Finansial

Maybank Indonesia Dorong Pembiayaan UMKM Melalui Produk Syariah Berbasis Digital

Retno Ayuningrum
×

Maybank Indonesia Dorong Pembiayaan UMKM Melalui Produk Syariah Berbasis Digital

Sebarkan artikel ini
Maybank Indonesia Dorong Pembiayaan UMKM Melalui Produk Syariah Berbasis Digital

Maybank Indonesia terus menggenjot pembiayaan untuk usaha kecil dan menengah alias UKM. Langkah ini bagian dari jangka panjang bank yang memang menjadikan segmen syariah sebagai andalan utama. Dengan prinsip keadilan dan transparansi, pembiayaan syariah dinilai lebih cocok dengan kebutuhan pelaku usaha lokal.

Strategi “Shariah First” yang digulirkan sejak 2014 masih menjadi pilar utama sampai 2026 mendatang. Fokus ini tidak hanya soal pertumbuhan angka, tapi juga memberikan nilai tambah lewat layanan yang relevan dan inklusif. Terbukti dari pencapaian terkini, proporsi pembiayaan syariah untuk UKM terus naik signifikan.

Pertumbuhan Pembiayaan UKM Syariah yang Konsisten

Pada akhir 2025, total outstanding pembiayaan SME Maybank Indonesia menyentuh Rp 22,32 triliun. Dari itu, pembiayaan syariah menyumbang 32%, naik dari 14% di tahun 2020. Artinya, dalam lima tahun terakhir, hampir seperempat dari penyaluran UKM berasal dari skema syariah.

Peningkatan ini tidak datang begitu saja. Ada strategi matang di baliknya, termasuk unggulan seperti Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT). Produk ini memungkinkan pelaku usaha menyewa aset, dengan opsi membeli di akhir masa kontrak.

1. Pemanfaatan IMBT Sebagai Solusi Pembiayaan Fleksibel

IMBT menjadi salah satu signature product Maybank dalam melayani kebutuhan UKM. Skema ini cocok untuk pelaku usaha yang ingin memiliki aset tetap, tapi tak ingin langsung mengeluarkan dana besar di awal.

2. Sinergi Program One Maybank untuk Layanan Terpadu

Program super combo One Maybank memungkinkan UKM mengakses beragam layanan keuangan dalam satu pintu. Mulai dari KPR, pembiayaan kendaraan, hingga asuransi dan .

3. Optimasi Jaringan Kantor Cabang

Maybank tidak hanya mengandalkan digital banking. Jaringan cabang tetap dimaksimalkan sebagai pusat layanan langsung, terutama untuk nasabah eksisting yang butuh pendampingan lebih personal.

Peningkatan Dana CASA dan Inisiatif Keberlanjutan

Selain penyaluran kredit, Maybank juga mencatat pertumbuhan atau CASA dari kalangan UKM. Pada akhir 2025, dana CASA UKM mencapai Rp 17,61 triliun, naik 23,5% year-on-year. Ini menunjukkan bahwa pelaku usaha semakin percaya menitipkan dananya di bank.

Upaya keberlanjutan juga terus digelorakan. Program HERPower menjadi wujud nyata pemberdayaan ekonomi perempuan. Program ini tidak hanya soal pembiayaan, tapi juga edukasi dan pendampingan agar pelaku usaha perempuan bisa berkembang lebih mandiri.

Strategi ROAR30 Jadi Pondasi Masa Depan

Langkah-langkah Maybank Indonesia selaras dengan strategi induk grup yaitu ROAR30. Tujuannya jelas: menjadi mitra finansial utama pelaku usaha di Asia Tenggara. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, strategi ini diharapkan bisa menjaga stabilitas pertumbuhan.

ke depannya pun realistis. Maybank ingin menjaga kualitas tetap solid, sambil terus menambah porsi pembiayaan syariah. Apalagi, tren permintaan terhadap produk halal dan syariah di pasar domestik terus meningkat.

Perbandingan Pembiayaan UKM Maybank Indonesia (2020 – 2025)

Tahun Total Pembiayaan UKM Porsi Syariah Pertumbuhan YoY Syariah
2020 Rp 18,5 triliun 14%
2021 Rp 19,2 triliun 17% 5,2%
2022 Rp 20,1 triliun 21% 7,8%
2023 Rp 21,0 triliun 25% 8,1%
2024 Rp 21,7 triliun 29% 9,3%
2025 Rp 22,32 triliun 32% 11,76%

Data di atas menunjukkan bahwa pembiayaan syariah bukan lagi sekadar alternatif, tapi sudah menjadi pilihan utama banyak pelaku UKM. Kenaikan dua digit di 2025 membuktikan bahwa model bisnis ini benar-benar disambut positif oleh pasar.

Keunggulan Pembiayaan Syariah bagi UKM

Model syariah menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan sistem konvensional:

  • Transparansi dalam struktur biaya dan risiko.
  • Prinsip keadilan yang tidak membebani nasabah secara sepihak.
  • Produk yang fleksibel dan disesuaikan dengan karakteristik usaha lokal.

Bagi pelaku UKM, ini berarti lebih banyak ruang untuk tumbuh tanpa terjebak pada beban bunga yang tinggi. Terlebih saat kondisi ekonomi sedang tidak menentu.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski pertumbuhan positif terus terjadi, tantangan tetap ada. Persaingan di sektor perbankan semakin ketat. Belum lagi regulasi yang terus berubah dan ekspektasi nasabah yang semakin tinggi.

Namun, dengan fondasi yang kuat dan strategi yang tepat, Maybank optimistis bisa terus menjadi pemimpin pasar pembiayaan UKM syariah. Apalagi dukungan dari Maybank Islamic dan jaringan regional grup memberikan keunggulan kompetitif yang nyata.

Kesimpulan

Maybank Indonesia tidak main-main dalam mendukung UKM lewat pembiayaan syariah. Dengan strategi jangka panjang, produk inovatif, dan komitmen terhadap keberlanjutan, bank ini terus memperkuat posisinya sebagai mitra finansial terpercaya. Bagi pelaku usaha, ini adalah kabar baik yang patut disambut dengan semangat .

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga tahun 2025 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi makro ekonomi serta kebijakan internal perusahaan.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.