Per Februari 2026, Adira Finance mencatatkan total pembiayaan kendaraan listrik senilai Rp 100 miliar. Angka ini mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap alternatif transportasi yang ramah lingkungan dan hemat biaya jangka panjang.
Tren positif ini sejalan dengan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik sebesar 39,1% secara year-on-year (YoY) pada Januari 2026. Lonjakan ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik bukan lagi pilihan niche, melainkan mulai menjadi bagian dari kebutuhan transportasi harian masyarakat Indonesia.
Dinamika Pasar Kendaraan Listrik dan Peran Adira Finance
Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, menyatakan bahwa peningkatan permintaan kendaraan listrik disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, masyarakat semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Kedua, efisiensi biaya operasional dan pajak yang ditawarkan kendaraan listrik menjadi pertimbangan utama konsumen.
Selain itu, beragamnya pilihan model kendaraan listrik yang kini tersedia di pasaran juga mendorong pertumbuhan permintaan. Banyak produsen mulai menawarkan varian dengan harga yang lebih terjangkau, menjadikan kendaraan listrik lebih menarik bagi kalangan menengah ke bawah.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski pertumbuhan positif terus tercatat, Sylvanus Gani juga mengingatkan bahwa sejumlah tantangan tetap ada. Salah satunya adalah ketidakpastian terkait perkembangan teknologi baterai yang sangat cepat. Inovasi terus-menerus ini berpotensi menurunkan nilai jual kendaraan listrik di pasar bekas.
Selain itu, kondisi ekonomi makro yang belum sepenuhnya stabil membuat perusahaan harus lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Risiko kredit yang meningkat harus diwaspadai agar tetap menjaga kualitas portofolio.
1. Peningkatan Minat Konsumen terhadap Kendaraan Listrik
Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik meningkat seiring dengan semakin banyaknya kebijakan pemerintah yang mendukung transisi energi bersih. Konsumen mulai melihat kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang untuk mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
2. Inovasi Teknologi Kendaraan Listrik
Berbagai merek otomotif lokal dan global terus berinovasi dengan menghadirkan model-model baru yang menarik. Dari segi harga, banyak produsen yang mulai menawarkan kendaraan listrik dengan harga lebih kompetitif, membuka peluang lebih besar bagi konsumen menengah.
3. Dukungan Regulasi dan Insentif Pemerintah
Pemerintah Indonesia terus memberikan insentif berupa keringanan pajak dan subsidi untuk kendaraan listrik. Kebijakan ini dirancang untuk mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
4. Peran Perusahaan Pembiayaan Seperti Adira Finance
Adira Finance berperan penting dalam memperlancar akses masyarakat terhadap kendaraan listrik. Dengan menyediakan berbagai skema pembiayaan yang fleksibel dan terjangkau, perusahaan ini membantu masyarakat memiliki kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar sekaligus.
5. Tantangan di Pasar Sekunder
Salah satu tantangan utama adalah fluktuasi nilai kendaraan listrik di pasar bekas. Karena teknologi berkembang sangat cepat, harga jual kembali kendaraan listrik bisa lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Ini menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan pembiayaan dalam menilai risiko kredit.
6. Strategi Selektif dalam Penyaluran Pembiayaan
Menghadapi dinamika pasar yang terus berubah, Adira Finance tetap menjaga prinsip penyaluran yang prudent. Evaluasi terhadap calon konsumen dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas portofolio tetap terjaga.
Perbandingan Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan Listrik
Berikut adalah data pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik berdasarkan data internal Adira Finance dan OJK:
| Periode | Total Pembiayaan | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Februari 2024 | Rp 50 miliar | – |
| Februari 2025 | Rp 72 miliar | 44% |
| Februari 2026 | Rp 100 miliar | 39% |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Potensi Masa Depan Pasar Kendaraan Listrik
Melihat tren saat ini, pasar kendaraan listrik di Indonesia berpotensi tumbuh lebih pesat dalam beberapa tahun ke depan. Adira Finance optimis bahwa segmen kendaraan listrik akan beralih dari pasar eksklusif ke pasar massal, seiring dengan semakin terjangkau dan populernya teknologi ini.
Namun, perusahaan tetap harus siap menghadapi tantangan, terutama dalam hal pengelolaan risiko dan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Kolaborasi antara pemerintah, produsen, dan perusahaan pembiayaan akan menjadi kunci dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik secara nasional.
Kesimpulan
Pencapaian Adira Finance dalam mencatatkan pembiayaan kendaraan listrik senilai Rp 100 miliar pada Februari 2026 adalah indikator positif dari pertumbuhan sektor otomotif hijau di Indonesia. Meskipun tantangan masih ada, langkah strategis dan kolaboratif bisa menjadi fondasi bagi pengembangan pasar yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Februari 2026. Nilai dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













