Pertumbuhan sektor asuransi di Indonesia terus menunjukkan sinyal positif, terutama di segmen marine cargo. Salah satu pemain besar, PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI), mencatatkan pencapaian menarik hingga akhir 2025. Premi dari asuransi marine cargo mereka naik hingga 8,7% dibanding tahun sebelumnya.
Angka ini tidak datang dari kebetulan. Kenaikan premi mencapai Rp 110,8 miliar, menunjukkan bahwa permintaan perlindungan terhadap barang-barang yang dikirim via laut masih kuat. Apalagi saat ini volume perdagangan, baik domestik maupun internasional, terus meningkat.
Faktor yang Dorong Pertumbuhan Premi Marine Cargo
Peningkatan aktivitas pengiriman antarpulau dan ekspor-impor komoditas bernilai tinggi menjadi salah satu pendorong utama. Komoditas seperti makanan olahan, mesin industri, material konstruksi, hingga hasil tambang banyak dicari perlindungan asuransi selama proses pengiriman.
Selain itu, GEGI juga menjaga ketat proses seleksi risiko dan penetapan harga premi. Disiplin dalam underwriting membuat perusahaan bisa menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengendalian klaim.
Kontribusi Marine Cargo dalam Portofolio GEGI
Marine cargo bukan cuma tumbuh, tapi juga menjadi salah satu kontributor utama dalam portofolio premi GEGI. Meski begitu, lini lain seperti properti, rekayasa, liability, dan affinity juga turut andil dalam mendongkrak total pendapatan premi perusahaan.
Dengan posisi marine cargo yang strategis, tidak heran jika GEGI menargetkan pertumbuhan lebih lanjut di tahun 2026. Targetnya adalah mencapai premi marine cargo sebesar Rp 120 miliar, atau naik sekitar 8%.
Strategi GEGI Menuju Target 2026
1. Peningkatan Efisiensi Underwriting
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperbaiki sistem underwriting agar lebih adaptif terhadap dinamika pasar. Dengan pendekatan yang fleksibel, GEGI bisa lebih cepat merespons risiko baru dan menyesuaikan harga premi secara tepat.
2. Pemanfaatan Teknologi Digital
Teknologi juga bakal dimaksimalkan untuk memonitor risiko pengiriman secara real-time. Ini penting agar potensi kerugian bisa diminimalisir, sekaligus meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap layanan asuransi.
3. Peningkatan Layanan Klaim
Salah satu elemen penting dalam bisnis asuransi adalah penanganan klaim. GEGI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan ini, terutama di pelabuhan-pelabuhan utama. Respons cepat dan transparan saat klaim diajukan bisa membangun loyalitas nasabah.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski pertumbuhan premi tercatat positif, bukan berarti jalannya mulus. Dinamika perdagangan global yang terus berubah, fluktuasi nilai tukar, hingga regulasi baru bisa jadi tantangan tersendiri. Belum lagi persaingan di industri asuransi yang makin ketat.
Namun, GEGI tampak siap menghadapi semua ini. Dengan kombinasi strategi yang terintegrasi dan tim yang solid, perusahaan optimistis tren positif bisa terus berlanjut.
Perbandingan Premi Marine Cargo Tahun 2024 dan 2025
| Tahun | Premi Marine Cargo (Rp) | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|
| 2024 | 101,9 miliar | – |
| 2025 | 110,8 miliar | 8,7% |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Potensi Risiko di Balik Pertumbuhan
Pertumbuhan premi yang tinggi tentu menggembirakan. Namun, di balik angka itu juga ada potensi risiko yang harus diwaspadai. Misalnya, cuaca ekstrem yang bisa mengganggu jadwal pengiriman, atau keterlambatan proses klaim karena birokrasi internal.
Perusahaan juga harus waspada terhadap kemungkinan fraud atau penyalahgunaan klaim. Oleh karena itu, penguatan kontrol internal dan audit berkala sangat diperlukan.
Peluang ke Depan
Melihat tren saat ini, peluang untuk terus tumbuh masih terbuka lebar. Apalagi, sektor logistik dan perdagangan di Indonesia masih memiliki ruang untuk berkembang. GEGI pun bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jaringan dan menarik lebih banyak mitra.
Selain itu, kolaborasi dengan perusahaan teknologi juga bisa membuka peluang baru. Dengan integrasi sistem dan data, proses klaim bisa lebih cepat dan akurat.
Kesimpulan
Pertumbuhan premi marine cargo GEGI sebesar 8,7% hingga akhir 2025 adalah cerminan dari kinerja solid dan strategi yang tepat. Angka ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan nasabah, tapi juga potensi besar di masa depan.
Dengan target Rp 120 miliar di 2026 dan berbagai langkah strategis yang sudah disiapkan, GEGI punya modal kuat untuk terus bersaing di tengah dinamika industri yang terus berubah.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













