Lain bagi Pengguna
Selain sebagai alat perlindungan, fitur ini juga meningkatkan kesadaran pengguna akan pentingnya keamanan digital. Pengguna jadi lebih waspada terhadap panggilan yang mencurigakan dan tidak mudah terpancing untuk melakukan transaksi di tengah percakapan yang tidak biasa.
Modus Penipuan yang Sering Terjadi
Modus penipuan digital terus berkembang, dan salah satu yang paling umum adalah memanfaatkan panggilan telepon. Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak resmi seperti bank, polisi, atau bahkan keluarga korban. Mereka akan meminta korban tetap dalam panggilan sambil diminta melakukan transaksi atau memberikan data sensitif.
1. Penipuan Berkedok Bank
Pelaku meniru suara dan informasi bank untuk membangun kepercayaan. Mereka akan mengatakan bahwa rekening korban dalam bahaya dan meminta kode OTP atau PIN untuk "memastikan keamanan". Dengan fitur baru wondr, pengguna tidak bisa mengakses aplikasi selama dalam panggilan, sehingga mengurangi risiko tindakan ini.
2. Penipuan Berkedok Keluarga
Modus lain yang sering terjadi adalah menyamar sebagai keluarga korban yang sedang dalam masalah. Pelaku akan meminta korban melakukan transfer dana segera dan tetap dalam panggilan agar tidak curiga. Fitur penguncian aplikasi selama panggilan ini bisa menjadi penghalang efektif terhadap skenario seperti ini.
3. Penipuan Berantai
Beberapa kasus menunjukkan bahwa pelaku bekerja secara berantai. Satu orang akan menelepon korban, sementara yang lain langsung melakukan transaksi jika korban memberikan akses. Dengan mengunci aplikasi selama panggilan, peluang pelaku untuk melakukan transaksi secara bersamaan pun berkurang.
Tips Aman Menggunakan Aplikasi Perbankan
Menggunakan aplikasi perbankan secara digital memang praktis, tapi tetap harus waspada. Fitur keamanan baru dari wondr adalah langkah bagus, tapi pengguna juga perlu tahu cara melindungi diri sendiri secara aktif.
1. Jangan Pernah Berikan Data Rahasia
Apapun alasannya, jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau password kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari bank. Bank tidak akan pernah meminta data sensitif melalui telepon atau chat.
2. Waspadai Panggilan Mencurigakan
Jika menerima panggilan dari nomor tidak dikenal yang mengaku dari bank atau instansi resmi, segera tutup panggilan dan hubungi bank langsung melalui nomor resmi. Jangan lanjutkan percakapan jika merasa tidak yakin.
3. Aktifkan Notifikasi Transaksi
Aktifkan notifikasi transaksi di aplikasi wondr agar selalu tahu setiap aktivitas di rekening. Jika ada transaksi yang tidak dikenali, segera laporkan ke bank.
4. Gunakan Fitur Keamanan Tambahan
Gunakan fitur keamanan seperti autolock, verifikasi dua langkah, dan biometrik (sidik jari atau wajah) untuk menambah lapisan perlindungan.
Perbandingan Fitur Keamanan Aplikasi BNI Sebelum dan Sesudah Update
| Fitur | Sebelum Update | Setelah Update |
|---|---|---|
| Akses saat panggilan masuk | Bisa diakses | Terkunci otomatis |
| Notifikasi keamanan | Terbatas | Notifikasi "Selesaikan Panggilan Kamu Dulu" |
| Perlindungan terhadap modus penipuan | Standar | Ditingkatkan |
| Verifikasi transaksi | OTP & PIN | OTP, PIN, dan penguncian otomatis saat panggilan |
Komitmen BNI terhadap Keamanan Digital
BNI terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan perbankan digital yang aman dan nyaman. Inovasi seperti fitur penguncian aplikasi saat ada panggilan masuk menunjukkan bahwa bank ini tidak main-main dalam melindungi nasabah dari ancaman digital.
Langkah ini juga sejalan dengan transformasi digital yang semakin pesat. Semakin banyak transaksi yang dilakukan secara online, maka semakin penting pula menjaga keamanan sistem dan data pengguna.
Disclaimer
Fitur dan informasi yang disebutkan dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan BNI. Pengguna disarankan untuk selalu memperbarui aplikasi wondr ke versi terbaru dan mengikuti informasi resmi dari bank untuk mendapatkan update terkini.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













