Finansial

BNI Terima Restu OJK untuk Bagikan Dividen Senilai Rp 13 Triliun dan Lakukan Buyback Saham Sebesar Rp 905 Miliar

Herdi Alif Al Hikam
×

BNI Terima Restu OJK untuk Bagikan Dividen Senilai Rp 13 Triliun dan Lakukan Buyback Saham Sebesar Rp 905 Miliar

Sebarkan artikel ini
BNI Terima Restu OJK untuk Bagikan Dividen Senilai Rp 13 Triliun dan Lakukan Buyback Saham Sebesar Rp 905 Miliar

PT Tbk (BNI) saja menutup babak baru dalam kinerja keuangannya. Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 resmi menyetujui pembagian tunai sebesar Rp 13,03 triliun dan rencana buyback saham senilai Rp 905,48 miliar. Keputusan ini mencerminkan komitmen kuat BNI dalam memberikan nilai optimal kepada para pemegang sahamnya.

Langkah strategis ini tidak hanya menunjukkan apresiasi terhadap loyalitas investor, tapi juga sebagai bentuk pengelolaan dana yang efektif di tengah dinamika industri perbankan yang terus berkembang. Dengan alokasi dividen mencapai 65% dari laba bersih konsolidasian, BNI menegaskan posisinya sebagai bank pelat merah yang tetap mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengembalian kepada pemilik modal.

Rencana Dividen dan Buyback Saham BNI 2025

Pembagian dividen tunai sebesar Rp 13,03 triliun menjadi salah satu sorotan utama dalam RUPST BNI tahun ini. Jumlah tersebut setara dengan 65% dari laba bersih konsolidasian sebesar Rp 20,04 triliun. Sisanya, sekitar 35% atau Rp 7,01 triliun, dialokasikan sebagai laba ditahan yang akan digunakan untuk mendukung serta penguatan struktur permodalan bank.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa keputusan ini sejalan dengan jangka panjang perusahaan dalam menjaga kesehatan finansial dan di pasar. Dividen besar ini diharapkan bisa memberikan apresiasi langsung kepada investor yang telah mempercayakan dananya kepada BNI.

1. Rencana Buyback Saham BNI

Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui rencana buyback saham senilai maksimal Rp 905,48 miliar. Buyback ini dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan pasar modal yang berlaku. Saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai saham tresuri dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan strategis, termasuk penjualan kembali di pasar atau untuk program kepemilikan saham karyawan.

Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham di pasar, tetapi juga sebagai wujud keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Buyback memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal sekaligus meningkatkan nilai intrinsik per saham.

2. Perubahan Anggaran Dasar dan Reklasifikasi Saham

Dalam RUPST yang sama, disetujui pula perubahan anggaran dasar perusahaan terkait reklasifikasi saham Seri B milik BP BUMN menjadi saham Seri A Dwiwarna. Reklasifikasi ini melibatkan 223.783.877 lembar saham dan merupakan penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 16 tentang BUMN.

Perubahan ini menunjukkan komitmen BNI dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang sesuai dengan regulasi terbaru. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat struktur kepemilikan dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan aset perusahaan.

Dampak Dividen dan Buyback Saham terhadap Investor

Bagi investor, pembagian dividen besar-besaran dan rencana buyback saham merupakan sinyal positif. Dividen memberikan pengembalian langsung dalam bentuk tunai, sedangkan buyback dapat meningkatkan nilai saham di pasar karena jumlah saham yang beredar menjadi lebih sedikit.

Namun, investor juga perlu memperhatikan bahwa buyback tidak selalu menjamin kenaikan harga saham jangka panjang. Faktor makroekonomi, kinerja operasional bank, dan kondisi pasar secara keseluruhan tetap menjadi penentu utama pergerakan harga saham.

3. Penggunaan Dana Buyback dan Laba Ditahan

Dana hasil buyback saham akan disimpan sebagai saham tresuri yang dapat dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis perusahaan. Salah satunya adalah program kepemilikan saham bagi karyawan dan pengurus, yang dapat meningkatkan motivasi dan loyalitas internal.

Sementara itu, laba ditahan sebesar Rp 7,01 triliun akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis, pengembangan teknologi, dan penguatan modal inti. Langkah ini penting untuk menjaga daya saing BNI di tengah perbankan yang semakin ketat.

4. Persetujuan Laporan Tahunan dan RKAP 2027

RUPST juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025. Selain itu, diberikan pula persetujuan untuk penetapan remunerasi direksi dan dewan komisaris, serta penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026.

Pendelegasian kewenangan terkait Rencana Kerja Jangka Panjang (RJPP) 2026–2030 dan RKAP 2027 juga disetujui. Langkah ini memberikan fleksibilitas kepada manajemen dalam merespons perubahan pasar dan mempercepat implementasi strategi bisnis jangka panjang.

Strategi Jangka Panjang BNI Menuju Tahun 2030

Langkah-langkah yang diambil dalam RUPST 2025 bukan sekadar keputusan operasional. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang BNI dalam memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan daya saing di era digital. Dengan fokus pada penguatan modal, tata kelola yang baik, serta pengembangan produk dan layanan yang inovatif, BNI menunjukkan komitmen kuat untuk terus tumbuh dan berkembang.

5. Penguatan Modal dan Tata Kelola Perusahaan

Penguatan struktur permodalan menjadi salah satu pilar utama dalam strategi BNI ke depan. Dengan laba ditahan dan buyback saham, BNI dapat menjaga rasio kecukupan modal inti (CET1) tetap sehat. Ini penting untuk memenuhi regulasi Basel III dan memperkuat posisi BNI di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain itu, perubahan anggaran dasar dan reklasifikasi saham juga menjadi bagian dari upaya peningkatan tata kelola perusahaan. BNI terus beradaptasi dengan regulasi terbaru untuk memastikan transparansi dan dalam pengelolaan bisnis.

6. Program Kepemilikan Saham Karyawan

Salah satu penggunaan saham tresuri adalah untuk program kepemilikan saham bagi karyawan dan pengurus. Program ini tidak hanya memberikan insentif finansial, tetapi juga meningkatkan rasa memiliki dan motivasi internal. Ini menjadi bagian dari strategi retensi talenta dan peningkatan produktivitas jangka panjang.

Penutup

Keputusan pembagian dividen sebesar Rp 13,03 triliun dan buyback saham senilai Rp 905,48 miliar menunjukkan bahwa BNI tetap berada di jalur yang tepat dalam memberikan nilai kepada pemegang saham. Langkah-langkah strategis ini tidak hanya memberikan apresiasi langsung, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis untuk masa depan.

Namun, seperti semua keputusan investasi, investor perlu terus memantau perkembangan kinerja BNI serta kondisi makroekonomi yang dapat memengaruhi hasil investasi. Dengan strategi yang solid dan komitmen terhadap tata kelola yang baik, BNI berpotensi terus menjadi pilihan menarik di sektor perbankan Indonesia.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan dan regulasi yang berlaku.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.